Peristiwa Daerah Tragedi Stadion Kanjuruhan

Javier Roca: Saya Hancur Secara Mental

Selasa, 04 Oktober 2022 - 13:10 | 48.67k
Pemain Arema FC ketika berdoa bersama di tengah lapangan Stadion Kanjuruhan untuk mendoakan korban meninggal dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Senin (3/10/2022). (Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)
Pemain Arema FC ketika berdoa bersama di tengah lapangan Stadion Kanjuruhan untuk mendoakan korban meninggal dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Senin (3/10/2022). (Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)
FOKUS

Tragedi Stadion Kanjuruhan

TIMESINDONESIA, MALANGTragedi Stadion Kanjuruhan yang membuat 125 orang meninggal dan ratusan luka-luka membawa duka mendalam tim Arema FC dan semua pihak.

Pelatih Arema FC Javier Roca bahkan menyebut mentalnya hancur setelah mengalami tragedi tragis yang begitu memilukan. "Saya hancur secara mental," ucap Roca saat tabur bunga bersama tim Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, Senin (3/10/2022).

Advertisement

Pelatih asal Chili ini berandai-andai, jika saja Arema FC tidak kalah dari Persebaya dalam pertandingan Sabtu (1/10/2022) malam itu, kejadian kelam ini tidak akan terjadi.  "Jika kami imbang, ini tidak akan terjadi," ungkap Roca.

Gate-13-Stadion-Kanjuruhan.jpgTembok ventilasi jebol di pintu keluar gate 13 Stadion Kanjuruhan Malang. (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia

Sebagai informasi, dalam pertandingan pekan kedelapan Liga 1 tesebut, Arema FC kalah 2-3 atas rival abadinya Persebaya Surabaya. Usai laga, Aremania yang kecewa turun ke lapangan. Bencana terjadi ketika petugas menghalau dengan memukul dan menendang suporter dan mulai menembakkan gas air mata untuk membubarkan suporter.

Suporter di tribun yang mulai sesak nafas berdesakkan turun dari tribun dan keluar stadion. Malang, bagi suporter. Pintu keluar stadion terkunci. Suporter yang sesak nafas saling himpit dan berdesakan mencoba menjebol pintu dan ventilasi. Mereka yang tidak kuat akhirnya pingsan dan meninggal karena kehabisan nafas dan mungkin terinjak-injak oleh kawan-kawannya yang lain.

Roca yang sudah malang melintang di kompetisi sepak bola Indonesia sebagai pemain dan pelatih bercerita mengenai kondisi kamar ganti pada malam naas itu.

Pelatih berusia 45 tahun ini awalnya tidak menyadari sepenuhnya mengenai kondisi usai pertandingan. Apalagi waktu itu, dirinya harus menjalani prosesi wajib konferensi pers usai pertandingan.

Arema-FC-Tabur-Bunga.jpgPelatih Arema FC Javier Roca (paling depan) bersama pemain Arema FC ketika berdoa bersama dan tabur bunga terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan, Senin (3/10/2022). (Foto: Binar Gumilang/TIMES Indonesia)

"Ketika saya kembali dari konferensi pers, saya menemukan tragedi. Para pemain lewat dengan korban di tangan mereka," urai Roca sambil menangis. 

"Yang paling mengerikan adalah ketika korban masuk untuk dirawat oleh tim dokter (di ruang ganti). Sekitar dua puluh orang masuk dan empat meninggal. Ada suporter yang meninggal di pelukan pemain," ungkapnya.

Roca juga mengucapkan maaf atas kekalahan Arema FC yang kemudian memicu peristiwa ratusan nyawa melayang. Sebagai pelatih, ia meminta suprter Aremania tidak menyalahkan dan menyerang pemain. Menurutnya, kekalahan adalah tanggung jawabnya sebagai pelatih. Ia pun siap jika dipecat sebagai pelatih Singo Edan.

Pemain-Arema-FC-ketika-berdoa-bersama-di-tengah-Stadion-Kanjuruhan.jpgPemain Arema FC ketika berdoa bersama dan melakukan tabur bunga untuk mendoakan korban meninggal dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Senin (3/10/2022). (Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)

"Kita bisa belajar dari sini. Ini puncak kesalahan semua pihak, termasuk kita. Untuk itu kita mulai dari titik nol. Setelah kejadian ini semoga tidak ada lagi nyawa yang hilang dalam stadion. Baik saat pertandingan sepakbola atau olahraga lain," tuturnya. 

"Dari dalam hati saya meminta maaf pada Aremania dan warga Malang. Kalau mau mempertanyakan kualitas permainan, itu semua tanggung jawab saya," jelas Javier Roca terkait tragedi Stadion Kanjuruhan yang membuat 125 orang tewas. (*)
 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES