Revitalisasi Tuntas, Komplek Wisata Religi Sunan Drajat Tawarkan Kenyamanan
Kawasan wisata religi Makam Sunan Drajat Lamongan kini tampak lebih segar, setelah beberapa bagian yang mengalami kerusakan selesai direvitalisasi. ...

LAMONGAN – Kawasan wisata religi Makam Sunan Drajat Lamongan kini tampak lebih segar, setelah beberapa bagian yang mengalami kerusakan selesai direvitalisasi.
Revitalisasi kawasan wisata religi yang berada di Kecamatan Paciran tersebut dikerjakan sejak akhir tahun 2021, oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Direktorat Penataan Bangunan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Beberapa bagian yang direvitalisasi meliputi Gapura Agung, pagar dan kanopi beserta lantai pedestrian sepanjang kurang lebih 150 meter, mulai dari Gapura Agung hingga depan Masjid.
Khusus Gapura Agung, tidak diganti dengan gapura baru atau replika, karena bangunan gapura masih asli. Pengerjaan hanya bersifat rehabilitasi. Bagian-bagian yang masih utuh hanya dilakukan coating atau pelapisan menggunakan minyak atsiri sesuai rekomendasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Sedangkan bagian kanopi dirombak total dengan bangunan baru, tapi tetap dengan arsitektur yang menyerupai dengan bentuk aslinya. Dari sisi material juga sesuai dengan materialnya zaman dulu, yaitu menggunakan kayu jati.
"Selain Gapura Agung dan kanopi beserta lantainya, ada penambahan (atap) di musala. Terus pagar depan, sepanjang jalan itu (kanan dan kiri Gapura Agung), terus balai rantai," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Situ Rubikah, Sabtu (10/9/2022).
Tak hanya itu, ruang terbuka yang biasanya menjadi tempat para peziarah beristirahat juga ditata, lengkap dengan kursi-kursi dari semen.
"Ada batuan juga, di bawah pohon-pohon. Dinginlah untuk di taman itu," tuturnya.
Rubikah pun berharap dengan fasilitas yang semakin baik, tingkat kunjungan wisatawan atau peziarah juga semakin banyak.

"Harapan kami sepeti itu dan peziarah itu juga merasa nyaman dengan setelah direvitalisasi. Dan tentunya dengan banyaknya wisatawan, kan secara otomatis nanti ada peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah)," ucapnya.
Selain membuat peziarah semakin nyaman pasca dilakukan revitalisasi, perziarah juga bisa mempelajari sejarah islam melalui beragam koleksi benda bersejarah peninggalan Sunan Drajat yang masih tersimpan rapi di Museum Sunan Drajat Lamongan.
Beberapa peninggalan tersebut di antaranya adalah sisa-sisa perangkat gamelan, mulai dari bonang, angklung, ketuk, rebab, gender dan saron.
"Ada juga Batik Drajat, Naskah Daun Lontar. Kemudian ada juga koleksi dari Sunan Sendang Duwur yang kebanyakan perangkat masjid," kata M. Nafis Abdul Rouf, seorang pemerhati budaya Lamongan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


