Peristiwa Daerah

Canangkan Bedas Ngaleuweung, Bupati Bandung Masuk Hutan

Senin, 26 September 2022 - 07:21 | 24.13k
Canangkan Bedas Ngaleuweung, Bupati Bandung Masuk Hutan
Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatn mencanangkan kegiatan Bedas Ngaleuweung, di Curug Bentang Pajajaran, Desa Alamendah, Kec Rancabali, Kab Bandung, Minggu (25/9/22). (FOTO: Iwa/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNGBupati Bandung H.M.Dadang Supriatna bersama jajaran perangkat daerah, camat, kepala desa, dan pihak lainnya mencanangkan kegiatan Bedas Ngamumule Leuweung (Bedas Ngaleuweung), di Curug Bentang Pajajaran, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Sabtu-Minggu (24-25/9/22).

Salah satu rangkaian dari kegiatan Bedas Ngaleuweung di antaranya melaksanakan launching gerakan percepatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam pengendalian bencana dan kerusakan lingkungan Sub DAS Ciwidey secara pentahelix. 

"Kegiatan Bedas Ngaleuweung ini dilakukan pasca-terjadinya banjir bandang di Kecamatan Rancabali, tepatnya di Desa Alamendah. Ada dua kejadian banjir bandang, sehingga saya mengundang para kepala desa dari hulu sampai ke hilir sungai, termasuk BBWSC, PSDA, pecinta lingkungan, dan stakeholder lainnya dan Dinas Lingkungan Hidup untuk bermusyawarah pada 1 Juli 2022 lalu," kata Dadang Supriatna, Minggu (25/9/2022).

Bedas-Ngaleuweung-2.jpg

Pada Sabtu kemarin, Bupati Bandung beserta jajaran perangkat daerah langsung melakukan survei lapangan. "Alhamdulillah, dalam waktu selama 2,5 bulan ini sudah bergerak, dan bisa dirasakan hasilnya. Dengan program pentahelix tentunya," kata bupati.

Dari mulai wilayah hulu sungai, ungkap bupati, adanya sterilisasi lahan, dengan radius sekitar 50 meter dari median, sekitar hulu ini tidak ada tanaman yang sifatnya bukan endemik, tapi diganti dengan tanaman yang endemik.

"Yang saat ini stroberi dan para petaninya diubah menjadi alih profesi dan komoditi  dari stroberi itu diganti kita kasih bantuan untuk para petaninya untuk mengurus lebah. Termasuk obtakernya," jelas Kang DS, sapaan bupati.

Kang DS menyebut ada 164 petani yang mendapatkan bantuan tersebut. Mereka juga sudah mulai melakukan penanaman pohon tanaman keras di sekitar bantaran sungai dan  sempadan sungai yang berada di hulu sungai tersebut. "Untuk menjaga kelestarian lingkungan dan untuk tetap menjadi konservasi," kata dia.

Selanjutnya, ada tiga tim yang sudah dibuat, pertama  sudah membuat tim kolaborasi, kedua tim analisis kebijakan dan ketiga tim migitigasi. Dari tiga tim ini sudah menyampaikan informasi dan laporannya, dan semuanya sudah kelihatan.

Bedas-Ngaleuweung-3.jpg

Ada yang sifatnya jangka pendek dan mendesak, sehingga anggarannya melalui program pentahelix dan juga APBD dan kemarin ada yang memberikan bantuan dari PT. Fengtay, berupa lebah sebanyak 40 stup dan dari PDAM  kurang lebih 40 stup.

“Dari hulu ke hilir sungai, semua perusahaan yang ada di kawasan tersebut termasuk Geodipa turut membantu. "Ini sangat luar biasa," kata dia.

Sampai ke hilir sungai, yaitu di Leuwi Cikuray Soreang dan itu mulai dilaksanakan, termasuk di daerah Tenjolaya, juga sudah mulai dilaksanakan dan diperbaiki semua.

"Alhamdulillah, semua sudah kelihatan dan sudah luar biasa, termasuk di Cikuray Soreang yang mengairi air tujuh desa itu  sedang dalam pengerjaan. Insya Allah akan diresmikan di bulan Desember 2022," ungkapnya.

Bupati Bandung menuturkan, pihaknya bukan saja memikirkan Sub DAS Ciwidey saja, tapi memang ada Subdas lainnya yang menjadi perhatian tim tersebut.

"Tim ini tetap berjalan. Tim ini kita berikan tugas untuk bisa menyelesaikan persoalan dari Subdas sungai yang ada di wilayah Kabupaten Bandung. Bukan hanya di selatan Bandung saja, tapi di semua Subdas sungai di Kabupaten Bandung menjadi bagian yang salah satu tugasnya," tuturnya.

Ia mengatakan, role model yang sudah  dilakukan dipandang  berhasil dan dapat dilakukan. "Dan saya optimis dengan pola pentahelix bisa melaksanakan harapan sesuai keinginan masyarakat Kabupaten Bandung," tandas Bupati Bandung.

Kegiatan ini sebagai bentuk percepatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam pengendalian bencana dan kerusakan lingkungan Sub DAS Ciwidey secara Pentahelix.

Sementara Administratur Perhutani Bandung Selatan, Arif Marghana mengatakan, Perhutani bersinergi dalam hal pengkayaan tanaman di sepanjang Sub DAS Ciwidey 50 meter kiri kanan sungai Citiis untuk tahun 2022.

“Sekarang ini 50 meter kiri kanan sungai dijadikan green belt/sabuk sungai dan tidak diperbolehkan ada aktivitas penanaman tanaman semusim,” kata Arif.

“Perhutani Bandung Selatan, sebagai bagian dari Pemkab Bandung, siap mendukung program ngamumule Leuweung yang dicanangkan oleh Bapak Bupati Bandung,” imbuh Arif. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES