Pemkab Bantul Sinergikan Kegiatan Budaya dan Pariwisata

TIMESINDONESIA, BANTUL – Dinas Kebudayaan Bantul menggelar Festival Rintisan Desa Budaya, 19 dan 20 November 2022. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Sabtu (19/11/2022) di lapangan Trirenggo. Kesenian dari 7 Rintisan Desa Budaya akan tampil di hadapan tim dari Dinas Kebudayaan DIY.
Pada hari pertama tampil 4 kesenian dari 4 Rintisan Desa Budaya. Masing- masing Jatimulyo Dingo dengan Jathilan Klasik, Kalurahan Wukirsari Imogiri dengan seni Srandul, serta Kalurahan Banguntapan Banguntapan dan Kalurahan Timbulharjo Sewon dengan kesenian ketoprak.
Advertisement
Sedangkan 3 Rintisan Desa Budaya akan tampil pada hari kedua. Masing - masing Kalurahan Tamantirto Kasihan dengan Jathilan Klasik, Kalurahan Guwosari Pajangan akan menampilkan kesenian pekbung, dan Kalurahan Gadingsari Sanden akan menampilkan sendratari.
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto menjelaskan, kegiatan ini menindaklanjuti amanat Undang - Undang Keistimewaan untuk membentuk desa mandiri budaya bagi kabupaten di DIY. Ini harus dilakukan sebagai salah satu syarat untuk dapat meraih dana keistimewaan.
Pembentukan desa mandiri budaya, diawali dengan penunjukan rintisan desa budaya. Selama 3 tahun Pemkab harus melakukan pembinaan. Agar dapat naik statusnya menjadi desa budaya dan desa mandiri budaya. Setelah menjadi desa mandiri budaya, akan mendapat bantuan Rp 1 Miliar.
Pembinaan rintisan desa budaya tidak hanya dilakukan oleh Dinas Kebudayaan saja. Namun juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan kalangan akademisi. Sebab tujuan akhir pembinaan, agar kebudayan dapat menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat.
"Pelaksanaan festival rintisan desa budaya sebagai bentuk evaluasi atas hasil pembinaan, sekaligus penilaian untuk menetapkan kenaikan status," jelas Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto.
Dari 26 rintisan desa budaya di Bantul, 17 diantaranya sudah naik statusnya menjadi desa budaya. Bahkan 2 desa sudah meraih predikat desa mandiri budaya. Pada tahun 2023 Pemkab Bantul sudah menetapkan 5 rintisan desa budaya untuk mendapat pembinaan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Bantul juga menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba engklek. Sebagai kegiatan untuk melestarikan permainan tradisional. Lomba permainan tradisional selalu digelar bersama festival rintisan desa budaya. Sebelumnya digelar lomba bas - basan.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya mendukung pelaksanaan festival rintisan desa budaya. Sebab kesenian tradisional yang beragam di Bantul, menjadi aset yang sangat berharga dan harus tetap dilestarikan sebagai warisan budaya tak benda.
Keberadaan aneka kesenian tradisional, diharapkan dapat mendukung kegiatan pariwisata. Sebab bila dikemas dengan baik, kesenian tradisional dapat menjadi atraksi wisata. Sebagai bentuk suguhan bagi wisatawan. Khususnya wisatawan asing yang tertarik dengan hal yang unik dan original.
Langkah ini sejalan dengan instruksi Gubernur DIY. Agar memasukan unsur budaya dalam setiap kegiatan wisata. Sehingga pariwisata DIY memiliki ciri khas, yang berbeda dengan daerah lain. Sebagai nilai kompetitif pariwisata DIY untuk dapat bersaing di kancah global.
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Rizal Dani |