Peristiwa Daerah

Ini Kekokohan Jembatan Bailey, Pengganti Jembatan Gantung yang Ambruk di Probolinggo

Jumat, 30 September 2022 - 14:05 | 25.93k
Ini Kekokohan Jembatan Bailey, Pengganti Jembatan Gantung yang Ambruk di Probolinggo
Ilustrasi Jembatan Bailey terbuat dari baja ringan yang kokoh. (Foto: Pamkab Bantul)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGOPemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, akan segera membangun jembatan bailey sebagai pengganti jembatan gantung yang ambruk pada Jumat (9/9/2022) sekitar pukul 06.30 WIB lalu, di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Rangka Jembatan Bailey yang berbahan dari baja ringan dan berkualitas tersebut akan segera dinikmati oleh masyarakat sekitar. Jembatan Bailey itu dikenal kekokohannya dan bisa dipindah-pindah. Konon katanya, pada zaman dahulu, Jembatan Bailey kerap digunakan untuk perang, dan bahkan digunakan untuk berlindung saat terjadinya bencana alam.

Diketahui, Jembatan Bailey dikembangkan sejak tahun 1940 oleh Sir Donald, yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Perang Inggris. Bailey sendiri memliki hobi membuat konsep model jembatan. Dirangkainya Jembatan Bailey kala itu, untuk keperluan militer. Demikian sejarah tentang Jembatan Bailey yang dilansir dari dbmtr.jabarprov.go.id.

Hingga kini, kekokohan Jembatan Bailey itu benar-benar terbukti. Jembatan Bailey yang umurnya sudah puluhan tahun sejak era Perang Dunia II tetap eksis dan masih digunakan hingga saat ini, terutama pada saat terjadi darurat bencana alam.

Bisa dibongkar pasang salah satu keberhasilan dari Jembatan Bailey ini karena kesederhanaan fabrikasi dan perakitan komponen modular, dikombinasikan dengan kemampuan untuk mendirikan dan menggunakan bagian dengan bantuan minimum dari alat berat. Jembatan Bailey dapat dirakit dan dipasang dalam waktu singkat dan cepat dengan sedikit tenaga manual dan alat yang sederhana.

Di situ juga dijelaskan. Prototipe pertama diuji tahun 1941. Untuk pengujian awal, jembatan diletakkan di atas lapangan, sekitar 2 kaki (0,61 meter) di atas tanah, lalu beberapa tangki Mark V dipenuhi dengan besi kasar dan ditumpuk satu sama lain.

Jembatan-Bailey-2.jpgJembatan gantung yang ambruk di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.(Foto: Dicko W/TIMES Indonesia)

Setelah melakukan serangkain tes dan uji coba, Jembatan Biley akhirnya diproduksi secara massal pada Juli 1941. Ribuan pekerja dan lebih dari 650 perusahaan, termasuk perusahaan bernama Littlewoods, terlibat dalam pembuatan jembatan, dengan produksi akhirnya meningkat menjadi 25.000 panel dalam sebulan.

Setelah pengembangan dan pengujiannya sukses, jembatan tersebut mulai digunakan Korps Insinyur Kerajaan dan pertama kali digunakan di Afrika Utara tahun 1942. Sejarah mencatat bahwa Jembatan Bailey ini terbukti mudah digunakan dan menjadi solusi terutama untuk memenuhi kebutuhan akses jembatan di tengah kondisi mendesak dan darurat.

Pada Rabu (28/9/2022), tim Pemprov Jatim melakukan survey ke lokasi jembatan gantung yang ambruk. Jembatan Bailey yang akan dibangun memiliki panjang 36 meter. Lebar dudukannya sekitar 3 meter, dengan tinggi sama seperti jembatan gantung yang ambruk. Jembatan Bailey itu akan mampu menahan beban maksimal 5 ton.

“Pertimbangan memakai Jembatan Bailey, karena dari hasil penyelidikan tanah, tanahnya di sini lunak. Jadi kalau kita memakai jembatan pondasi dangkal, nanti diperkirakan tidak akan mampu menahan konstruksi jembatan itu sendiri,” kata Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Marijatoel Kittijah, saat survey.

Ada sedikit penolakan atau trauma dari warga setempat, jika tetap memakai jembatan gantung. Disamping itu kata dia, dana BTT itu tidak boleh permanen. Sementara jembatan gantung termasuk permanen.

Kittijah, melakukan survey bersama tim lainnya dari Pemprov Jatim. Meliputi inspektorat, BPBD, Bappeda, BPKAD, DPU Bina Marga, DPU SDA dan Biro Hukum.

Mereka didampingi tim Kabupaten Probolinggo meliputi BPBD, DPUPR, UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Probolinggo, Kecamatan Kraksaan serta Kepala Desa Kregenan.

Sesuai intruksi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, pembangunan jembatan pengganti dilakukan dengan dana Belanja Tidak Terduga atau BTT. Kittijah mengatakan, dari hasil asesmen yang sudah dilakukan, pembangunan kembali jembatan Desa Kregenan menelan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar.

Jembatan Bailey yang merupakan pengganti jembatan gantung yang ambruk di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ini hanya fokus kepada pejalan kaki, kendaraan roda dua dan kendaraan roda tiga. Sementara untuk kendaraan roda empat tidak boleh melewati jembatan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES