Selamatan Saat Akan Menunaikan Ibadah Haji, Tradisi Lama di Bondowoso
Selamatan menjadi sebuah tradisi di Indonesia yang digelar dalam momen-momen tertentu. Bahkan saat akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. ... ...

BONDOWOSO – Selamatan menjadi sebuah tradisi di Indonesia yang digelar dalam momen-momen tertentu. Bahkan saat akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.
Menunaikan ibadah haji merupakan salah satu Rukun Islam yang kelima bagi umat muslim, dan dilaksanakan setiap tahun.
Rukun Islam yang kelima ini tidak semua umat muslim diwajibkan. Ibadah ini hanya wajib bagi yang mampu melaksanakannya, baik secara fisik, rohani, maupun materi. Seperti diketahui, dalam dua tahun terakhir yaitu tahun 2020 dan tahun 2021 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Indonesia tidak bisa melaksanakan ibadah haji karena pandemi covid-19.
Namun seiring meredanya kasus Covid-19, Pemerintah Arab Saudi memperbolehkan JCH dari Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji. Tak terkecuali jemaah haji yang berasal dari Kabupaten Bondowoso. Pada Tahun 2022, ada 314 JCH dari Kota Tape ini yang akan diberangkatkan.
Ada tradisi selamatan atau bagi JCH sebelum berangkat ke tanah suci. Seperti yang ada di Desa Gadingsari Kecamatan Binakal ini. JCH menggelar selamatan dengan mengundang sanak saudara, tetangga, bahkan warga satu desa diundang hadir di acara tersebut.
Dalam selamatan itu digelar doa bersama dan selawat berzanji. Kemudian JCH menghampiri satu persatu undangan untuk bersalaman. Salah seorang warga Desa Binal, Ahmad Muslim mengatakan, selamatan tersebut merupakan bentuk wujud rasa syukur bisa menunaikan ibadah haji.
"Selain itu, calon jemaah haji juga berharap doa dari semua undangan. Agar selama pelaksanaan ibadah haji saat di tanah suci diberi kelancaran," kata dia.
Tidak hanya selamatan menjelang pemberangkatan. Selama berada di tanah suci, sanak famili bahkan tetangga sekitar menggelar doa bersama setiap malam di rumah JCH tersebut. "Doa bersama itu dilakukan mulai dari keberangkatan calon jemaah haji ke tanah suci sampai pulang ke tanah air," kata dia.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bondowoso, KH. Asy'ari Pasha menjelaskan, selamatan pada prinsipnya berisi permohonan kepada Allah. "Dalam rangka selamatan haji, atau selamatan safar (perjalanan). Mereka berdoa agar diberikan keselamatan dalam perjalanan," kata dia, Kamis (9/6/2022).
Menurutnya, dalam selamatan itu juga dibacakan selawat. Tujuannya, agar hajat yang diinginkan oleh JCH bisa tercapai. "Selawat itu bisa mempermudah tujuan yang dimaksud. Selain itu juga menghilangkan hal-hal yang negatif. Diganti hal yang positif," jelas Kiai Asy'ari.
Selain itu orang yang akan berangkat ke tanah suci bersalam-salaman dengan undangan. Hal itu kata dia, tidak lain untuk meminta maaf, barangkali selama ini ada salah baik disengaja atau tidak. "Bersalaman itu kan meleburkan dosa, menghilangkan rasa benci dan segalanya kan. Bahkan dalam hadis, kalau ada orang ketemu dan bersalaman akan menghilangkan dosa," paparnya.
Ketua MUI Kabupaten Bondowoso itu menjelaskan, selamatan menjelang pelaksanaan ibadah haji tersebut sudah diajarkan oleh orang terdahulu. "Karena di dalamnya mengandung doa," imbuh dia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

