Peristiwa Daerah

Pagar Jogging Track Pusdai dan Fasilitas Umum Lain Ambrol Tergerus Banjir Kota Banjar

Sabtu, 17 September 2022 - 12:44 | 16.14k
Pagar pembatas di Pusdai kawasan Jembar nampak ambrol tergerus bencana banjir. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)
Pagar pembatas di Pusdai kawasan Jembar nampak ambrol tergerus bencana banjir. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANJAR – Selain menyebabkan tiang pancang penyangga Jembatan Baru patah, kuatnya arus Sungai Citanduy pekan ini juga berakibat terhadap jebolnya tanggul inlet Bendungan Leuwikeris yang menyebabkan fasilitas pagar jogging track di taman Pusdai Kota Banjar jebol dan alami kerusakan.

Selain itu, tembok penahan tebing di area Jembatan Parungsari dan Ecopark Kota Banjar jebol akibat luapan air Sungai Citanduy yang tingg dan menggenangi beberapa fasilitas umum lainnya.

Advertisement

Kondisi ini mengundang keprihatinan Ketua Umum Komisariat STISIP Kota Banjar, Rio Julian Rustandi yang menyebutkan bahwa bencana tersebut harus menjadi bahan evaluasi pemerintah akan dampak dari pembangunan Leuwikeris dan seperti apa pemerintah setempat menyelesaikan dampak yang terjadi di Kota Banjar.

"Itu baru tanggulnya saja, apalagi jika bendunganya yang begitu besar jebol,  tidak menutup kemungkinan Kota Banjar akan mengalami kebanjiran yang nantinya pasti mengakibatkan kerusakan yang lebih besar," katanya, Sabtu (17/9/2022).

Rio menyampaikan perlu ada evaluasi yang serius dari semua pihak agar dampak dari pembangunan Bendungan Leuwikeris bagi Kota Banjar bisa diminimalisir.

"Pembangunan Leuwi Keris memang perlu dievaluasi lagi oleh pemerintah. Pemerintah Pusat harus memberikan hasil pembangunan yang maksimal sehingga secara kualitas proyek tersebut tetap kokoh, sedangkan untuk pemerintah Kota Banjar sendiri harus bisa mengantisipasi dampak buruk yang akan terjadi jika Leuwikeris ini jebol," jabarnya.

Pemerintah Kota diharapkan bisa lebih mempertimbangkan dampak buruk yang bakal terjadi agar tidak merugikan masyarakat. 

"Harapan saya pemerintah bisa lebih memikirkan dampak buruknya terlebih dahulu dibanding manfaat dari sebuah proyek, agar kejadian yang memang tidak diinginkan bisa diantisipasi atau bahkan tidak terjadi," katanya.

Dengan pertimbangan tersebut, Pemerintah juga dapat mempersiapkan dengan matang apabila dampak seperti jebolnya tanggul Inlet Leuwi Keris menimpa warganya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Banjar dinilai kurang tanggap dalam penanganan bencana banjir yang mengakibatkan 58 rumah terendam bahkan ada yang sampai mencapai perut orang dewasa.

Selain merusak perabotan yang belum sempat diselamatkan, meluapnya debit air Sungai Citanduy juga merusak rumah warga sehingga mengalami retak-retak di Wilayah Desa Jajawar.

Hal ini membuktikan kurang koordinasinya antara pihak Bendungan Leuwi Keris dengan Pemerintah Kota Banjar terkait meluapnya debit air Sungai Citanduy yang mengakibatkan mitigasi bencana kurang cepat memberikan peringatan kepada warga yang berada di area bantaran Sungai Citanduy.

Ini diakui Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Kusnadi, kepada TIMES Indonesia saat ditemui disela kegiatannya memantau patahnya tiang pancang penyangga Jembatan Baru.

 "Padahal saat terjadi jebolnya tanggul Inlet Leuwi Keris ada jeda waktu beberapa jam untuk sampai di Kota Banjar tapi karena tidak ada koordinasi dari Leuwi Keris hingga kami di sini tidak ada persiapan untuk pencegahan," jabarnya.

Jika saja ada koordinasi yang baik, maka pintu air di Wilayah Jelat bisa ditutup karena pada saat kejadian dalam keadaan dibuka.

"Kami hanya bisa membantu memberikan bantuan pasca kejadian termasuk mencegah terjadinya kerusakan lebih parah dengan mengevakuasi kayu dan sampah yang diduga menghantam tiang pancang pada saat air meluap dan arusnya sedang kuat," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Eri Kusmara Wardhana mengatakan, pihaknya akan membersihkan dan merapihkan kondisi taman Jogging Track dampak dari luapan arus sungai Citanduy.

"Kita sedang mulai membereskan sisa-sisa luapan air Sungai Citanduy. Termasuk membersihkan sampah dan menata kembali kawasan taman dan jogging track tersebut," katanya.

Eri menambahkan bahwa kini Pemerintah Kota saling bahu membahu untuk mengatasi dampak banjir yang selain merendam pemukiman warga juga merusak beberapa fasilitas umum lainnya di Kota Banjar. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES