Rektor UGM Informasi dari Media Pers Jadi Alat Perangi Berita Bohong
Rektor Universitas Gadjah Mada atau UGM Prof dr Ova Emilia, MMed Ed SpOG(K) PhD menegaskan informasi berita yang dimuat di media cetak dan elektronik serta media online b ...

YOGYAKARTA – Rektor Universitas Gadjah Mada atau UGM Prof dr Ova Emilia, MMed Ed SpOG(K) PhD menegaskan informasi berita yang dimuat di media cetak dan elektronik serta media online bisa menjadi rujukan untuk mengatasi penyebaran berita palsu di dunia maya.
Pasalnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi melalui media sosial menyebabkan semakin massif penyebaran berita bohong atau hoax.
Hal ini dia utarakan dalam acara Media Gathering dan Halal Bihalal antara pimpinan UGM dengan para awak jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Kampus UGM atau Fortakgama di Ballroom Hotel Tentrem Yogyakarta pada beberapa waktu lalu.
“Di Amerika berita surat kabar menjadi sebuah kanal yang digunakan untuk meng-counter berita yang tidak benar,” kata Ova yang juga merupakan Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Negeri Indonesia sejak 2018, Jumat (3/6/2022)
Menurutnya selain ampuh untuk memerangi berita bohong di dunia maya, media massa juga menyuguhkan berita yang berisi informasi yang mendidik dan bersifat konstruktif dalam mengembangkan literasi dan edukasi melek informasi di masyarakat.
“Media sekarang ini makin intens berkembang karena masyarakat ingin mencari berita yang betul-betul valid. Saya kira media yang kini terus ada, memiliki satu misi bisa membuat berita dengan isi atau konten yang mendidik dan konstruktif,” tuturnya
Sebagai Rektor baru, Ova menyadari keberadaan para jurnalis yang tergabung dalam Fortakgama telah ikut andil dalam mempublikasikan berbagai karya inovasi dan pemikiran dari para sivitas akademika.
”Kami melihat media pers sebagai mitra strategis bagi sebuah institusi terutama institusi pendidikan dengan misi utamanya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya
Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Rektor UGM, Drs Gugup Kismono, MBA PhD yang menyebutkan bahwa para awak media cukup membantu mempublikasikan berbagai kegiatan tridarma UGM baik pada saat kondisi pandemi sekalipun.
“UGM begitu besarnya sehingga sensitif terhadap berbagai hal. Dengan demikian berteman dengan wartawan maka kita bisa berbagi informasi untuk mendeliver informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya
Rektor UGM periode 2017-2022 Prof Ir Panut Mulyono, MEng DEng mengatakan penyampaian data soal capaian institusi seperti UGM sangat diperlukan agar diketahui oleh publik lewat publikasi di media massa.
Ia menceritakan pengalaman dirinya saat bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Indonesia RI, Moeldoko, yang banyak tahu soal penelitian microbubble generator untuk meningkatkan produksi pada budidaya perikanan.
“Pak Moeldoko menyampaikan bahwa ia tahu soal kenal microbubble setelah baca berita,” katanya
Panut berpesan agar UGM nantinya terus mempublikasikan secara rutin terhadap berbagai data hasil inovasi penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen UGM.
“Data itu sangat penting disampaikan ke media,” katanya
Nah, prestasi yang dicapai UGM, bagi dia bukanlah hasil dari penilaian dari internal institusi melainkan penilaian dari pihak luar.
“Pengakuan itu datang dari masyarakat. Mereka dapat informasi yang baik yang disampaikan ke media massa. Kedekatan kami dengan Fortakagama menjadi sebuah keniscayaan,” tambahnya
Selain itu, Pemimpin Redaksi Tribun Jogja Ribut Rahardjo berharap dibawah kepemimpinan Rektor yang baru, UGM tetap mempertahankan prestasinya untuk masuk ke jajaran kampus top dunia.
“Bisa masuk lima besar dunia sehingga menjadikan UGM sebagai pelopor transformasi perguruan tinggi yang masuk ke tingkat global,” paparnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

