Prioritaskan Pemadam Kebakaran, Lampu APILL di Kota Yogyakarta Otomatis Menyala Hijau

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Memanfaatkan sensor dan deteksi GPS yang dipasang di persimpangan jalan, Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kota Yogyakarta mengenalkan layanan kendaraan prioritas yang mesti didahulukan dalam kondisi gawat darurat.
Alat ini sudah diujicoba di simpang empat Wirobrajan dan bekerja dengan optimal, di mana lampu Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) akan otomatis hijau saat mendeteksi kendaraan kegawatdaruratan.
Advertisement
Penjabat Walikota Yogyakarta, Sumadi mengapresiasi inovasi layanan yang dikeluarkan oleh Dishub Pemkot Yogyakarta.
Menurutnya, dengan kondisi jalan yang padat di Kota Yogyakarta, layanan ini tentu dibutuhkan bagi kendaraan gawat darurat, sehingga penanganan jadi lebih cepat. Semakin cepat pelayanan akan semakin besar peluangnya untuk penanganan dan selamat.
"Dengan kondisi itu harapannya ada upaya yang jadi keunggulan di Kota Yogyakarta. Saya sangat berharap ini segera disosialisaikan dan disebarluaskan agar masyarakat tidak bingung dan mendukungnya," jelas Sumadi, Kamis (10/11/2022).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mengatakan rata-rata panjang antrean persimpangan di jalanan Kota Yogyakarta mencapai angka 28 sampai 45 m baik di saat normal, sibuk dan akhir pekan.
Dengan panjang jalan yang cenderung tetap sementara jumlah kendaraan terus bertambah disinyalir akan membuat response time kendaraan darurat semakin lama sampai ke lokasi.
"Dengan melihat situasi response time dan lain sebagainya, maka kami buat agar ada pelayanan yang optimal dan jawabannya di era sekarang adalah optimalisasi digitalisasi ACTS kami sinkronisasi, sehingga saat mobil gawat darurat akan lewat dia akan membaca dan lampu akan diprioritaskan jadi hijau," tutur Agus.
Dari tujuh kendaraan prioritas yang diamanatkan dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, layanan ini akan dikhususkan pada dua kendaraan saja yakni pemadam kebakaran dan ambulans.
"Tidak ada yang lebih penting dari dua kendaraan itu saat melaju di jalanan karena berkaitan dengan kemanusiaan dan nyawa manusia," ungkapnya.
Saat kendaraan melintas, di jarak 300 m sebelum mendapati persimpangan perangkat di kendaraan akan mengirim perintah ke sistem pengatur lampu APILL. Setelahnya, secara otomatis lampu APILL akan berwarna hijau.
Ia menjelaskan, teknologi ini namanya priority vehicle. Device-nya dicolokkan pada daya di mobil dan setelah hidup maka akan terdeteksi GPS dan memerintah micro control di ACTS untuk mengkomunikasikan bahwa ada kendaraan darurat yang akan lewat dan harus diprioritaskan.
"Otomatis akan hijau dengan jarak 300 meter masih terjangkau, karena rata-rata jarak antar simpang di Yogyakarta kan 400 meter dengan antrean maksimal 100 kendaraan itu ya masih optimal, jadi di jarak 150 m itu lampu sudah hijau," jelasnya.
Agus menyatakan untuk sementara waktu ujicoba masih dilakukan di satu simpang yakni simpang Wirobrajan. Simpang itu dipilih lantaran berdekatan dengan wilayah lain.
Secara bertahap, Agus menyebutkan akan ada kajian lagi untuk diterapkan di sejumlah persimpangan yang ada di Kota Yogyakarta. Dengan begitu sejumlah kendaraan darurat yang beroperasi baik itu milik pemerintah dan relawan bisa melayani masyarakat dengan optimal.
"Ke depan akan kami sesuaikan dengan APBD Kota Yogyakarta. Nilai investasi hanya menelan biaya Rp 20 juta plus alat yang dipasang di simpang jalan. Jadi suatu simpang hanya satu alat saja dan lainnya dipasang di mobil gawat darurat," ujarnya. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ronny Wicaksono |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |