Penjualan Tumbuh Dua Kali Lipat, Sale Zone Ekspansi Gerai di BG Junction

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Sale Zone, perusahaan retail fashion branded melakukan ekspansi bisnis dengan menambah gerai baru di Lantai UG Mall BG Junction Surabaya.
Sale Zone menjual sejumlah produk fashion branded impor namun dengan harga terjangkau berupa diskon hingga 70 persen atau special price. Seperti Nike, Adidas, Puma, Staple, Columbia, MOC, Panama, Vans dan lainnya.
Advertisement
CEO Salezone Catur Prasetya mengatakan, Sale Zone BG Junction merupakan toko ke-15 di Indonesia dan toko ke-3 di Kawasan Surabaya Raya (Rest Area KM 754 dan Gedangan Sidoarjo). Namun, Sale Zone BG Junction adalah toko kedua yang berlokasi di dalam mall dan merupakan terbesar dengan luas 714 meter persegi.
"Ini yang paling besar kami buka di dalam mall," ungkap Catur Prasetya di sela grand opening, Jumat (11/11/2022).
Sale Zone Mall BG Junction merupakan gerai terbesar dengan luas 714 meter persegi, Jumat (11/11/2022). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Catur melihat potensi market di BG Junction sangat menjanjikan. Karena traffic pengunjung cukup tinggi. Saat weekend bisa mencapai 7.000 orang.
"Ketika saya survei dan melihat, sesuai dengan target marketnya pas dan sesuai dengan traffic yang tepat. Jadi kita hadir di Surabaya dengan BG Junction di pusat kota," tandasnya.
Ia optimistis pembukaan gerai baru ini akan mengkatrol penjualan. Sebagai gambaran, sepanjang 2021 Sale Zone mampu membukukan angka positif.
"Jika diukur dari awal tahun ini sampai November 2022 meningkat dua kali lipat, oleh karena itu kita ekspansi besar-besaran," ucap Catur.
Ekspansi itu tak hanya di Surabaya saja. Karena dalam satu bulan terakhir Sale Zone sudah membuka 3 toko sekaligus. Yaitu di Jakarta, Jawa Tengah dan Surabaya. Bahkan sampai akhir tahun masih akan ada dua lokasi lagi.
"Kontribusi terbesar di Jawa tengah dan Jawa Timur. Jatim berkontribusi 30 persen," kata dia.
Terjang Ancaman Resesi
Disinggung soal ancaman resesi global, Catur justru mengungkapkan optimisme tinggi. Sale Zone rupanya sudah berpengalaman menjadi primadona kala krisis mendera dan merupakan pilihan belanja hemat bagi masyarakat. Karena peluncurannya sendiri tepat saat pandemi 2021 lalu dengan lokasi pertama di Rest Area KM 754 Sidoarjo.
"Mungkin ada ancaman resesi, tapi kita melihat aktivitas kita semua sudah kembali normal, mungkin mereka akan berhemat. Selama masih ada mobilitas maka akan selalu ada perputaran kebutuhan. Kita melihatnya low price point dengan harga cocok mereka butuhkan," kata Catur.
Ia juga optimistis karena melihat konsumsi orang Indonesia adalah konsumsi rumah tangga.
"Jadi customer dari elemen rumah tangga. Kami bermain di pasar lokal. Kami hadir memberikan solusi, dimana kita rise up sesuai yang mereka senangi dengan budget yang rendah," ujar Catur.
Sementara itu, General Manager BG Junction Heru Prasetya menyambut baik pembukaan gerai Sale Zone tersebut.
"Dengan kehadiran Sale Zone ini sebagai pengelola mall sangat senang ya. Dengan adanya multi brand ini membuat dampak signifikan ke pengunjung kita," ungkapnya.
Pengunjung akan dimanjakan dengan barang-barang bermerek namun harga murah. Sehingga semua kalangan bisa mendapatkan produk fashion berkualitas tanpa merogoh kocek terlalu dalam.
"Dulu orang yang ingin lihat dan beli brand aja mahal susah. Nah dengan adanya Sale Zone ini menjadi mudah dengan brand ternama dan low price. Semua kalangan bisa masuk. Ada dua brand baru masuk di tempat lain belum ada, seperti Columbia dan Settler dari Canada dan harganya sangat murah," ujar Heru.
Sale Zonemenempati area gedung extension dan kini menjadi bagian dari 40 persen tenan fashion yang ada di Mall BG Junction. Sedangkan 60 persen sisanya merupakan tenan food and beverage (F&B). Okupansi tenan bahkan mencapai 97 persen dengan traffic pengunjung 7.000 orang tiap akhir pekan."Kita lihat, orang-orang jalan ke mall itu yang pasti F&B yang kedua adalah fashion, diikuti aksesoris dan alat rumah tangga lainnya," tandasnya. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Irfan Anshori |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |