Penampakan Tegalluar, Calon Ibu Kota Baru Jabar dengan Akses Kereta Cepat Jakarta-Bandung

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Daerah Tegalluar Kabupaten Bandung digadang-gadang menjadi ‘calon kuat’ Ibu Kota Baru Jabar (Jawa Barat) di masa depan. Rencana pemindahan Ibu Kota Jabar itu dari Bandung ke ‘pinggiran’ kota Bandung yaitu Tegalluar yang merupakan lokasi Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Terkait hal tersebut, Direktur Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi mengungkapkan bahwa Ibu Kota Jawa Barat berpotensi dipindahkan ke Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung.
Advertisement
Kereta Api Cepat Jakarta – Barat di Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung. (Foto: Humas Kota Bandung)
"Dengan adanya rencana Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi (Jawa Barat) bahkan pak Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) menyampaikan ini (Tegalluar) menjadi satu opsi yang besar kemungkinannya untuk menjadi Ibu Kota provinsi Jawa Barat. Tinggal mendorong dukungan politik," paparnya usai meninjau Stasiun Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.
Diwiyana menambahkan ada tiga opsi yang berpotensi menggantikan Bandung sebagai ibu kota, yaitu Tegalluar, Kertajati dan Walini. Namun dengan semakin jelasnya pembangunan kereta cepat, maka Tegalluar menjadi opsi yang paling kuat.
Lalu, di manakah lokasi Tegalluar sendiri?
Tegalluar merupakan desa yang terletak di daerah Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Sedangkan, Bojongsoang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Jabar.
Secara geografis, Tegalluar memiliki luas wilayah 736 hektare dan berpenduduk sebanyak 14 ribu jiwa. Desa Tegalluar berbatasan dengan Tol Padalarang-Cileunyi dan Kota Bandung di bagian utara.
Bila kita melihat kawasan ini melalui GoogleMaps, ternyata di wilayah ini masih terdapat hamparan tanah kosong areal pertanian. Hal tersebut juga yang menjadi dasar kemungkinan lokasi ini jadi kandidat kuat calon lokasi ibu kota Bandung nantinya.
Dwiyana menjelaskan, ada tiga opsi wilayah yang mencuat sebagai pengganti kota Bandung, yaitu Walini, Kertajati, dan Tegalluar. Tapi dengan semakin jelasnya pembangunan kereta cepat maka Tegalluar yang paling memungkinkan. "Tadi bocoran dari pak gubernur di sini (Tegalluar) paling besar peluangnya," kata Dwiyana.
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menanggapi wacana pemindahan Ibu Kota Bandung ke Tegalluar. (Foto: Humas Kota Bandung)
Opsi Walini tampaknya kecil peluangnya, karena kawasan ini tak menjadi lokasi stasiun Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meninjau progres perkembangan pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, utamanya di lokasi Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung.
"Saya mendapatkan keterangan bahwa progresnya sudah mencapai 88,8 persen secara keseluruhan. Kita harapkan dengan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung ini, mobilitas orang dan barang bisa menjadi cepat dan meningkat. Kemudian daya saing kita juga akan semakin kuat, kemudian ada titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, di Jakarta ada, di Bandung ada, kemudian di Kabupaten Bandung juga terjadi," papar Joko Widodo seperti dilansir dari laman resmi setkab.id.
Jokowi, sapaan akrab presiden menegaskan bahwa Kereta Api Cepat Jakarta- Bandung ini merupakan kereta api cepat yang pertama di kawasan ASEAN. Ia juga menyebutkan kelak durasi dari Jakarta ke Bandung hanya 35 menit.
"Kita mengharap nanti terjadi konektivitas antarnegara, entah disambungkan itu dengan pelabuhan, entah itu disambungkan dengan airport, dan entah nanti juga bisa disambungkan dengan kereta cepat seperti ini. Itu sudah menjadi gagasan besar di ASEAN, agar konektivitas antar negara-negara ASEAN ini tersambungkan secepat-cepatnya dalam rangka daya saing ASEAN," paparnya.
Sebagai informasi, Stasiun HSR Tegalluar merupakan stasiun KCJB yang terletak di Jalan Desa Tegalluar, Cibiru Hilir, Cileunyi, Kabupaten Bandung. Meskipun bernama Tegalluar, stasiun ini tidak terletak di desa Tegalluar, tetapi berada di sebelah tenggara desa tersebut.
Stasiun yang terletak pada ketinggian +52,203 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung dan hanya melayani rute KCIC Jakarta-Bandung. Stasiun ini, bersamaan dengan Stasiun Cimekar, juga merupakan stasiun terdekat menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Masjid Agung Al-Jabbar, dan Markas Polda Jawa Barat.
Melansir dari laman resmi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Depo Tegalluar menjadi tempat merangkai KCJB sekaligus mendapatkan perawatan lanjutan. Untuk menunjang kebutuhan operasional dan perawatan kereta cepat, Depo Tegalluar memiliki beragam fasilitas.
GM Corporate Secretary PT KCIC Rahadian Ratry menjelaskan, di Depo Tegalluar tersedia tujuh area utama yang akan memenuhi kebutuhan maintenance dan operasional KCIC400AF (nama KCJB). Seluruh area tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai kebutuhan, mulai dari kebutuhan perawatan ringan sampai berat.
"Seluruh area dapat dioperasikan secara bersamaan untuk memastikan keoptimalan operasional KCJB," ujar Rahadian dalam keterangan tertulis.
Area pertama adalah Dynamic Monitor Shed yang berfungsi untuk memeriksa atau mendeteksi kerusakan pada roda Pantograph EMU secara general.
Kemudian, Stabling Zone yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan rangkaian KCIC400AF yang tidak sedang beroperasi atau dalam antrean untuk dilakukan perawatan. Area ini memiliki 14 jalur yang dapat digunakan untuk stabling dan alur keluar-masuk dari sistem perawatan di Depo Tegalluar.
Selanjutnya, Temporary Repair & Loading Wheel-Set. Area ini berfungsi sebagai tempat membubut atau memperbaiki profil roda secara otomatis tanpa harus melepaskan bogie dari kereta.
Lalu di Depo Tegalluar juga terdapat Train Washing yang berfungsi untuk membersihkan bagian luar KCIC400AF secara otomatis. Di area ini, tersemat mesin bernama EMU surface washing equipment yang bertugas memastikan KCIC400AF dalam kondisi bersih.
Depo Tegalluar juga dilengkapi dengan Dynamic Debugging Zone, yaitu tempat untuk pengujian EMU secara dinamis setelah dilakukan perawatan. Kehadiran area ini sangat penting untuk memastikan KCIC400AF dapat beroperasi dalam keadaan yang benat-benar prima pasca perawatan.
Selain itu ada pula Rescue Facility, yaitu tempat parkir atau stabling dari kereta rescue yang dilengkapi sejumlah peralatan canggih untuk kondisi darurat. Terakhir yaitu Joint Workshop yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan perbaikan dari level 1 hingga level 3. Di dalamnya terdapat ruang operasional dan Static Test.
Menurut Rahadian, Depo Tegalluar adalah salah satu aset penting bagi KCJB. Untuk itu pihaknya memberi perhatian besar terhadap pembangunan dan fasilitas yang tersedia di dalamnya. "Sebagai pusat operasional KCJB, kondisi Depo Tegalluar akan memberikan pengaruh besar terhadap operasional KCJB," pungkasnya.
Sementara itu, terkait wacana pemindahan Ibu Kota Jawa Barat ke wilayah Tegalluar, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap ibu Kota Jawa Barat masih berada di Kota Bandung. "Kita berharap tetap di Kota Bandung. Karena tidak gampang buat saya," ujar Yana.
Yana menegaskan, Pemkot Bandung lebih fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti halnya membantu dampak BBM hingga resesi global.
"Konsentrasi sekarang membantu kesulitan masyarakat yang kena dampak BBM juga resesi global," ucap Yana tidak banyak menanggapi mengenai Tegalluar sebagai calon Ibu Kota Baru Jabar yang memiliki akses Kereta Cepat Jakarta- Bandung. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ronny Wicaksono |
Publisher | : Ahmad Rizki Mubarok |