Advertisement
Peristiwa Daerah

Keren, Jumlah Petani Milenial Ngawi Terbanyak Se-Jatim

Petani milenial di Kabupaten Ngawi terbanyak se-Provinsi Jawa Timur. Hal itu sebagaimana dikatakan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, usai pertemuan dengan penyuluh pertania ...

TIMES Indonesia,
Keren, Jumlah Petani Milenial Ngawi Terbanyak Se-Jatim
Petani milenial Ngawi mengikuti workshop, pertanian ramah lingkungan. (Foto: Miftakul/TIMES INDONESIA)
A-AA+

NGAWI Petani milenial di Kabupaten Ngawi terbanyak se-Provinsi Jawa Timur. Hal itu sebagaimana dikatakan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, usai pertemuan dengan penyuluh pertanian swadaya (PPS), Selasa (2/8/2022).

Bupati Ony menyampaikan, pihaknya mengapresiasi minat kaum milenial Ngawi untuk terjun pada dunia pertanian. Terlebih, petani yang masih muda-muda itu, sudah menggunakan cara-cara modern dalam menerapkan pertanian.

Advertisement

"Petani milenial Ngawi terbanyak di Jawa Timur. Terdaftar ada 600 orang. Kami senang, di pertanian mereka banyak menggunakan cara-cara modern. Itu patut kita apresiasi," katanya kepada TIMES INDONESIA.

Untuk mengakomodir dan mewadahi para petani milenial itu, Bupati Ony menyebut akan difasilitasi melalui Agro Tecno Park di Ngrambe. Pengembangan petani milenial Ngawi itu juga akan dilakukan secara rutin.

Kabupaten Ngawi saat ini tengah getol dengan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pola pertanian yang tidak lagi bergantung dengan pupuk kimia sintetis. Terlebih ada rencana, pupuk kimia bersubsidi akan dihapuskan di tahun 20224 mendatang.

Terkait hal itu, Bupati Ony mengatakan, saat ini pemerintah pusat tengah mencari daerah yang sukses bertani ramah lingkungan, dengan hasil produksi yang bagus. Pihaknya berharap, Kabupaten Ngawi menjadi pionir seperti yang dimaksud pemerintah pusat.

"Maka dari itu kita harus bersiap, Ngawi diharapkan bisa menjadi pionir dengan pertanian yang ramah lingkungan, dan hasilnya bisa bagus," jelasnya.

Advertisement

Percepatan Sosialisasi Pertanian Ramah Lingkungan Lewat PPS

Bupati-Ngawi-5.jpg
Bupati Ngawi didampingi Kadin Ketahanan Pangan dan Pertanian, saat memberikan pengarahan. (Foto: Miftakul/TIMES INDONESIA)

Bupati Ony berharap hadirnya petugas penyuluh swadaya (PPS) bisa mempercepat sosialisasi pertanian ramah lingkungan di tengah masyarakat. Hadirnya PPS menjadi support bagi petugas penyuluh lapangan (PPL) yang telah ada sebelumnya.

"Ada 128 PPS, nantinya akan dibekali dengan wawasan yang komplit tentang pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan, dan akan menjadi mitra bagi PPL ASN kita," kata Bupati Ony.

Para PPS yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngawi itu juga akan mendapatkan SK. Para PPS juga akan mendapatkan honor bulanan. Di samping itu, para PPS juga diberikan target capaian kinerja.

"Kita ada beberapa target untuk PPS. Kalau tercapai, nanti juga akan diberikan penghargaan," ujar Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi menjelaskan, peran PPS nantinya akan lebih fokus pada sosialisasi mengenai pengurangan penggunaan pupuk kimia, serta perbaikan unsur hara pada tanah.

"Ada beberapa spot yang mengalami gagal panen, mungkin karena faktor unsur hara di tanah sudah rusak," jelasnya.

Supardi berharap peran serta PPS dapat meningkatkan jumlah kawasan pertanian ramah lingkungan di Ngawi. Di tahun 2022 ini, kawasan pertanian ramah lingkungan ditargetkan mencapai luasan 500 hektar.

"Tahun depan kita ditargetkan lagi, 1000 hektar luasan pertanian ramah lingkungan. Harapan kami kedepan petani kita bisa mandiri," papar Supardi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia