Gus Muhaimin Ingatkan Kader PMII, Harus Siap Hadapi Tantangan Perubahan Zaman
Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Abdul Muhaimin Iskandar mengingatkan kader PMII harus selalu siap m ...

TULUNGAGUNG – Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Abdul Muhaimin Iskandar mengingatkan kader PMII harus selalu siap menerima perubahan yang terjadi di seluruh lini kehidupan.
Tidak hanya itu, PMII sebagai organisasi, para kadernya harus berkontribusi kepada bangsa dengan memberikan sumbangsih ide dan gagasan.
Pria yang akrab disapa Gus Muhaimin, menambahkan setiap tantangan zaman seyogyanya dapat dihadapi dengan kesadaran penuh bahwa bangsa Indonesia sedang mengalami arus besar perubahan yang begitu cepat.
Gus Muhaimin menuturkan, perubahan besar terjadi di seluruh lini kehidupan karena itu cara kerja dan cara berpikir juga harus mengalami perubahan.
"Perubahan terjadi di seluruh dunia, maka anak PMII harus siap menghadapi perubahan itu,” ujar Wakil Ketua DPR RI itu saat memberikan sambutan pembukaan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berlangsung di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (17/11/2022)
Muhaimin Iskandar juga menambahkan, tiga puluh tahun yang lalu sistem demokrasi dibangun bangsa Indonesia. Kehadirannya memberikan peran yang cukup penting terhadap dinamika kebangsaan di Indonesia.
Ia mengatakan agar sistem tersebut memberikan kemaslahatan diperlukan kader-kader bangsa yang beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Reformasi yang kita ciptakan yang Insyaallah sistem terbaik yang kita pilih hari ini, harus terus dikritik dievaluasi serta menyesuaikan dengan tantangan perkembangan,” tuturnya.
Pembukaan sendiri sempat diwarnai insiden kericuhan, dimana sejumlah peserta Muspimnas PMII terlibat aksi saling melempar kursi. Momen tersebut terjadi saat Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid menyampaikan sambutannya.
Terkait kericuhan tersebut, Ketua Panitia Muspimnas PMII Muhammad Arifin mengungkapkan, terjadi karena oknum-oknum yang sedari awal memiliki niatan kurang baik. "Memang sudah berniat untuk menggagalkan pelaksanaan Muspimnas PMII 2022," tukas Muhammad Arifin dalam keterangan tertulis yang diterima Times Indonesia, Kamis (17/11/2022).
Insiden itu sendiri tidak mempengaruhi jalannya pembukaan. Pembukaan berlangsung dengan kondusif hingga selesai acara. Muhammad Arifin menegaskan pelaksanaan Muspimnas PMII secara teknis sudah berjalan dengan optimal. Meskipun terdapat beberapa kendala teknis namun tetap bisa ditangani dengan baik. "Yang akhirnya bisa diselesaikan dengan baik," tambahnya lagi.
Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri, dalam kesempatan itu mengajak kepada kader-kader PMII adu gagasan sehingga menghasilkan peraturan-peraturan organisasi yang ideal dan selaras dengan kebutuhan PMII saat ini.
Peraturan Organisasi yang disahkan pada Muspimnas PMII merupakan turunan dari AD-ART. Menurut pria yang biasa disapa Gus Abe ini, pada PO Muspimnas PMII kali ini, ada PO yang ditambahkan, yang disesuaikan dan ada yang dikurangi.
"Nanti akan kita bahas utamanya adalah kaderisasi dan penataan organisasi,” katanya.
Gus Abe menambahkan, PMII telah mengalami perubahan dekade dalam setiap perjalanan bangsa ini. Dimulai tahun 1960 tahun PMII dilahirkan, kemudian tahun 70-80an saat orde baru menguat, tahun 90-an menuju reformasi PMII berperan besar menghantarkan bangsa ini kepada reformasi.
“Kemudian, beralih pada tahun 2000-an, saat itu kita transisi demokrasi, yang biasa tertutup, tahun 2000-an semuanya terbuka. Lalu kemudian, apa yang dirumuskan PMII saat ini tentu harus berbeda, respons zaman saat ini harus berbeda dengan tahun-tahun yang saya sebutkan,” tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


