Harga Telur di Banyuwangi Naik, Ini Penyebanya
Pekan ini, harga telur ayam ras di Banyuwangi menyentuh harga tertinggi. Pedagang pasar Genteng 2, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kini menjual telur dengan kisa ...

BANYUWANGI – Pekan ini, harga telur ayam ras di Banyuwangi menyentuh harga tertinggi. Pedagang pasar Genteng 2, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kini menjual telur dengan kisaran Rp29.000 per kilogram. Kenaikan harga telur ayam ditengarai oleh kenaikan harga pakan ayam. Selain itu, permintaan konsumen yang semakin meningkat juga menjadi pemicu.
"Beberapa kebutuhan pokok masih stabil. Namun untuk telur, terus mengalami peningkatan sejak dua minggu terakhir," kata Koordinator Pasar Genteng, Sudarmanto melalui staff pencatat harga, Arif Kurniawan, Jumat (26/8/2022).
Arif menambahkan, harga telur sebelumnya berkisar Rp26.000, per kilogram. Namun karena banyak permintaan dan kenaikan harga pakan ayam yang kian melonjak, otomatis harga telur juga mengalami kenaikan.
"Rata-rata harga telur naik hingga Rp3.000, perkilogramnya," ungkapnya.
Harga kebutuhan pokok lain, lanjut Arif, relatif stabil. Tercatat untuk Beras premium Rp11.000, per kilogram, cabai merah besar Rp40.000, cabe rawit Rp25.000, cabai hijau Rp30.000,. Sedangkan untuk harga daging sapi berada di Rp130.000 per kilogram, daging ayam potong Rp33.000, dan untuk harga daging ayam kampung dijual Rp80.000 per kilogram.
"Sedangkan untuk harga sayur, seperti kubis, buncis, tomat, kentang dan wortel tidak mengalami perubahan," tuturnya.
Sementara itu, Sumanto (42) warga Kecamatan Glenmore, mengaku dengan kenaikan harga telur tentu berdampak pada penghasilannya berjualan martabak. Dengan sangat terpaksa, ia harus mengeluarkan dana belanja lebih banyak untuk mendapatkan pasokan telur yang menjadi kebutuhan pokok dalam meracik dagangannya itu.
"Dua minggu lalu harga telor masih Rp26.000, perki logram, namun saat ini harganya berubah menjadi Rp30.000, per kilogram," terangnya.
Terpisah, Mulyono (56) pengusaha ayam petelur, yang berada di Kecamatan Gambiran menjelaskan kenaikan harga telur sudah sejak dua minggu yang lalu. Kenaikan tersebut, dipengaruhi oleh pakan ayam petelur yang semakin tinggi dan banyak permintaan.
"Permintaan dari konsumen semakin banyak, sedangkan untuk stok telur ayam ras sedikit, ditambah harga pakan juga naik," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


