Advertisement
Peristiwa Daerah

Oncor-oncoran, Tradisi Langganan Warga Banyuwangi Sambut Tahun Baru Hijriah

Momentum Tahun Baru Hijriah disambut meriah oleh warga Banyuwangi. Salah satunya lewat tradisi “oncor-oncoran” ... ...

TIMES Indonesia,
Oncor-oncoran, Tradisi Langganan Warga Banyuwangi Sambut Tahun Baru Hijriah
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani ikut berkeliling dengan warga dalam tradisi oncor-oncoran sambut tahun baru 1444 Hijriah. (FOTO: Laila Yasmin/TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Momentum Tahun Baru Hijriah disambut meriah oleh warga Banyuwangi. Salah satunya lewat tradisi “oncor-oncoran” alias berkeliling kampung dengan mengarak obor.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengikuti tradisi ini bareng warga di Lingkungan Baluk, Kelurahan Kebalenan, yang tak lain adalah wilayah tempat tinggalnya.

Advertisement

Pada Jumat (29/7/2022) malam, Ipuk bersama ratusan tetangganya di Lingkungan Baluk berjalan berkeliling sambil membawa obor dari halaman Masjid Darul Falah dan berakhir di tempat yang sama. Warga tumpek-blek, rombongan membentang lebih dari 100 meter. Nyala obor ini membuat suasana jalan desa menjadi bersinar.

Ipuk-Fiestiandani-26.jpg
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani ikut berkeliling dengan warga  (FOTO: Laila Yasmin/TIMES Indonesia)

Bupati Ipuk melempar guyonan yang disambut tawa ceria warga. Suasana begitu meriah. Warga guyub bercengkerama bersama.

“Assalamualaikum Mak Ipuk, mak isun, bupati hang hun sayangi,” teriak warga membuka acara.

“Alhamdulillah, semua warga guyub. Laki-laki perempuan, tua muda, hingga anak-anak bergembira bersama, Warga Baluk memang top,” puji Ipuk.

Advertisement

Pawai yang memiliki rute sejauh 3 kilometer ini diawali doa bersama di masjid seusai shalat Magrib. Tak kurang dari seribu orang yang memadati halaman masjid hingga meluber ke jalan raya. Mereka membawa oncor yang beraneka bentuk. Di sepanjang jalan, peserta kirab mengumandangkan istigfar, tahmid, dan shalawat.

Ketika sampai di sudut-sudut kampung, dikumandangkan adzan dan iqamah. Hal ini sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT untuk menjauhkan mara bahaya dan musibah dari kampung tersebut.

Setelah berkeliling kampung, semua peserta pawai obor kembali berkumpul di titik awal. Di halaman masjid, mereka makan bersama nasi tumpeng yang telah dibawa sebelumnya.

Ketua Takmir Masjid Darul Falah sekaligus panitia penyelenggara peringatan tahun baru hijriyah, Sugito, menyebutkan bahwa tradisi ini telah berlangsung sejak lama.

“Namun, dalam dua tahun terakhir ini libur karena pandemi. Saat ini kami mulai lagi karena pandemi sudah cukup terkendali,” ungkapnya.

Bupati Ipuk mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk upaya mengenang perjuangan Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana diketahui, kalender Hijriah atau penanggalan Islam sendiri dihitung sejak masa hijrah Nabi Muhammad bersama para sahabat dari Makkah yang saat itu dikuasai kaum Quraisy menuju ke Madinah.

"Saya senang kegiatan menyongsong pergantian tahun ini berlangsung meriah. Tidak hanya pada peringatan tahun baru Masehi saja. Semoga dengan acara ini, kita bisa meneladani perjuangan Nabi Muhammad tatkala hijrah dari Makkah ke Madinah," ungkap Ipuk.

Salah satu keteladanan yang patut dijadikan pedoman, imbuh Ipuk, adalah persaudaraan antara kaum Muhajirin (orang-orang yang berhijrah dari Mekkah) dan kaum Ansor (orang-orang asli Madinah).

"Semoga semangat persaudaraan, keguyuban dan gotong royong di Kampung Baluk ini, seperti halnya persaudaraan dan kegotongroyongan para sahabat Nabi, kaum Muhajirin dan Ansor," harap Ipuk. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia