Advertisement
Peristiwa Daerah

Harga BBM Naik, Saatnya Beralih ke Sepeda Listrik

Permintaan sepeda listrik kian meningkat seiring dengan kenaikan harga BBM. Seperti halnya di Kabupaten Ngawi, masyarakat mulai beralih dari sepeda motor konvensional ke ...

TIMES Indonesia,
Harga BBM Naik, Saatnya Beralih ke Sepeda Listrik
Dealer sepeda dan motor listrik di Kabupaten Ngawi kian ramai pasca kenaikan harga BBM. (FOTO: Miftakul/TIMES Indonesia)
A-AA+

NGAWI Permintaan sepeda listrik kian meningkat seiring dengan kenaikan harga BBM. Seperti halnya di Kabupaten Ngawi, masyarakat mulai beralih dari sepeda motor konvensional ke sepeda listrik.

Nurul Hidayah, kepala toko dealer sepeda dan motor listrik di Kabupaten Ngawi mengatakan sejak adanya isu kenaikan harga BBM, permintaan sepeda atau motor listrik mulai meningkat.

Advertisement

"Sebelumnya masyarakat belum begitu familiar ya dengan sepeda listrik. Setelah ada kenaikan harga BBM, penjualannya semakin meningkat," katanya kepada TIMES INDONESIA, Rabu (7/9/2022).

Motor-lisrtik.jpg
Nurul Hidayah, pegawai dealer saat memberikan keterangan. (FOTO: Miftakul/TIMES Indonesia)

Nurul mengungkapkan, setelah ada kenaikan harga BBM, penjualan sepeda listrik meningkat signifikan. Rata-rata setiap hari bisa terjual 4 unit sepeda listrik berbagai varian.

Menurutnya, masyarakat Ngawi mulai beralih ke sepeda listrik sebab ingin berhemat. Faktor kenaikan harga BBM, menjadi alasan utama masyarakat meminang sepeda listrik.

"Sebelum ada kenaikan harga BBM, penjualan sepeda listrik landai ya, standar. Tapi setelah ada kenaikan harga BBM, mulai meningkat. Itu untuk varian anak-anak atau dewasa," ucapnya.

Advertisement

Selain menyediakan sepeda listrik, dealer yang berada di jalan Ahmad Yani, Ngawi tersebut juga menyediakan motor listrik. Nurul menyebut, motor listrik cenderung diminati para pekerja.

"Motor listrik banyak diminati para pekerja. Pertama karena tanpa BBM, kedua hemat waktu juga, tidak perlu antre BBM di SPBU, harga BBM juga semakin mahal, jadi pada pindah ke motor listrik," ujarnya.

Nurul menyebut, keunggulan sepeda listrik daripada kendaraan bermotor, selain hemat juga lebih aman. Sebab, sepeda listrik dapat disetel kecepatan maksimumnya, dari 30 KM/Jam atau 40 KM/Jam.

Dari segi kehematan, Nurul menyebut sepeda atau motor listrik jauh lebih murah dibandingkan motor konvensional. Satu kali charger, durasi 3 jam, dapat digunakan untuk menempuh jarak hingga 40 kilometer.

"Kalkulasi biaya charger selama 3 jam hanya Rp2.000. Itu dapat digunakan untuk menempuh perjalanan 40 kilometer, tergantung penggunaan," ujarnya.

Sebagai informasi, sepada dan motor listrik yang dijual di Kabupaten Ngawi merupakan produk Indonesia. Pabrik perakitan ada di Semarang, Jawa Tengah.

"Masyarakat bisa mendapatkan sepeda listrik mulai dari Rp 5 jutaan," papar kepala toko dealer sepeda dan motor listrik di Kabupaten Ngawi, yang mengalami peningkatan permintaan, seiring kenaikan harga BBM. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia