Wow, Ada Bungai Bangkai Muncul di Ponorogo, Begini Bentuknya
Bunga bangkai tumbuh di pekarangan milik Rohimul Sofan warga Desa Ronosentanan Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. ... ...

PONOROGO – Bunga bangkai atau dalam bahasa latin disebut Amorpholallus titanium tumbuh di pekarangan milik Rohimul Sofan warga Desa Ronosentanan Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Jawa Timur.
Pria 39 tahun ini tidak menyangka, ada dua bunga bangkai tumbuh di halaman belakang rumahnya.
"Sekitar 5 hari lalu, waktu saya ke belakang rumah kelihatan ada bunga bangkai, tapi masih kuncup," tutur Rohimul kepada wartawan, Rabu (16/11/2022).
Rohimul mengatakan sekitar 3 hari lalu, akhirnya bunga ini mekar sempurna, dibarengi dengan bau dan dikerubuti lalat. "Sekitar 3 harian ini mekar sempurna, tadi sempat saya ukur tingginya 65 centimeter dan lingkar mahkota bunga 150 centimeter," ulas Rohimul.
Menurutnya, selain satu bunga yang sudah mekar, ada lagi satu bunga yang masih kuncup. Dia pun tidak menyangka, di lahan belakang rumahnya banyak ditumbuhi bunga bangkai.
"Saya nggak nyangka, dulu waktu saya SD pernah muncul, terus ini selang puluhan tahun muncul lagi," jelas Rohimul.
Sementara, warga sekitar Zainul Arifin (41) sengaja mendatangi lokasi ini karena penasaran. Biasanya dia tiap sore bersama anaknya mendatangi lokasi untuk melihat. "Tiap sore banyak masyarakat ke sini, melihat bunga langka tersebut karena penasaran," tukas Zainul.

Bunga bangkai sendiri sangat dikenal masyarakat karena memiliki perbungaan yang sangat besar dan merupakan tumbuhan dengan perbungaan terbesar di dunia.
Dikutip dari Wikiperdia, bunga bangkai yang memiliki nama latin Amorphophallus adalah nama genus tumbuhan dari famili talas-talasan (Araceae).
Bunga dan tumbuhan vegetatifnya (daun) tumbuh bergantian. Bunganya pada waktu-waktu tertentu mengeluarkan bau bangkai yang keras, sehingga tanaman ini umum dinamai sebagai bunga bangkai.
Beranggotakan sekitar 200 spesies, herba berumbi ini menyebar di wilayah tropika dan ugahari. Nama ilmiahnya berasal dari bentuk bunganya yang menyerupai penis rusak (dari bahasa Latin amorphos berarti bentuk yang rusak dan phallos yang artinya alat kelamin lelaki).
Umbi dan bagian-bagian lain dari tanaman mengeluarkan getah yang gatal. Namun umbi dari beberapa jenisnya dapat dimakan setelah diproses dengan cara tertentu, atau diolah lebih lanjut menjadi tepung bahan kue-kue dan makanan lain.
Bunga ini merupakan tumbuhan dataran rendah dari wilayah tropis, menyebar dari Afrika barat ke timur hingga kepulauan di Samudra Pasifik. Jenis-jenisnya tidak ditemukan di Amerika, walaupun ada sejenis kerabatnya yang tumbuh di sana, yakni Dracontium.
Tumbuhan ini kebanyakan didapati hidup di hutan-hutan hujan dataran rendah, hutan musim, termasuk pula di hutan-hutan yang terganggu, hutan sekunder dan lahan-lahan pertanian.
Bunga bangkai jarang didapati di tanah kapur, namun kadang-kadang ditemukan tumbuh di lapangan-lapangan yang terbengkalai.
Bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum terkenal karena memiliki bunga terbesar di dunia, yang ukurannya mencapai tinggi hingga 2,5 meter dan lebar 1,5 meter.
Ada juga bunga Amorphophallus gigas tingginya dapat melebihi bunga Amorphophallus titanum, tetapi dengan tangkai bunga yang panjang; 'kuntum' bunganya sendiri relatif lebih pendek. Keduanya tumbuhan endemik dari hutan-hutan Sumatra.
Banyak jenis Bunga Bangkai yang bersifat endemik. Dari sekitar 25 spesies yang tumbuh di Indonesia, 18 di antaranya endemik: delapan spesies menyebar terbatas di Sumatra, lima di Jawa, tiga di Kalimantan dan satu spesies endemik Sulawesi.
Sementara bunga bangkai yang tumbuh di Kabupaten Ponorogo ini belum diketahui dari jenis spesies mana. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


