Peristiwa Daerah

Melalui Dermayon Fashion Show Street, IWAPI Indramayu Kenalkan Batik Paoman

Kamis, 06 Oktober 2022 - 22:18 | 25.48k
Melalui Dermayon Fashion Show Street, IWAPI Indramayu Kenalkan Batik Paoman
Pagelaran Dermayon Fashion show street (Foto: Selamet Hidayat/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, INDRAMAYUDermayon Fashion Show Street ramaikan Hari Batik Nasional dan hari jadi Kabupaten Indramayu yang ke-459. Fashion show ala Citayam Fashion week (CFW) digelar di Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Indramayu di Simpang Adipura Jalan R.A.Kartini Indramayu, Jawa Barat, Kamis (6/10/2022).

Dermayon Fashion Show Street diikuti puluhan anggota IWAPI dan sejumlah peraga busana profesional. Satu persatu peserta melenggang di zebra cross yang dijadikan catwalk.

Para peserta Dermayon Fashion Show Street mengenakan busana terbaik sambil memperkenalkan berbagai motif batik Indramayu, yakni batik paoman. Kegiatan itu juga dihadiri pendiri IWAPI dan tokoh nasional, Dewi Motik Pramono.

Dermayon-Fashion-show-street-2.jpg

Sontak saja kegiatan Dermayon Fashion Show Street ini mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat dan pengguna jalan yang melintas. Mereka ingin menyaksikan para model berasal dari 40 organisasi wanita yang ada di Indramayu.

Ketua IWAPI Cabang Indramayu, Hanifah Handayani, mengatakan, kegiatan Dermayon Fashion Show Street, memberikan suasana berbeda dari dalam memeriahkan Hari Jadi Indramayu yang ke-459 tahun.

"Kita ingin memeriahkan Hari Jadi Indramayu dengan berbagai kalangan organisasi khususnya untuk wanita, kita akan mengangkat karya dari orang Indramayu termasuk batik Indramayu," katanya.

Batik menjadi tema utama kegiatan Dermayon Fashion Show Street IWAPI karena sekaligus untuk memeriahkan hari batik yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober. IWAPI ingin mengangkat batik Indramayu agar semakin dikenal luas masyarakat Indonesia bahkan mancanegara.

"Kita mengangkat batik Indramayu karena kita bangga pada batik Indramayu, karena kita sebenarnya kaya akan karya. Batik Indramayu juga memiliki banyak motif dan sangat luar biasa kualitasnya," ujar Hanifah.

Dijelaskan Hanifah, total terdapat 53 motif batik paoman yang ditampilkan pada Dermayon Fashion Show Street. Diharapkan masyarakat lebih mencintai produk lokal khususnya Indramayu agar menciptakan dampak positif terhadap ekonomi.

"Sukses untuk kita semua, sukses untuk Indramayu dan kita berharap Indramayu bisa lebih hebat lagi ke depannya," ujar Hanifah.

Sementara itu pendiri IWAPI, Dewi Motik Pramono, mengaku sangat kagum akan hasil karya batik yang ada di Indramayu dan tidak kalah dengan batik dari daerah lainnya. Batik Indramayu memiliki motif yang khas dan kualitas  yang sangat baik.

Dermayon-Fashion-show-street-3.jpg

"Luar biasa sebanyak 53 motif batik yang sudah dibuat dan bahannya pun sangat halus, saya berencana akan membuat pameran batik khusus Indramayu di Jakarta," ucap Pendiri IWAPI ini.

Lebih lanjut, Dewi Motik juga sangat kagum dengan wanita Indramayu yang menurutnya dengan kegiatan Dermayon fashion show street ini akan lebih mengangkat budaya batik Indramayu lebih terkenal lagi. Batik Indramayu harus lebih dikenal luas dan Indramayu tidak hanya dikenal buah mangganya.

"Di samping mempunyai karya batik yang luar biasa bagusnya, saya juga pengemar mangga gedong gincu yang manis sangat luar biasa," ujarnya.

Ia menegaskan akan mendukung semua kegiatan para wanita di Indramayu dalam berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi daerah. Ia bahkan ingin terus membersamai para wanita Indramayu dan mendukung semua hasil karyanya.

"Saya berjanji akan membuat batik Indramayu lebih dikenal, bahkan saya ingin memborong semua batik Indramayu, karena luar biasa kualitasnya," ujar Dewi Motik.

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia atau IWAPI, merupakan organisasi wanita pengusaha di Indonesia. Organisasi yang awalnya bernama IPWI (Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia) ini didirikan pada tanggal 10 Februari 1975, di Jakarta.

IWAPI berdiri atas prakarsa dua orang wanita pengusaha, yakni Kemala Motik Amongpradja dan Dewi Motik Pramono bersama beberapa pengusaha lainnya.

IPWI kemudian berkembang pesat di daerah dan pada tahun 1976 berdirilah secara berturut-turut cabang-cabang IPWI di semua kota provinsi seluruh Indonesia dengan jumlah anggota kurang lebih 2500 pengusaha. Musyawarah Nasional 1 IPWI diselenggarakan pada tahun 1978 dan secara resmi nama IPWI diubah menjadi IWAPI. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES