Sudah 30 Persen, Tahapan Pembangunan Jembatan Ngadi Lebih Cepat dari Rencana
Proses pembangunan jembatan Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri yang menjadi penghubung antara Kabupaten Kediri dan Tulungagung kini sudah mencapai 30 persen. ...

KEDIRI – Proses pembangunan jembatan Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri yang menjadi penghubung antara Kabupaten Kediri dan Tulungagung kini sudah mencapai 30 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Kediri Irwan Chandra mengungkapkan hingga minggu ke-3 Juli 2022, progres pembangunan jembatan itu sudah mencapai tahap pemasangan tiang pancang.
“Progres sudah 30 persen yakni sedang pemasangan pondasi dengan tiang pancang dan pengecoran pier cap,” kata Irwan, (31/07/2022).
Angka itu sendiri, ditambahkan Irwan, lebih cepat 11,9 persen dari jadwal yang dicanangkan.
Irwan mengungkapkan dalam proyek ini, jika terjadi keterlambatan dalam pembangunan Dinas PUPR akan memberikan evaluasi terhadap pihak penyedia.
"Dari time schedule yang sudah disepakati itu, jika ada keterlambatan kita akan jalankan SOP yang ada," tegas Irwan.
Ia juga berharap pembangunan jembatan Ngadi bisa tepat waktu dan mutu untuk memudahkan akses masyarakat dua Kabupaten yang bertetangga ini.

"Sehingga setelah jembatan ini dirampungkan akan memberi dampak positif bagi masyarakat dan pengguna jalan di ruas tersebut," pungkas Irwan.
Jembatan Ngadi berada diantara Desa Ngadi Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri dan Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung.
Jembatan itu mengalami kerusakan setelah tiang penyangga menggantung akibat turunnya debit sungai serta banjir pada 2017 lalu. Jembatan itu memiliki panjang 47 meter dengan lebar 7 meter serta terbagi menjadi dua bentang, 35 dan 12 meter.
Proses pembangunan jembatan menelan dana sekitar Rp10,5 miliar. "Pendanaan pembangunan Jembatan Ngadi murni dari APBD Kabupaten Kediri, tapi esensinya yang perlu dipahami bersama bagaimana jembatan Ngadi ini bisa terkoneksi antara Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Tulungagung karena ini demi kepentingan masyarakat," ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana beberapa waktu lalu.
Saat ini sendiri untuk mempersingkat perjalanan, masyarakat setempat membangun jembatan alternatif atau darurat yang ada di sisi timur dan barat jembatan asli.
Jembatan darurat itu terbuat dari konstruksi bambu, kayu serta besi dan dibangun sebagai jalan alternatif untuk menyeberang yang paling dekat. Sebab, bila harus memutar melewati Kecamatan Ngadiluwih dinilai terlalu jauh.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

