Advertisement
Peristiwa Daerah

Komunitas Perempuan Banyuwangi Desak Aparat Tindak Tegas FZ, Pelaku Kejahatan Asusila

Kasus asusila yang dilakukan FZ, oknum pengasuh pesantren di Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, membuat geram kalangan kaum hawa. ... ...

TIMES Indonesia,
Komunitas Perempuan Banyuwangi Desak Aparat Tindak Tegas FZ, Pelaku Kejahatan Asusila
Komunitas Perempuan Banyuwangi saat membuat pernyataan sikap terkasit kasus asusila yang dilakukan FZ, oknum pengasuh pesantren di Kecamatan Singojuruh. (Foto: Dokumentasi TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Kasus asusila yang dilakukan FZ, oknum pengasuh pesantren di Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, membuat geram kalangan kaum hawa. Dengan mengatasnamakan Komunitas Perempuan Banyuwangi, mereka kompak mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan tindakan tegas.

“Kami menuntut kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku kejahatan seksual pada santri dan anak,” begitu bunyi pernyataan mereka dalam video yang disebar melalui media sosial.

Advertisement

Dalam rekaman disebutkan, Komunitas Perempuan Banyuwangi, ini terdiri dari Majelis Alumni IPPNU Banyuwangi, PC IPPNU Banyuwangi, Pusat Study Gender Ibrahimy, Yayasan Elbina dan Rumah Baca Ainina. Mereka berisi para perempuan tangguh dan pilihan Bumi Blambangan.

Komunitas-Perempuan-Banyuwangi-2.jpg

Ketua Majelis Alumni IPPNU Banyuwangi, Ana Aniati menyampaikan, aksi yang dilakukan merupakan reaksi atas kasus asusila yang dilakukan FZ, oknum pengasuh pesantren di Kecamatan Singojuruh. Kasus tersebut mencuat setelah terdapat 5 orang santriwati dan 1 orang santri yang mengaku telah menjadi korban.

Kejadian yang membuat gemas kaum hawa tersebut kini telah dilaporkan ke Polresta Banyuwangi.

“Kami siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan Three Ends, yakni kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri kesenjangan ekonomi,” ucapnya, Selasa (28/6/2022).

Advertisement

Ditambahkan, video pernyatan sikap Komunitas Perempuan Banyuwangi, dibuat di Rumah Baca Ainina, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi. Yang sekaligus kediaman Emy Hidayati, si owner. Video sengaja dibuat sebagai bentuk kepedulian, empati serta wujud kesanggupan dalam memperjuangkan nasib perempuan dan anak. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia