Peristiwa Daerah Tragedi Stadion Kanjuruhan

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Ketum Persedikab Sampaikan Duka untuk Korban

Minggu, 02 Oktober 2022 - 23:25 | 17.58k
Tragedi Stadion Kanjuruhan, Ketum Persedikab Sampaikan Duka untuk Korban
Ketua Umum Persedikab saat menyaksikan laga Persedikab di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. (Foto: Diskominfo Kabupaten Kediri)
FOKUS

Tragedi Stadion Kanjuruhan

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Ketua Umum Persedikab Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan duka cita mendalam pada korban tragedi Stadion Kanjuruhan.

Tragedi Stadion Kanjuruhan yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (01/10/2022) malam menorehkan luka mendalam pada dunia sepakbola tanah air.  Sampai Minggu, (02/10/2022) tercatat kurang lebih 127 orang tewas, dengan kebanyakan korban adalah suporter Arema FC, Aremania. 

Tragedi Stadion Kanjuruhan ini menjadi pukulan telak bagi dunia sepakbola tanah air, yang masih berusaha bangkit setelah dihantam pandemi selama 2 tahun terakhir. Musim lalu, Liga 1 seperti diketahui terpaksa dimainkan di ruang terbatas untuk mencegah penularan covid-19.

Menurut pria yang juga Bupati Kediri itu, tragedi Stadion Kanjuruhan tidak hanya menjadi kesedihan Aremania tapi juga menjadi kesedihan dan kehilangan seluruh pecinta bola di Republik Indonesia. Dari tragedi Stadion Kanjuruhan, pria yang akrab disapa Mas Dhito itu menegaskan para fans dan supoter bisa belajar bahwa fanatisme, kecintaan, loyalitas pada sebuah klub tidak sebanding dengan satu nyawa pun.

Belasungkawa sedalam-dalamnya dilontarkan Mas Dhito atas insiden yang menimpa Aremania setelah melawan Persebaya.

"Sejarah yang tidak patut kita banggakan dan sejarah yang perlu kita koreksi bersama suporter, bersama teman-teman fans pendukung sepak bola dari wilayah masing-masing," tuturnya.

ia juga menegaskan tidak sepatutnya kecintaan terhadap sepakbola harus dibayar dengan jatuhnya korban. Para penggemar sepakbola di Kabupaten Kediri, baik itu pendukung Persedikab ataupun suporter Persik yang akrab disapa Persikmania diajak untuk menghindari apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Saat ada korban jiwa melayang dalam laga sepakbola, ditambahkan Mas Dhito -  maka hakekat atau keindahan sepakbola itu hilang. Mas Dhito berharap kedepan tidak ada lagi kerusuhan yang memakan korban jiwa di dunia sepakbola. Selain itu iklim sepakbola harus berubah. Suporter diharapkan datang ke stadion dan pulang dalam suka ria, bukan suka duka.

Dituturkan Mas Dhito, kalah dan menang itu adalah bagian dari sepakbola. Diharapkan ke depannya tidak ada lagi setetes pun darah yang jatuh di atas tribun, ke lapangan dan stadion.

"Mari berdamai, mari merangkul dulur-dulur semua. Kita adalah saudara. Kita adalah Indonesia. Doa terbaik dari Kabupaten Kediri untuk Kanjuruhan, Malang," tukasnya lagi.

Pemerintah Kabupaten Kediri sendiri, menurut Mas Dhito terus berkomunikasi pihak-pihak terkait, seperti Bupati-Walikota Malang untuk  mencari informasi ada tidaknya korban dari warga Kabupaten Kediri dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Pada Minggu (2/10/2022) malam, Aremania turut menggelar aksi duka dengan penyalaan lilin di dua Stadion yakni Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dan Stadion Gajayana, Kota Malang.

Ratusan Aremania berkumpul menyalakan lilin dan menggelar doa bersama.

Sementara itu, sampai Minggu, dilaporkan terdapat kurang lebih 19 jenazah korban tewas Tragedi Stadion Kanjuruhan yang belum teridentifikasi. Korban yang meninggal dunia sendiri masih berpotensi bertambah. 

Hal itu mengingat setidaknya terdapat 180 orang korban luka tengah dirawat di beberapa rumah sakit yang tersebar di Malang Raya. Antara lain, Rumah Sakit Hasta Husada Kepanjen, RS Wava Husada Kepanjen, RS Teja Husada Kepanjeng.

Kemudian, RS Kanjuruhan Kepanjen, RSI Gondanglegi, Puskesmas Gondanglegi, RS Ben Mari Pakisaji Malang, RSU Pindad Turen, RS Salsabila, RSBK Turen dan RS Saiful Anwar Malang.

Di sisi lain, imbas dari tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden RI Joko Widodo telah memerintahkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menghentikan sementara Liga 1 serta meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas tragedi Stadion Kanjuruhan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES