Pedagang Kambing Kurban di Malang Akui Banyak Peminat, Tapi Stok Susah Didapat
Jelang pelaksanaan kurban pada Idul Adha Juli 2022 mendatang, sejumlah pedagang hewan kurban mulai menjajakan dagangannya, tak terkecuali Fauzi (40) yang mulai membuka la ...

MALANG – Jelang pelaksanaan kurban pada Idul Adha Juli 2022 mendatang, sejumlah pedagang hewan kurban mulai menjajakan dagangannya, tak terkecuali Fauzi (40) yang mulai membuka lapak dagangan kambing kurban di kawasan Jalan Halmahera, Kota Malang.
Saat didatangi TIMES Indonesia, Fauzi nampak sedang sibuk melayani sejumlah konsumen yang mulai menanyakan beberapa harga kambing yang ia jual.
Benar saja, diakui Fauzi yang selama ini memang hanya menjual kambing kurban, di momen Idul Adha 2022 ini peminat kambing kurban dinilai cukup banyak daripada tahun-tahun sebelumnya.

Sebab, di tahun 2022 ini merupakan tahun di mana wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai menyerang ribuan hewan ternak, terkhusus pada sapi.
"Iya sudah banyak yang tanya-tanya tadi. Kayaknya banyak peminat emang, kan PMK itu ke sapi kalau kambing jarang. Mungkin karena itu banyak yang cari kambing sekarang," ujar Fauzi, Senin (27/6/2022).
Akan tetapi, dampak meningkatnya peminat kambing kurban ditengah wabah PMK ini ternyata tak berbanding lurus dengan stok atau ketersediaannya.
Fauzi mengaku bahwa untuk mencari kambing kurban saat ini susah tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Dirinya yang biasa mempunyai stok 50 sampai 70 kambing kurban setiap tahunnya, saat ini hanya memiliki 24 ekor kambing kurban saja untuk diperjual belikan.
"Kambingnya ini susah, jauh-jauh hari dari luar kota harus sudah kirim. Ya satu bulan lah. Stok saya saja cuma 24 ekor dan agak mahal," ungkapnya.
Diketahui, Fauzi menjual kambing kurbannya dikisaran harga mulai Rp 2 juta hingga yang paling mahal sekitar Rp 12 juta. Harga tersebut pun naik hingga 25 persen dari tahun-tahun sebelumnya. "Paling kecil Rp 2,7 juta saya jual. Dulu Rp 1,7 jutaan. Jadi naik harganya, carinya ya sudah," katanya.
Sembari menjual hewan kurban, Fauzi kini juga tengah mempersiapkan sejumlah dokumen untuk kepengurusan izin dagang hewan kurban.
Pasalnya, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran untuk kurban ditengah wabah PMK ini bahwa setiap hewan yang diperjual belikan harus memiliki SKKH atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan. "Iya sekarang kan lebih ketat, karena ada penyakit (PMK). Mungkin nanti akan di cek disini sama dinas," imbuhnya.
Terpisah, Kabid Peternakan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono menyebutkan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan untuk para pedagang hewan kurban di Kota Malang.
Selain itu, setidaknya sudah belasan penyuplai hewan kurban yang telah mengurus izin masuk ke Kota Malang melalui Dispangtan Kota Malang untuk didistribusikan. "Sudah 12 yang mengurus surat rekomendasi Minggu ini, ada sapi dan kambing. Jadi kita rekomendasi dulu, mangkanya jauh-jauh hari," tuturnya.
Meski begitu, Anton memastikan suplai Kambing dan Sapi kurban di Kota Malang akan terpenuhi sesuai kebutuhan. Diketahui, kebutuhan sapi dan kambing di Kota Malang setidaknya masing-masing dua ribu ekor yang dipastikan stoknya aman oleh Dispangtan Kota Malang.
"Sudah mulai banyak yang jualan. Stok kita pastikan aman semua dan kepengurusan SKKH dan rekomendasi berjalan terus hingga hari H Idul Adha," tandasnya terkait penjualan hewan kurban di Kota Malang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


