Peristiwa Daerah

Sebulan Air PDAM Tak Mengalir, Sikembar Ulan-Ilan Ambil Air di Sumur Tetangga demi Sang Nenek

Minggu, 30 Oktober 2022 - 14:59 | 58.82k
Ulan saat memindah air dari timba sumur ke jerigen, guna memenuhi kebutuhan sang nenek dari krisis air bersih di Desa Morodadi Pulau Morotai. (Foto: Munces for TIMES Indonesia)
Ulan saat memindah air dari timba sumur ke jerigen, guna memenuhi kebutuhan sang nenek dari krisis air bersih di Desa Morodadi Pulau Morotai. (Foto: Munces for TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PULAU MOROTAI – Sudah sebulan lebih kelangkaan air bersih melanda warga Desa Morodadi, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Kelangkaan itu disebabkan, PDAM sudah tidak mengaliri pipa induk ke pipa jaringan yang terhubung ke pemukiman penduduk. Hal ini membuat warga Desa Morodadi pun bertahan dengan air sumur dan air kali.

"Sudah satu bulan kita di Desa Morodadi kesulitan mendapatkan air bersih. Ini karena PAM tidak jalan sehingga khususnya warga Blok A terpaksa antre mengambil air di sumur milik saya dan Ketua RW dengan jarak tempuh hingga mencapai 200 meter dari rumah ke sumur," ungkap Ketua RT -01 Blok A Desa Morodadi, Irwan Taba, Sabtu sore (29/10/2022).

Advertisement

PDAM-b.jpgRagil Tubira, bocah 9 tahun warga Desa Morodadi yang mengorbankan waktu bermainnya dengan menambah air di sumur untuk kebutuhan dia dan kedua orang tuanya sebagai buruh tani. (Foto: Munces For TIMES Indonesia).

Ia menegaskan, ironisnya sumur miliknya dengan kedalaman 10 meter, debit airnya sangat kecil karena hanya air rembesan, tidak ada sumber mata air. Menurutnya, kalau terjadi musim panas, biasanya dua bulan saja sumur sudah kering total dan warga RT-01 terpaksa turun ambil air ke kali.

Pengamatan TIMES Indonesia pada sore itu, terlihat dua sosok putri kembar anak yatim, Ulan dan Ilan (12) yang merupakan murid Kelas III SMP Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat. Mereka rela menghabiskan waktu liburannya dengan membantu sang nenek, Nurlia Banggai (65) dari krisis air bersih.

"Demi nenek yang sudah tidak berdaya torang (kami) rela datang jauh-jauh dari Wayabula ke sini (Desa Morodadi) karena katanya air PAM so tra jalan dan setelah torang ke sini ternyata betul," ungkap Ulan.

"Torang (kami) di Morodadi sudah hampir tiga mingguan bantu nenek, tiap hari ambil air di sini. Kasihan nenek sudah tua. Jarak dari rumah ke sumur ini ya kurang lebih 150 meter. Walaupun jauh tra apa-apa yang penting nenek masih bisa dapat air untuk pakai cuci dan masak," timpal Ilan.

Ragil Tutubira (9) juga tak tinggal diam, rela mengorbankan waktu bermainnya hanya untuk membantu meringankan beban orang tuanya yang keseharian mereka hanya sebagai kuli tani.

PDAM-c.jpgUlin terlihat mengangkat dua galon air dengan menempuh jarak kurang lebih 150 meter dari sumur ke rumah neneknya. (Foto: Munces For TIMES Indonesia).

"Saya juga angkat air di sumur barang (karena) air PAM tara bajalang (tidak mengalir). Bantu papa deng (dan) mama, agar papa deng mama pulang kobong (kebun) bisa mandi dan masak," ujar Ragil dengan senyum polos.

Sementara Direktur PDAM Kabupaten Pulau Morotai, Muslim Jumaati, Minggu (30/10/2022) mengaku baru mengetahui informasi ini dan berjanji akan mengkonfirmasi ke staf bagian lapangan agar segera turun mengecek langsung di Desa Morodadi.

"Memang beberapa waktu lalu ada terjadi gangguan teknis, sehingga air PDAM di beberapa Desa tidak mengalir. Tetapi saat ini sudah di atasi semua, sementara di Desa Morodadi saya baru tahu dan saya akan perintahkan staf untuk cek dan segera mengatasinya. Terima kasih atas infonya," tutup Dirut PDAM Muslim Jumaati. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES