Bumikan Islam Wasathiyah, Densus 88 Kumpulkan Dai dan Khatib Kota Mojokerto
Densus 88 Antiteror Polri mengumpulkan 100 dai dan khatib di Kota Mojokerto. ... ...

MOJOKERTO – Densus 88 Antiteror Polri mengumpulkan 100 dai dan khatib di Kota Mojokerto.
Mereka diundang dalam agenda Silaturahmi dai dan khatib dalam Rangka Penguatan Islam Wasathiyah untuk Membangun Persaudaraan dan Perdamaian Bangsa. Agenda ini digelar di Shaba Kridatama, Pendopo Pemkot Mojokerto, Sabtu (15/10/2022).
Kanit 1 Subdit Kontra Ideologi, Densus 88, AKBP Moh. Dofir mengatakan bahwa agenda ini digelar dalam rangka penguatan Islam Wasathiyah kepada dai dan khatib di Bumi Majapahit. Utamanya Kota Mojokerto.
"Islam Wasathiyah ini Islam yang tidak ekstrim ke kanan, tidak ekstrim ke kiri yang membawa kita menjadi sosok yang adil, saling pengertian, tidak memecah belah. Di dalam Al-Qur'an itu surat Al-Baqarah ayat 143," ungkap Dofir kepada awak media, Sabtu (15/10/2022).
Agenda ini digelar dengan tujuan untuk upaya mencegah masuknya paham-paham radikalisme dan intoleransi di Indonesia. Di sisi lain untuk membumikan pemahaman Islam Wasathiyah kepada para dai dan khatib di Kota Mojokerto. Supaya dai dan khatib bisa menyebarkan Islam yang moderat di tengah-tengah masyarakat.
"Untuk bersilaturahmi antara dai dan khatib untuk Indonesia damai. Karena dengan adanya kegiatan ini, dai dan khatib sebagai agen narasi (Islam Wasatiyyah red) di masyarakat," ungkapnya.
Pesan yang disampaikan dari kegiatan ini adalah agar para dai dan khatib bisa memedomani pemahaman Islam Wasathiyah untuk menciptakan situasi bangsa dan negara yang damai. "Semoga para dai dan khatib ini bisa memedomani bahwa perdamaian, persaudaraan, itu yang utama," jelasnya.
"Jangan sampai para dai dan khatib ini menjelek-jelekkan, menyebarkan khutbah yang kurang bagus, itu yang kita waspadai. Makanya dai dan khatib itu sebenarnya sebagai kontrol kita semuanya agar tidak melebar kemana-mana," sambungnya.

Muh Dofir mengatakan bahwa dengan diselenggarakannya 2 kali agenda ini memiliki dampak yang baik. Agenda pertama di Kabupaten Mojokerto dan kedua hari ini. Kegiatan ini menjadi suatu pendekatan terhadap para eks teroris. Sehingga bisa membuka hati para eks napiter untuk keluar dari jaringan teroris.
"Adanya 2 kali kegiatan di Mojokerto ini maka ada jaringan kelompok radikal di mojokerto kota dan kab mojokerto, alhamdulillah ada 6 anggota yang mau keluar dari pembaiatan dari kelompok JAD dan JAT," ujarnya memungkasi wawancara.
Terpisah, Kepala Kesbangpol Kota Mojokerto, Imron mengatakan bahwa Indonesia saat ini memasuki 3 hal yang menjadi ancaman nyata. Pertama, adalah resesi ekonomi 2023. Kedua, perang Ukraina-Rusia yang tidak berkesudahan. Ketiga, ancaman disintegrasi bangsa.
Pemerintah Kota Mojokerto sendiri menyambut baik adanya agenda ini. Bahwasanya dengan adanya kegiatan ini mampu menekan disintegrasi bangsa di elemen-elemen masyarakat.
"Hal-hal semacam ini, sangat baik diskusi ini. Kami juga berdiskusi dengan FKUB di Klenteng dan melihat wayang potehi. Kami mengumpulkan elemen lintas agama. Ternyata radikalisme tidak hanya terjadi di agama Islam saja," pungkasnya.
Kegiatan yang digelar Densus 88 Antiteror Polri di Kota Mojokerto ini merupakan kegiatan yang ke-19 di seluruh Indonesia. Agenda ini akan digelar serupa di berbagai Kabupaten/Kota di berbagai provinsi yang ada di dalam wilayah NKRI. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

