Advertisement
Peristiwa Daerah

Keterwakilan Perempuan dalam Susunan Panwascam di Jawa Timur, Bondowoso Nomor Berapa?

Menjelang Pemilu 2024, seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur, telah melakukan rekrutmen kepengurusan Panitia Pengawas Kecamatan atau Panwascam ...

TIMES Indonesia,
Keterwakilan Perempuan dalam Susunan Panwascam di Jawa Timur, Bondowoso Nomor Berapa?
Deretan Panwascam perempuan di Kabupaten Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Menjelang Pemilu 2024, seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur, telah melakukan rekrutmen kepengurusan Panitia Pengawas Kecamatan atau Panwascam. Di Jawa Timur ada total 38 kabupaten/kota.

Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) mendorong keterwakilan perempuan dalam susunan Panwascam mencapai 30 persen.

Advertisement

Sementara berdasarkan hasil seleksi dan pelantikan Panwascam di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur, ditemukan partisipasi perempuan di masing-masing daerah.

Berikut hasil pendataan Bawaslu Jawa Timur, tentang tingkat partisipasi perempuan dalam susunan pengurus Panwascam di 38 kabupaten atau kota.

  1. Bojonegoro berjumlah 25 orang

  2. Malang berjumlah 22 orang

  3. Kabupaten Kediri sebanyak 19 orang

    Advertisement
  4. Kabupaten Bondowoso sebanyak 17 orang

  5. Kabupaten Magetan sebanyak 16 orang

  6. Kabupaten Lumajang 16 orang

  7. Kabupaten Blitar sebanyak 15 orang

  8. Kabupaten Probolinggo berjumlah 15 orang

  9. Kabupaten Jember berjumlah 15 orang

  10. Kabupaten Pasuruan berjumlah 14 orang

  11. Kabupaten Jombang sebanyak 13 orang

  12. Kabupaten Tuban berjumlah 12 orang

  13. Kabupaten Madiun berjumlah 12 orang

  14. Kabupaten Lamongan sebanyak 11 orang

  15. Kabupaten Tulungagung berjumlah 10 orang

  16. Kabupaten Ponorogo berjumlah 10 orang

  17. Kabupaten Banyuwangi berjumlah 9 orang

  18. Surabaya berjumlah 9 orang

  19. Kabupaten Gresik berjumlah 9 orang

  20. Kabupaten Ngawi berjumlah 8 orang

  21. Kabupaten Situbondo berjumlah 8 orang

  22. Kabupaten Nganjuk berjumlah 8 orang

  23. Kabupaten Sumenep berjumlah 8 orang

  24. Kabupaten Sidoarjo berjumlah 7 orang

  25. Kabupaten Trenggalek berjumlah 6 orang

  26. Kabupaten Pacitan berjumlah 6 orang

  27. Kabupaten Bangkalan berjumlah 6 orang

  28. Kota Probolinggo berjumlah 5 orang

  29. Kota Blitar sejumlah 4 orang

  30. Kabupaten Mojokerto sebanyak 4 orang

  31. Kota Malang sebanyak 4 orang

  32. Kota Pasuruan sebanyak 3 orang

  33. Kota Madiun sebanyak 3 orang

  34. Kota Kediri sebanyak 3 orang

  35. Kabupaten Sampang sebanyak 2 orang

  36. Kota Batu sebanyak 2 orang

  37. Kota Mojokerto berjumlah 1 orang

  38. Kabupaten Pamekasan sebanyak 1 orang

Partisipasi perempuan dalam Panwascam di Kabupaten Bondowoso sangat tinggi. Meski tak sampai memenuhi sebanyak 30 persen. Tetapi di Jawa Timur menempati urutan keempat dari 38 kabupaten/kota.

Di Kabupaten Bondowoso total ada 69 anggota Panwascam yang tersebar di 23 kecamatan. Sementara 17 diantaranya adalah perempuan.

Dari jumlah 17 Panwascam perempuan tersebut menempatkan Bondowoso sebagai Kabupaten nomor 4 dengan partisipasi perempuan tertinggi.

Angka 17 tersebut jika dipersentasekan dari total 69 Anggota Panwascam, keterlibatan perempuan di Kabupaten Bondowoso sekitar 25 persen.

Koordinator Divisi Sumber Daya Alam (SDM) dan Organisasi Bawaslu Bondowoso, Ridwantoro mengatakan, dari pendataan Bawaslu Jatim, Kabupaten Bojonegoro menjadi yang terbanyak dengan jumlah 25 anggota Panwascam perempuan. 

Posisi kedua ada Kabupaten Malang dengan jumlah 22 orang. Ketiga Kediri 19 orang, kemudian Bondowoso di posisi keempat dengan 17 orang. 

Menurutnya, Bawaslu Bondowoso memberikan ruang sebanyak mungkin kepada kelompok perempuan. 

"Agar menjadi bagian penyelenggara Pemilu di Tahun 2024," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (10/11/2022)

Menurutnya, pemenuhan 30 partisipasi perempuan sebuah amanah undang-undang.

"Tapi lebih jauh dari itu kami ingin menghadirkan fungsi pengawasan lebih komprehensif dengan hadirnya gender perempuan," jelas dia.

Menurutnya, di Kabupaten Bondowoso memang belum mencapai harapan 30 persen keterlibatan perempuan dalam pengawasan Pemilu 2024.

Pihaknya berharap, formasi perempuan yang berhasil masuk sebagai penyelenggara, harus melakukan upaya pengawasan di tingkat bawah. Mengingat keterlibatan perempuan dalam perhelatan demokrasi sangat penting.

Dengan jumlah anggota Panwascam perempuan yang ada ini, dia berharap fungsi pengawasan Pemilu 2024 sampai ke ruang publik yang didominasi oleh perempuan.

"Mereka bisa melakukan sosialisasi atau pencegahan di kelompok gender, mereka dengan lebih intensif," harap dia.

Sekedar Informasi, Panwascam di Kabupaten Bondowoso sudah dilantik beberapa waktu lalu. Mereka pun juga sudah mendapatkan arahan dari Bawaslu setempat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia