Peristiwa Daerah

Berduka, Kemenag Santuni Korban Musibah di MTsN 19 Jakarta

Kamis, 06 Oktober 2022 - 22:18 | 41.18k
Berduka, Kemenag Santuni Korban Musibah di MTsN 19 Jakarta
MTsN 19 Jakarta usai upacara Hari Kebangkitan Nasional. (FOTO: dok. MTsN 19 Jakarta)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Peristiwa robohnya tembok pembatas Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19  Jakarta Selatan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa meninggal dunia. Melalui peristiwa tersebut Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dan jajaran Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan dukanya.

"Menag Yaqut Cholil Qoumas dan keluarga besar Kementerian Agama sangat berduka dengan musibah yang terjadi di MTsN 19," ucap Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie di Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Selain korban meninggal dunia, Anna Hasbie juga mengatakan adanya korban yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Menurut Anna, berdasarkan data sampai sore tadi, ada tiga siswa yang wafat, serta dua anak terluka imbas robohnya tembok MTsN 19.

"Mereka semua saat ini sudah ditangani, baik untuk proses pemakaman maupun perawatan di rumah sakit," ujar Anna terkait korban robohnya tembok pembatas MTsN 19.

Anna mengungkapkan, Menag telah menginstruksikan jajaran Pendidikan Islam Kemenag untuk mendatangi MTsN 19 dan segera memperbaiki sarana dan prasarana madrasah. Menag juga minta agar para korban mendapatkan santunan dan bantuan perawatan.

Anna-Hasbie.jpg

"Saat ini sudah memasuki musim hujan, curah hujan juga sangat tinggi. Kondisi ini agar menjadi perhatian bersama seluruh stakeholders pendidikan di madrasah dalam proses pembelajaran," kata Anna.

Dalam kesempatan itu, Anna mengajak untuk mendoakan korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Kita doakan, anak-anak yang wafat saat mencari Ilmu ini mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Swt. Keluarganya diberi ketabahan dan kesabaran. Dua siswa yang dirawat segera sehat dan bisa kembali belajar. Aamiin," harapnya.

Tembok pembatas roboh

Hujan deras yang berlangsung di kawasan Jakarta dengan durasi sekitar 20 menitan menyebabkan air masuk ke lapangan MTsN 19 Jakarta Selatan.

Banyaknya jumlah air yang masuk mengakibatkan tembok pembatas MTsN 19 Jakarta roboh. Tembok itu menimpa tembok panggung tempat anak bermain. Akibatnya, ada tiga siswa yang wafat dan dua siswa dirawat imbas dari robohnya tembok MTsN 19 Jakarta.

Profil MTsN 19 Jakarta

Dilansir dari mtsn19jakartaselatan.sch.id, MTsN 19 sebelumnya adalah kelas jauh dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Mampang Jakarta Selatan yang berlokasi di Mampang Jakarta Selatan.

Kegiatan belajar mengajar pertama kelas jauh MTsN 1 Mampang Jakarta Selatan dimulai pada tahun pelajaran 1995/1996 dengan menempatkan siswa kelas I MTsN 1 Mampang Jakarta Selatan, dan sebagai pimpinan lokasinya pada saat itu adalah H. Mahfudz Ismail, BA.

Seiring berjalannya waktu dan berdasarkan keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 107 Tahun 1997 tentang Pembukaan dan Penegerian Madrasah tertanggal 17 Maret 1997, MTsN 19 Jakarta resmi menjadi madrasah  negeri mandiri lepas dari madrasah induknya yaitu MTsN 1 Mampang Jakarta Selatan.

Berlokasi di Jl. Pinang Kalijati Pondok Labu Jakarta Selatan, MTsN 19 Jakarta Selatan memiliki nilai akreditasi A (unggul) tahun 2019 berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Sekolah / Madrasah Nomor : 752 / BAN-SM / SK / 2019 Tentang Penetapan Hasil dan Rekomendasi Akreditasi Sekolah / Madrasah Provinsi DKI Jakarta Tahap 1.

Memiliki fasilitas sarana prasana yang lengkap seperti fasilitas inklusif, ruang OSIS, Laboratorium IPA, Masjid, Perpusatakaan, kantin, lapangan olahraga, ruang komite dan ruang belajar membuat MTsN 19 Jakarta menjadi Madrasah yang diminati dengan beragam ekstrakurikuler didalamnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES