Advertisement
Peristiwa Daerah

Mengenang Teladan KH Abdullah Syaukat Siradj, Keluarga Ponpes Sidogiri yang Wafat di Makkah

Mengenang Teladan KH Abdullah Syaukat Siradj, Keluarga Ponpes Sidogiri yang Wafat di Makkah ... ...

TIMES Indonesia,
Mengenang Teladan KH Abdullah Syaukat Siradj, Keluarga Ponpes Sidogiri yang Wafat di Makkah
Ponpes Sidogiri berduka, KH Abdullah Syaukat Siradj wafat di Makkah ketika ibadah umroh
A-AA+

MALANG Anggota Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri KH Abdullah Syaukat Siradj wafat di Kota Makkah, Arab Saudi pada Kamis (13/10/2022) atau 17 Rabiul Awal 1444 H.

Kabar wafatnya cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Nawawie bin Noerhasan, Sidogiri, ini dibenarkan oleh pihak pesantren.

Advertisement

"Telah Wafat KH. Abdullah Syaukat Siradj Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri di Makkah al-Mukarramah," tulis akun resmi Twitter Sidogiri.

KH Abdullah Syaukat Siradj wafat pada hari Kamis sore waktu Arab Saudi, atau malam Jum’at waktu Indonesia bersamaan dengan hari Haul Abahnya, yaitu KH. Sirojul Millah Waddin bin KH. Nawawi bin Noerhasan yang wafat pada 18 Rabiul Awal 1409 H atau 29 Oktober 1988.

Teladan KH Abdullah Syaukat Siradj dikenang oleh para santri, alumni, simpatisan dan ummat Islam lainnya. Ia dikenal sebagai ulama yang tidak sabar, tawadhu dan suka membaur dengan masyarakat.

Dalam ulasan Sidogiri.net yang diunggah pada 30 Mei 2015, KH Abdullah Syaukat Siradj dalam Ngaji Maring menjelaskan tentang menjaga niat dalam menuntut ilmu.

Mengutip pendapat Almarhum Kiai Hasani, KH Abdullah Syaukat pernah mengatakan bahwa sekarang susah cari ilmu karena kebanyakan gurunya tidak karena Allah dan yang ngaji juga tidak karena Allah. Jadi bertemunya murid dan guru yang ikhlas, ini yang bisa menciptakan ilmu manfaat.

Advertisement

Almarhum KH. Abdul Adhim, dikisahkan KH Abdullah Syaukat, ketika ngaji kitab, beliau membawa lampu sendiri dari kediamannya. Kata Kiai Hasani, “Saking wedine gak ikhlas, Kang Adhim ghowo lampu teko umahe, gowo dewe.” Setelah ngaji, ketika lampunya mau dibawakan, beliau tidak mau. Mau tidak manfaat bagaimana ilmunya?" kisahnya.

"Kita ingin sekali punya santri yang betul-betul manfaat. Kita tidak henti-henti mendoakan santri. Sehabis Subuh mintakan santri semoga ilmunya manfaat. Ini tak ada putusnya, saking kepingine. Tapi ya tergantung santrinya juga. Kalau santri memang betul-betul, insyaAllah berhasil," dawuhnya.

Dawuh Kiai Hasani, dari pada berdoa, lebih baik mengubah tingkah. "Kita berdoa minta selamat, tapi berjalan di tengah jalan, ya, mungkin susah untuk selamat. Kamu tidak usah berdoa. Kamu jalan minggir saja, hati-hati. Karena tingkah itu adalah doa," cerita KH Abdullah Syaukat.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Nusantara (LADISNU) KH Agus Salim HS, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Nawawie bin Noerhasan, Sidogiri.

“Atas wafatnya almarhum di tanah suci, saya turut berbelasungkawa, Innalillahi wainna ilaihi rajiun, semoga Allah jadikan akhir hayatnya husnul Khotimah,” kata Kiai Agus, Imam Khususiyah TSQN. (*)

Seperti diberitakan liputan9.id, alumni Ponpes Sidogiri KH Abdul Muiz Ali tentang keinginan KH Abdullah Syaukat yang ingin seperti KH Maimun Zubair atau Mbah Moen.

“Beberapa hari sebelum wafat, menurut salah satu santrinya, KH. Abdulloh Syaukat Siroj pernah menyampaikan, Aku Pingin Koyo Mbah Maimun (Saya ingin seperti Maimun), yaitu KH. Maimun Zubair, ulama masyhur pengasuh pondok pesantren Sarang Rembang yang wafat di Makkah beberapa tahun yang lalu,” katanya.

Kiai muiz mengatakan bahwa Kiai Abdullah wafat pada saat menjalankan ibadah umrah. Rencananya, setelah ibadah umrah KH. Abdulloh Syaukat Siroj ingin menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad sekaligus Haul Masyayikh Sidogiri yang diselenggarakan oleh IASS (Ikatan Alumni Santri Sidogiri) Cabang Arab Saudi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisMohammad Naufal Ardiansyah Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia