Peristiwa Daerah

Dishub Kota Banjar Buat Rute Pengalihan Arus Lalin Menuju Terminal Banjar

Jumat, 16 September 2022 - 19:14 | 103.56k
Pemasangan Portal dilakukan Bidang Binamarga Dinas PUPR Kota Banjar di Jembatan Baru untuk membatasi kendaraan diatas ketinggian 2.40 Meter melintasi jembatan pasca 3 tiang pancang penyangga jembatan patah. (FOTO: Susi/TIMES Indonesia)
Pemasangan Portal dilakukan Bidang Binamarga Dinas PUPR Kota Banjar di Jembatan Baru untuk membatasi kendaraan diatas ketinggian 2.40 Meter melintasi jembatan pasca 3 tiang pancang penyangga jembatan patah. (FOTO: Susi/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANJARDishub Kota Banjar sore ini akan menutup Jembatan Baru Lingkungan Parunglesang Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar. Penutupan jembatan itu sebagai imbas dari patahnya 3 tiang pancang penyangga jembatan, Jumat (16/9/2022).

Penutupan jembatan tersebut untuk membatasi kendaraan yang melintasi jembatan guna mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan. Akibatnya, beberapa kendaraan bertonase besar tidak dapat melintasi Jembatan Baru. Dishub Kota Banjar membatasi kendaraan dengan ketinggian di atas 2,40 Meter.

Advertisement

Kepala Dishub Kota Banjar, Drs Ajat Sudrajat melalui Kepala Bidang Lalulintas dan angkutan jalan, Fera Mada Pratama, dalam keterangan persnya mengatakan peralihan arus lalu lintas tersebut sifatnya sementara.

"Kami masih menunggu kajian dari Binamarga Provinsi Jawa Barat dimana Dinas PUPR saat ini masih berada disana untuk membahas terkait persoalan ini, jika nanti pertimbangan Binamarga Provinsi menyatakan bahwa jembatan masih dalam kondisi aman dilewati kendaraan besar maka portal akan dibuka kembali," paparnya, Jumat (16/9/2022).

Dishub-Kota-Banjar-2.jpgKabid Lalin dan angkutan jalan Dishub Kota Banjar menyebutkan pihaknya sore ini melakukan pengalihan arus kendaraan yang ketinggiannya di atas 2,40 Meter. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)

Terkait berapa lamanya penutupan Jembatan Baru bagi kendaraan di atas ketinggian 2,40 Meter, Fera menyebutkan pihaknya menunggu instruksi dari Dinas PUPR Kota Banjar.

"Mulai sore ini kami bersama Dinas PUPR sudah siapkan beberapa rambu pengalihan arus lalulintas menuju Terminal Banjar," lanjutnya.

Adapun rute pengalihan arus lalulintas yang telah ditentukan Dishub bersama Satlantas Polres Banjar yaitu dari Simpang lampu Merah Cipadung lurus ke arah rest area Banjar Atas kemudian di lampu merah berikutnya belok ke kanan melintasi Jembatan Parungsari kemudian di persimpangan Alun-alun belok kanan melewati Toserba Padjadjaran di jalur Perintis Kemerdekaan.

"Dari jalur tersebut nantinya Bus maupun kendaraan besar lainnya dapat melintasi Taman Kota Banjar menuju Terminal Banjar," terang Fera.

Dalam pengalihan arus ini, lanjut Fera, pihaknya sudah mengimbau PKL Alun-alun agar tidak melewati batas area jualan karena dengan melintasnya kendaraan besar dikhawatirkan dapat menimbulkan kemacetan.

"Jadi kalau sore PKL diimbau berjualan tanpa mengganggu jalur kendaraan sementara untuk lahan parkir yang biasa digunakan pengunjung Alun-alun sudah dipasangi rambu larangan parkir agar tidak mengganggu kelancaran lalulintas," paparnya.

Kendati dibawah rintik hujan, para petugas Binamarga nampak memasang portal di masing-masing muka jembatan dari arah Kecamatan Purwaharja maupun dari arah Kecamatan Banjar.

Sementara petugas Dishub Kota Banjar tak kalah sibuk mengatur arus lalulintas setelah sebelumnya dipasang rambu-rambu petunjuk rute pengalihan arus lalulintas.

Dengan adanya perbaikan tiang pancang penyangga jembatan yang patah, secara langsung membuat jadwal penutupan Jembatan Parungsari mundur.

Pasalnya, kedua jembatan tersebut memiliki peranan vital sebagai akses penghubung kedua Kecamatan yang berada di Pusat Kota Banjar.

"Kondisi Jembatan Parungsari sebetulnya sudah dalam jadwal pengerjaan namun dikarenakan ada musibah patahnya tiang pancang penyangga Jembatan Baru maka pengerjaan Jembatan Parungsari ditunda," ungkap Fera.

Hal tersebut dikarenakan kedua Jembatan berfungsi sebagai jalur alternatif ketika salah satunya dalam perbaikan.

Rencananya, Jembatan Parungsari akan mulai diperbaiki bulan depan setelah selesai relokasi pipa PDAM yang menempel di badan Jembatan.

Ini diungkap Budiyatno, Construction Manager PT Bukaka Teknik Utama, Tbk dalam sosialisasi yang digelar pekan ini di ruang rapat Gunung Sangkur Setda Kota Banjar.

"Tapi karena ada 3 tiang pancang penyangga jembatan patah maka pengerjaan perbaikan kami tunda karena Jembatan Parungsari justru akan digunakan sebagai jalur alternatif pengalihan arus lalu lintas selama Jembatan Baru diperbaiki," katanya saat itu.

Kendati demikian, lanjut Budi, pihaknya menargetkan pengerjaan perbaikan secepatnya dilakukan mengingat Jembatan Parungsari juga sudah tua dan perlu segera dikerjakan. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES