Peristiwa Daerah

Kotak Dosa, Inovasi SDN 2 Pelem Pacitan Cegah Perundungan di Sekolah

Selasa, 25 Oktober 2022 - 09:04 | 158.66k
Inovasi SDN 2 Pelem mencegah bullying di sekolah dengan program kotak dosa. (FOTO: Alfarid for TIMES Indonesia)
Inovasi SDN 2 Pelem mencegah bullying di sekolah dengan program kotak dosa. (FOTO: Alfarid for TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PACITAN – SDN 2 Pelem, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, meluncurkan program 'Kotak Dosa'. Program ini diciptakan sebagai upaya untuk meminimalisir dan mencegah kasus perundungan atau bullying antara siswa di sekolah. 

Menurut Guru PAI dan BP Riza Alfarid, tujuan program ini dicetuskan tak lain agar bisa memberi edukasi kepada siswa supaya bijak dalam berinteraksi dengan teman sebaya dan meminimalisir perilaku perundungan fisik maupun verbal serta memberi pengertian terhadap dampak negatifnya. 

Advertisement

"Kami membuat program tersebut dengan harapan agar siswa pelaku perundungan dan perbuatan tercela lainnya merasa jera dan malu sehingga tidak terjadi lagi kasus perundungan di sekolah," katanya, Selasa (25/10/2022). 

edukasi-siswa-agar-tidak-saling-membully.jpgKotak dosa bertujuan untuk memberikan edukasi siswa agar tidak saling membully. (FOTO: Alfarid for TIMES Indonesia) 

Menurut Riza, program cegah bullying tersebut merupakan hasil kesepakatan dengan seluruh siswa yang disosialisasikan berbarengan dengan peringatan Maulid Nabi SAW, Sabtu (22/10/2022) lalu.

Cara ini dinilai sebagai solusi terbaik dan tepat. Pasalnya, secara rutin dan berkesinambungan, program ini berisi tentang edukasi bagaimana siswa memiliki sikap saling menghargai antar sesama teman.  

"Sehingga siapapun yang melanggar peraturan, maka harus membayar denda yang besarannya sudah melalui kesepakatan bersama," terangnya. 

Lebih lanjut Riza menilai, bullying di sekolah berdampak buruk terhadap korban bahkan bisa membahayakan kesehatan fisik maupun mental sampai usia dewasa.

SDN-2-Pelem-2.jpgKampanye stop bullying di SDN 2 Pelem. (FOTO: Alfarid for TIMES Indonesia) 

Setelah siswa diberikan pemahaman akan dampak buruk bullying, pun menjadi harapan kotak tersebut nantinya tetap kosong dan tidak ada lagi kasus perundungan. 

"Karena itu kami berupaya melakukan  tindakan preventif maupun represif untuk meminimalisir tindakan serupa," jelasnya. 

Sementara itu, Aris Yulianto yang juga seorang guru di SDN 2 Pelem mengungkapkan, ia kerap melihat kejadian siswa melakukan tindakan kurang terpuji dan mengarah kepada bullying. Dengan demikian muncul ide jitu yang diklaim bisa memiliki efek jera pada pelakunya. 

"Sebagai pendidik, kami sangat peduli dan memikirkan cara supaya pelaku bisa jera. Jika dibiarkan perbuatan saling bully ini akan menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja," tuturnya. 

Di samping itu, anak didik juga diajak untuk meneladani sifat-sifat mulia yang ada pada pribadi Rasulullah SAW. Mereka tampak antusias menyimak materi dalam program inovasi Kotak Dosa untuk mencegah perundungan atau bullying di SDN 2 Pelem, Kabupaten Pacitan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES