Masih Proses Renovasi, Masuk Museum Kereta Api di Bondowoso Akan Dikenakan Tarif
Semenjak kereta api di Bondowoso sudah tidak aktif, Stasiun Kereta api di Kelurahan Kademangan Kecamatan/Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur dialihfungsikan menjadi Museum K ...

BONDOWOSO – Semenjak kereta api di Bondowoso sudah tidak aktif, Stasiun Kereta api di Kelurahan Kademangan Kecamatan/Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur dialihfungsikan menjadi Museum Kereta Api Bondowoso.
Museum Kereta Api di Kabupaten Bondowoso tersebut, menjadi tempat eduwisata bagi pelajar dan masyarakat luas.
Saat ini, Museum yang berada di sebelah timur Polres Bondowoso itu tengah direnovasi. Rencananya, para pengunjung Museum Kereta Api, dalam beberapa waktu mendatang akan dikenakan tarif. Sehingga mereka akan bebas keluar masuk seperti biasanya.
Bahkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan audiensi dengan pemerintah Kabupaten Bondowoso, mengenai pengenaan tarif bagi para pengunjung Museum Kereta Api.
Manager Preservasi dan Dokumentasi PT KAI Pusat, Hardika Hadi Rismaji menuturkan, untuk besaran tarif masuk akan diusulkan berbeda, antara wisatawan lokal (wislok) dan wisatawan mancanegara (Wisman).
Menurutnya, untuk wisatawan lokal tarif tiketnya direncanakan Rp 10 ribu, sedangkan untuk wisatawan mancanegara seharga Rp 25 ribu per orang.
"Akan ada MoU dan Perjanjian Kerjasama antara PT KAI dengan Pemkab Bondowoso," kata dia saat dikonfirmasi.
Tarif masuk tersebut ternyata, berkaitan dengan pengembangan Museum Kereta Api Bondowoso, sebagai pusat informasi pariwisata. Adapun tujuan kata dia, yaitu membangkitkan gairah wisatawan.
Menurutnya, saat ini perlu dilakukan penataan kembali koleksi pameran, agar merubah wajah museum untuk menarik pengunjung.
Bahkan pihaknya merencanakan, pada peringatan Hari Gerbong Maut pada 23 November mendatang, PT KAI dan Pemda untuk me-relaunching Museum KAI dengan wajah baru yang sudah direnovasi.
Hardika juga menjelaskan, bahwa dari sisi infrastruktur, sudah membuat master plan Museum Kereta Api Kabupaten Bondowoso.
Menurutnya, selain ada koleksi pameran, akan ada informasi turis pariwisata hingga cafe untuk para pengunjung.
Demikian itu lanjut dia, juga dalam rangka menindaklanjuti koordinasi antara PT KAI dengan Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bondowoso. "Berkaitan dengan rencana penerapan tiket masuk di museum," imbuh dia.
Sementara itu, Asisten II Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Abdurrahman mengatakan, Museum Kereta Api Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu destinasi wisata edukasi atau eduwisata andalan.
Museum Kereta Api itu dianggap sebagai tempat belajar di luar kelas bagi para siswa. Menurutnya, hal ini nanti akan disinergikan dengan Disparbudpora dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso.
"Juga Diskoperindag (Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan) untuk UMKM-nya," jelas dia pada sejumlah awak media.
Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa itu menjelaskan, harga yang diusulkan di atas, tidak termasuk kepada para siswa.
Sebab lanjut dia, akan ada tarif khusus bagi para siswa yang berkunjung. Yakni menyesuaikan dengan kemampuan mereka. Hal itu diyakini menjadi perhatian tersendiri untuk pihak PT KAI. "Nanti fasilitasnya akan disesuaikan. Sekarang lagi renovasi," jelas dia.
Stasiun Bondowoso dibangun pada tahun 1893 dan diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1897 oleh Staatsspoorwegen (SS).
Stasiun Bondowoso sebagai stasiun terbesar di Bondowoso biasa melayani kereta lokal Jember dan tujuan Panarukan.
Kemudian pada tahun 2004 stasiun Bondowoso dan jalur Panarukan-Bondowoso dinonaktifkan. Kemudian pada tanggal 17 Agustus 2016 bertepatan dengan ulang tahun ke-71 Indonesia Museum Kereta Api Bondowoso diresmikan oleh Bupati Bondowoso, Amin Said Husni. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


