Advertisement
Peristiwa Daerah

30 Sekolah Terafiliasi Khilafah, LP Ma'arif NU Banyuwangi: Sekolah Harus Berani Tunjukkan Identitas

Munculnya khilafatul muslimin yang menghebohkan tanah air belakangan ini, menandakan bahwa ideologi khilafah belum benar-benar musnah dari bumi pertiwi. ... ...

TIMES Indonesia,
30 Sekolah Terafiliasi Khilafah, LP Ma'arif NU Banyuwangi: Sekolah Harus Berani Tunjukkan Identitas
Ketua LP Ma'arif NU Banyuwangi, Zaki Al Mubarok. (FOTO: Rizki Alfian/ TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Munculnya khilafatul muslimin yang menghebohkan tanah air belakangan ini, menandakan bahwa ideologi khilafah belum benar-benar musnah dari bumi pertiwi.

Ideologi khilafah yang bertujuan untuk menggantikan asas tunggal NKRI yaitu Pancasila, sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa Indonesia. Terlebih sudah mulai masuk ke sekolah-sekolah.

Advertisement

Menanggapi itu, Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama atau LP Ma'arif NU Banyuwangi, bereaksi keras. Menurutnya saat ini adalah momentum yayasan pendidikan untuk berani menunjukkan identitas.

Sekolah-Harus-Berani-Tunjukkan-Identitas.jpg

"Khilafatul Muslimin tidak main-main dalam menyusun strategi untuk goal tegaknya 'khilafah ala manhaj nubuwah' versi mereka," kata Zaki Al Mubarok, Rabu (15/6/2022)

Salah satu strateginya, dengan mendirikan sekolah atau madrasah untuk mempermudah infiltrasi paham khilafah yang menjadi tujuan besar mereka. 

"Kepolisian RI mencatat ada sekitar 30 sekolah atau madrasah di bawah kendali Khilafatul Muslimin yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini gawat," tegas pria yang kerap disapa Gus Zaki itu.

Advertisement

Untungnya pihak berwenang bersikap tegas dan cepat dengan menangkap pimpinan ormas Khilafatul Muslimin beserta para 'pejabatnya'. Seperti Menteri Pendidikan kabinet Khilafatul Muslimin.

"Kondisi ini menjadi alarm bagi masyarakat Indonesia yang akhir-akhir ini memiliki ketertarikan tinggi di sekolah bernuansa agamis," ungkapnya.

Menurut Gus Zaki, penting bagi para orang tua yang akan menitipkan anaknya untuk belajar di sekolah atau madrasah dengan mengetahui afiliasi organisasi dan penyelenggaranya.

Sekolah-Harus-Berani-Tunjukkan-Identitas-2.jpg

"Orang tua harus memastikan bahwa sekolah atau madrasah diselenggarakan oleh yayasan atau ormas yang berasaskan Pancasila dan mengajarkan moderasi beragama," ucapnya. 

Disebutkan, sekian dari ormas Islam penyelenggara pendidikan yang berasaskan Pancasila adalah Nahdlatul Ulama. 

NU sebagai wajah Islam moderat di Indonesia menyediakan beragam pendidikan yang dipastikan sesuai dengan nilai-nilai Islam yang rohmatal Lil 'alamin serta sarat implementasi Pancasila. 

NU memiliki ribuan pondok pesantren, sekolah, madrasah, panti asuhan, serta ratusan perguruan tinggi yang mengajarkan Islam moderat dan menjunjung tinggi bhineka tunggal Ika.

Dalam bidang pendidikan, NU melalui Lembaga Pendidikan Ma'arif NU adalah tempat yang tepat untuk menimba ilmu bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama umat Islam. 

"Sekolah atau madrasah LP Ma'arif NU dipastikan terbebas dari idelogi yang bertentangan dengan Pancasila dan Syariat Islam," jelas Gus Zaki.

Maka dari itu jangan sampai masyarakat salah memilih pendidikan untuk putra putrinya. Haruslah memilih sekolah yang jelas akidahnya, jelas sanad keilmuannya, dan jelas siapa penyelenggaranya," imbuhnya.

Seperti program pendidikan yang selama ini dilakukan oleh LP Ma'arif NU Banyuwangi. 

"Kami punya gerakan Ayo Sekolah NU. Jadi sekolah-sekolah dibawah naungan LP Ma'arif NU kami ajak bersama untuk bergerak dengan menunjukkan identitas diri," katanya.

Sosialisasi dilakukan dengan cara online dan offline. Bahkan saat program Sobo Deso dari PCNU Banyuwangi, LP Ma'arif turut mengambil bagian.

"Kami ingin mengajak masyarakat untuk bisa selektif dan memilih sekolah yang benar-benar berhaluan ahlussunah wal jama'ah an-nahdliyah. Agar anak cucu kita kelak tidak sampai salah jalan," tandas Gus Zaki.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menyampaikan sampai saat ini jajarannya berhasil menemukan data bahwa sebanyak 30 puluh lembaga pendidikan terafiliasi dengan kelompok Khilafatul Muslimin.

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa keberadaan Khilafatul Muslimin sangat beruntung ditemukan. Menurutnya, penyebaran ideologi mereka sudah terstruktur dengan dan mendirikan lembaga pendidikan secara resmi.

Zulpan mengatakan, data tersebut ditemukan usai melakukan pemeriksaan terhadap tokoh khilafatul muslimin berinisial AS di daerah Mojokerto, Jawa Timur, pada Senin (13/6/2022) pukul 00.30 WIB. AS berperan sebagai Menteri pendidikan di Khilafatul Muslimin. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia