Advertisement
Peristiwa Daerah

Hanya Direhab Satu Kali Sejak 1949, Jembatan Jatipamor Majalengka Masih Kuat Berdiri

Jembatan Jatipamor adalah jembatan menghubungkan ruas jalan utama menuju Majalengka Kota dari Kadipaten. Dibangun sejak Oktober 1949, jembatan ini diperbaiki sekali saja ...

TIMES Indonesia,
Hanya Direhab Satu Kali Sejak 1949, Jembatan Jatipamor Majalengka Masih Kuat Berdiri
Jembatan Jatipamor Majalengka. (FOTO: Herik Diana/TIMES Indonesia)
A-AA+

MAJALENGKA Jembatan Jatipamor adalah jembatan menghubungkan ruas jalan utama menuju Majalengka Kota dari Kadipaten. Dibangun sejak Oktober 1949, jembatan ini diperbaiki sekali saja yakni pada November 1949.

Ketua Grup Madjalengka Baheula (Grumala) Nana Rohmana mengatakan, jembatan Jatipamor itu dibangun pertama kali tahun 1860-an. Sempat direhabilitasi kembali tahun 1949 di bulan Oktober.

Advertisement

"Plakat itu masih ada pada sisi jembatan Jatipamor. Jembatan yang tidak memakai rangka ke atasnya. Ada di sisi kiri dan kanan. Kalau jembatan satunya, yang pakai rangka ke atas itu dibangun tahun 1993," ungkap pria yang akrab disapa Mang Naro, Sabtu, (3/9/2022). ‎

Mang Naro menambahkan, ‎awalnya jembatan tersebut hanyalah jembatan gantung. Istilah Belanda itu namanya Hangsbrugh. Menurut bahasa warga Majalengka yakni Sasak Gonjing.

‎"Pada13 Februari 1949, jembatan gantung Jatipamor Majalengka itu terkena bom. Itu sengaja dilakukan oleh para pejuang Majalengka. Tujuannya memutus pasokan logistik tentara Belanda. Bahkan, ada mobil Jeep tentara Belanda yang jatuh ke dasar sungai," ujarnya.

Naro menuturkan, alasan pada waktu itu, tentara Belanda sangat membutuhkan akses jalan, maka jembatan sementara atau disebut Bally itu dibuat, waktu itu tertera tanggal 24 Oktober 1949. Dibangun ulang secara permanen tanggal 26 November 1949.

"Pembangunan jembatan Jatipamor itu hanya butuh waktu satu bulan, namun kekuatannya hingga kini masih kokoh. Jembatan lama Jatipamor ini diberi nama Jembatan Tjideres Ilir. Ada plakat di sisi jembatannya, yang masih menggunakan  bahasa Belanda. Plakat tersebut tertulis, Gestort Okt 1949 dan Onkist Nov 1949." ungkapnya.

Advertisement

‎Sementara jembatan sisinya, yang memakai rangka baja ke atasnya, selesai dibangun tahun 1993. Itu juga ada dalam plakat di sebelah sisi jembatan.

Pembangunan jembatan Tjideres Ilir itu merupakan pembangunan infrastruktur Belanda, yang terakhir di wilayah  Majalengka. Sebab, menginjak tahun 1950-an, Belanda sudah mulai hengkang dari Majalengka.

"Jembatan Jatipamor, Majalengka yang hingga kini masih sering dilalui oleh pengendara motor dan mobil, itu dibuat sejak tahun 1949-an. Hingga kini masih kokoh berdiri." ‎ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia