Bupati Bantul Lepas 5 KK Transmigran ke Sulawesi Utara
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, melepas 5 KK calon transmigran ke Mahalona, Luwuk Timur, Sulawesi Selatan. Pelepasan dilakukan, Jumat (19/8/2022) ...

BANTUL – Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, melepas 5 KK calon transmigran ke Mahalona, Luwuk Timur, Sulawesi Selatan. Pelepasan dilakukan, Jumat (19/8/2022) di kantor Transito Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul. Dihadiri Ketua Komisi D DPRD Bantul Suratman dan Kepala Disdukcapil Bantul.
Kepala Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti menjelaskan, dari kuota 15 calon transmigran pada tahun 2022. Sudah diberangkatkan 8 KK ke dua lokasi transmigrasi. Setelah sebelumnya memberangkatkan 3 KK ke Muna Sulawesi Selatan. Sehingga tinggal 7 KK yang belum diberangkatkan. Dengan tujuan Paser, Bulungan dan Konawe.
Sebagai modal usaha, setiap calon transmigran akan mendapat lahan seluas 2 Hektare. Sebagai lahan pertanian, perkebunan dan tempat tinggal. Modal usaha ini berasal pemerintah setempat. Sedangkan Pemkab Bantul memberikan uang saku masing - masing senilai Rp 10 Juta untuk setiap KK.
Sebelum diberangkatkan setiap calon transmigran sudah mendapat pelatihan. Selain ketrampilan bidang pertanian dan perkebunan, calon transmigran juga mendapat ketrampilan lain Seperti pertukangan, perikanan dan permebelan. Dengan harapan dapat segera survive di lokasi transmigrasi.

"Transmigran asal Bantul di Muna berhasil membuka usaha instalatir listrik karena memiliki latar pendidikan SMK Elektronik," jelas Istirul Widilastuti.
Salah satu calon transmigran Eko Basarudin mengaku siap hidup di lokasi transmigrasi Warga Caturharjo Pandak ini mengaku, mantap mengikuti program transmigrasi karena ingin memperbaiki taraf kehidupannya.
Selain mengolah lahan milik mertua, pria 37 tahun ini juga kerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan mengolah lahan pertanian milik sendiri, Eko berharap dapat memperbaiki taraf ekonomi keluarganya. Khususnya untuk mempersiapkan masa depan yang lenih bagus bagi anaknya. Disela - sela bertani dirinya juga akan berdagang untuk menambah pendapatan.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menilai, transmigrasi menjadi program yang efektif untuk mempercepat proses pembangunan. Melalui pengembangan pusat - pusat pertumbuhan ekonomi baru. Lahan pertanian yang tidak produktif diluar pulau Jawa, Butuh tangan terampil untuk mengolahnya.
Transmigran asal Bantul yang dikenal gigih dan ulet, banyak dibutuhkan dalam program transmigrasi Terbukti setelah dikelola transmigran asal Bantul. Saat ini lokasi transmigrasi tumbuh menjadi kawasan yang berkembang. Baik dari disi ekonomi maupun sosial. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

