Advertisement
Peristiwa Daerah

Membakar Sisa Panen Bisa Sebabkan Karhutla, Perhutani KPH Bondowoso Imbau Agar Dipendam

Kebiasaan petani tebu yang membakar sisa panen di lahan mereka ternyata berbahaya. Sebab bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). ... ... ...

TIMES Indonesia,
Membakar Sisa Panen Bisa Sebabkan Karhutla, Perhutani KPH Bondowoso Imbau Agar Dipendam
Sisa hasil pertanian tebu di Kabupaten Bondowoso yang dibakar oleh pemiliknya (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Kebiasaan petani tebu yang membakar sisa panen di lahan mereka ternyata berbahaya. Sebab bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, bulan ini sudah memasuki musim panen tebu. Biasanya pembersihan lahan dilakukan dengan cara dibakar.

Advertisement

Aparat kepolisian Polres Bondowoso juga sudah memberikan peringatan mengenai hal tersebut. Bahkan juga sudah melakukan sosialisasi.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Administratur Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Perhutani Bondowoso, Andi Adrian Hidayat mengatakan, pembersihan dengan cara dibakar itu tidak dibenarkan.

Pembersihan lahan biasanya dengan cara dikubur. Apalagi dengan cara dikubur, dapat berfungsi sebagai pupuk.

"Itu berlaku untuk semua jenis tanaman. Karena ketentuannya sama, tidak boleh ada pembakaran dalam rangka land clearing," kata dia.

Memang kata dia, sisa panen yang dikubur membutuhkan waktu lebih lama daripada dibakar. Namun di sisi lain, membakar sisa panen tebu lebih beresiko menjalar ke lahan lainnya sehingga bisa menyebabkan Karhutla.

Advertisement

Pihaknya mengaku sudah memberikan sosialisasi kepada kelompok tani. "Antisipasi ini melalui kelompok sudah dilakukan sejak April lalu," imbuh dia. 

Menurutnya, kebakaran lahan biasanya disebabkan oleh aktivitas masyarakat, khususnya di pertanian. Tidak hanya warga setempat. Terkadang kebakaran dilakukan oleh orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) sehingga sulit ditangani.

"Ada kecenderungan ODGJ yang membakar lahan di beberapa titik. Dia iseng bakar-bakar lalu lari," bebernya.

Perhutani KPH Bondowoso menerjunkan 200 petugas yang memantau keamanan lahan seluas 88 ribu hektar se Bondowoso. 

Andi juga meminta aparat desa terutama kepala dusun untuk memantau keluar masuk ke dalam kawasan hutan. 

Dia juga mengimbau untuk melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang mengakses lahan Perhutani, untuk turut serta mengamankan lahan dari kebakaran. 

"Kalau pertanian, setelah tidak ada hujan tumbuh rumput sekarang mereka mempersiapkan pembersihan. Ini yang kita jaga di titik tertentu," tegas dia terkait antipasi Karhutla. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia