Advertisement
Peristiwa Daerah

Sempat Kosong di SPBU dan APMS, Penyaluran BBM di Pulau Morotai Terus Dipantau

Bahan Bakar Minyak atau BBM bersubsidi maupun non subsidi sempat terjadi kekosongan stok di seluruh Stasiun Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) di Pulau Morotai. ...

TIMES Indonesia,
Sempat Kosong di SPBU dan APMS, Penyaluran BBM di Pulau Morotai Terus Dipantau
Kondisi SPBU Sridewi Jaya saat kekosongan BBM pada Jumat, 14 Oktober 2022 kemari. (FOTO: Abdul H Husain/TIMES Indonesia).
A-AA+

MOROTAI Bahan Bakar Minyak atau BBM bersubsidi maupun non subsidi sempat terjadi kekosongan stok di seluruh Stasiun Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) di Pulau Morotai.

Kekosongan terjadi karena masalah teknis sehingga  terjadi keterlambatan kapal pengangkut dari Tobelo Halmahera Utara ke Daruba Ibukota Kabupaten Pulau Morotai.

Advertisement

"Kemarin memang sempat terjadi kekosongan BBM di SPBU karena ada masalah teknis di kapal pengangkut sehingga terlambat masuk. Tapi pada Sabtu pagi hari ini BBM sudah tiba di Pelabuhan Laut HMS Lastori Daruba Ibukota Kabupaten Pulau," ungkap Sekretaris Tim Pengawas dan Pemantau BBM Pulau Morotai, Nasrun Mahasari, Sabtu (15/10/2022).

SPBU-Ibnu-Hamid.jpg
Suasana di SPBU Ibnu Hamid di pusat kota Daruba Ibukota Kabupaten Pulau Morotai saat kekosongan BBM pada Jumat, 14 Oktober kemarin. (FOTO: Abdul H Husain/TIMES Indonesia).

Ia mengatakan, siang hari ini dipastikan seluruh SPBU dan APMS telah menjual BBM bersubsidi jenis Pertalite maupun yang non subsidi jenis Pertamax untuk melayani masyarakat pengguna kendaraan sesuai kuota yang diterima.

"Baik SPBU Sri Dewi, Ibnu Hamid dan SPBU Wayabula serta APMS Bere-bere dipastikan hari ini telah dibuka kembali untuk melakukan pelayanan terhadap konsumen BBM bersubsidi maupun non subsidi," ungkapnya.

Kepala Dinas Perindagkop Pemkab Pulau Morotai Nasrun Mahasari menyebutkan, sesuai data resmi yang dikantongi adalah BBM jenis Pertalite yang masuk untuk SPBU Sridewi Jaya di Kilo Meter 3 sebanyak 10 KL dan Pertamax 50 KL, jadi total 60 Kilo Liter/KL BBM.

Advertisement

"Untuk hari ini SPBU Ibnu Hamid menerima Pertamax 10 KL, Pertalite 5 KL dan Biosolar 10 KL, total 25 KL BBM. Kemudian APMS Abrilla Rizky Bere-bere terdapat Pertamax 5 KL dan Pertalite 5 KL, total 10 KL BBM. Sementara SPBU Wayabula masuk 10 KL Pertalite," pungkasnya.

Menurutnya, saat ini distribusi BBM selalu dipantau oleh Tim Pengawasan BBM yang terdiri dari Pemkab Pulau Morotai, Kejaksaan, Polres dan Satpol PP. Pemantauan dilakukan semenjak BBM mendarat di Pelabuhan Laut HMS Lastori hingga di distribusi ke masing-masing SPBU dan APMS.

"Bukan hanya sebatas itu, saat penjualan di SPBU dan APMS pun di awasi langsung. Jadi walaupun hari libur Tim Pengawas BBM tetap bekerja sesuai tupoksinya dalam mengawasi dan memantau guna memastikan BBM di jual sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya.

"Semua SPBU dan APMS tetap di pantau langsung oleh Tim Pengawas, untuk SPBU Wayabula pengawasannya dilakukan langsung oleh Camat Morselbar sedangkan untuk APMS Bere-bere di awasi oleh Camat Morotai Utara. Sementara SPBU pusat kota diawasi langsung oleh personil Kejaksaan, Polres dan Satpol PP serta Perindagkop," tutup Nasrun Mahasari.

Diketahui, Tim Pengawasan dan Pemantau BBM dibentuk oleh Pemkab Pulau Morotai melalui SK Bupati, Nomor: 700/568/KPTS/PM 2022. Dimana Pemkab Pulau Morotai sebagai Ketua, Ketua I Polres Morotai, Ketua II Kejaksaan Morotai, Kadis Perindagkop sebagai Sekertaris, Asisten I, II dan III sebagai Wakil Ketua dan OPD terkait serta seluruh Camat adalah anggota. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Abdul Halil Husain
PenulisAbdul Halil HusainPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia