Buka Tambang Madu, Wali Kota Madiun Ajak Warga Ternak Lebah Klanceng

TIMESINDONESIA, MADIUN – Wali Kota Madiun H. Maidi getol mengajak warga kota beternak lebah madu. Terutama dari jenis Apis Trigona atau Lebah Klanceng. Targetnya madu bakal dijadikan salah satu ikon produk kota pendekar.
"Kota Madiun itu kota sejuta bunga. Kita bisa menikmati indahnya bunga. Jangan hanya menanam bunga saja harus ada hasilnya," ujar Wali Kota Madiun H. Maidi.
Advertisement
Gerakan beternak lebah klanceng diawali dengan sosialisasi dan pelatihan yang sudah dilaksanakan di semua kelurahan. Pelatihan diikuti perwakilan warga dari lingkungan RW. Targetnya di setiap RW ada klaster ternak lebah madu yang dikelola warga. "Saya mau buka tambang madu di Kota Madiun," tegas Wali Kota Madiun, Maidi.
Jika usaha beternak lebah madu secara masif ini berhasil, maka madu berpotensi dikembangkan menjadi produk unggulan. Secara ekonomis, hasilnya cukup menjanjikan. Satu setup (kandang) lebah bisa menghasilkan madu dengan harga Rp150 ribu.
"Kebutuhan madu cukup banyak. Sepanjang kualitasnya bagus pasti dicari orang," kata Wali Kota Madiun, Maidi.
Selain pendampingan produksi, Maidi mengaku sudah menyiapkan konsep pemasaran madu hasil ternak warga. Produk madu kemasan akan dipasarkan melalui lapak UMKM di setiap kelurahan. Serta menggandeng UMKM yang jumlahnya cukup banyak di Kota Madiun.
Wali Kota Madiun H. Maidi safari pelatihan ternak lebah madu di seluruh kelurahan. (Foto: Yupi Apridayani/TIMESIndonesia)
"Kita bisa lihat Thailand. Di sana, orang berwisata cari madu. Nanti wisata di Kota Madiun bisa ke tempat ternak lebah. Bisa langsung beli madunya," jelas Wali Kota Madiun, Maidi.
Di wilayah Kecamatan Manguharjo, pelatihan ternak lebah sudah dilaksanakan di 9 kelurahan. Pelatihan ternak lebah terakhir dilakukan di Kelurahan Ngegong pada 25 Agustus 2022 lalu. Usai pelatihan, masing-masing kelurahan diberikan setup lebah untuk dikembangkan.
"Total ada 233 setup lebah yang diberikan kepada warga. Rata-rata tiap kelurahan 20-25 setup," ungkap Danang Mardianto Camat Manguharjo.
Menurut Danang, pengelolaan ternak lebah dilakukan secara kelompok. Ada tim khusus yang akan mendampingi warga. Pendampingan awal dilakukan hingga panen pertama.
"Sekitar 4-6 bulan. Panen pertama diperkirakan bulan Desember nanti," jelas Danang.
Untuk pemilihan lokasi, lanjut Danang, dipilih tempat dengan potensi vegetasi yang baik sebagai bahan makanan lebah. Sebagai pendukung, warga juga diimbau menanam bunga yang disukai lebah di lingkungan rumah. Salah satunya bunga jenis air mata pengantin (antigonon leptopus alba).
Perwakilan warga Kelurahan Ngegong mengikuti pelatihan ternak lebah madu. (Foto: Yupi Apridayani/TIMESIndonesia)
"Meskipun di kawasan perkotaan semua kelurahan punya potensi. Untuk wilayah padat penduduk nanti dicarikan tempat yang tidak terpakai untuk membuat vegetasi sekaligus tempat beternak lebah," kata Danang.
Sesuai dengan arahan Wali Kota Madiun H. Maidi, madu hasil dari ternak lebah klanceng akan dipasarkan melalui lapak UMKM di masing-masing kelurahan. Selain itu ternak lebah madu warga Kota Madiun bisa dikelola dan dipasarkan melalui koperasi atau UMKM setempat. (d)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Deasy Mayasari |
Publisher | : Sholihin Nur |