Advertisement
Peristiwa Daerah

Disentil Wagub Jatim soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Pemkab Pacitan

Soal kemiskinan seolah menjadi momok perbincangan yang tak kunjung usai. Baru-baru ini, Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Dardak menyentil angka kesejahteraan ...

TIMES Indonesia,
Disentil Wagub Jatim soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Pemkab Pacitan
Kepala Dinsos Pacitan, Sumorohadi. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Soal kemiskinan seolah menjadi momok perbincangan yang tak kunjung usai. Baru-baru ini, Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Dardak menyentil angka kesejahteraan sosial di beberapa daerah tembus 18 persen, tak terkecuali Kabupaten Pacitan

Menanggapi hal itu, Pemkab melalui Kepala Dinas Sosial Pacitan, Sumorohadi menegaskan, masalah tersebut bukan lantas dibiarkan begitu saja, namun upaya penanganan terus dilakukan. 

Advertisement

"Saat ini kami lebih fokus melakukan pendampingan kepada keluarga miskin dan  yang layak mendapatkan bantuan bantuan sosial (Bansos)," katanya, Kamis (21/7/2022). 

Potret-kemiskinan-di-Pacitan.jpg
Potret kemiskinan di Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia) 

Sumorohadi pun menampik, sorotan Wagub Jatim Emil Dardak terkait angka kemiskinan yang mencapai 18 persen, meski diklaim jumlah pengangguran cukup rendah, yakni 3-4 persen. 

"Kita pastikan pendataan yang valid dan bantuan tepat sasaran, berupa BPKH, BPNT, BLT, Bantuan iuran kesehatan kartu KIS untuk warga miskin melalui BPJS, bansos kesehatan dan lainnya," terangnya saat dikonfirmasi TIMES Indonesia. 

Di samping itu, lanjut dia, masih ada cara lain yang dinilai bisa mengurangi angka pengangguran bagi usia produktif, salah satunya dengan membangun Sumber Daya Manusia (SDM).

Advertisement

Potret-kemiskinan-di-Pacitan-2.jpg

"Masyarakat penyandang disabilitas yang masih produktif kita berdayakan dengan pelatihan berbagai keterampilan. Sehingga mereka bisa mandiri dan masalah kesejahteraan sosial mampu terentaskan," ucap Sumorohadi. 

Pun demikian, penyelesaian masalah tersebut tak semudah membalikkan telapak tangan. Semua pihak sudah semestinya memberikan dukungan. "Penanganan kemiskinan harus dilakukan secara bersama-sama dan melibatkan lembaga yang lainnya," jelasnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pacitan, Bagyo Tri Laksono, membenarkan, bahwa dalam tiga tahun terakhir angka kemiskinan naik sekitar 2 persen. Sedangkan total warga kurang mampu saat ini mencapai 84 ribu lebih. 

"Tahun 2019 saja naiknya 13 persen, 2020 14,54 persen sedangkan 2021 kemarin meningkat lagi sampai 15,11 persen dari total jumlah penduduk kita sekitar 564 ribu jiwa," katanya. 

BPS Pacitan mencatat, angka kemiskinan tahun 2019 ada 75.860. Tahun 2020 meningkat sebanyak 80.820. Selanjutnya 2021 tembus hingga 84.190 jiwa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia