Peristiwa Daerah

Anosmia Bukan Lagi Gejala Spesifik, Masyarakat Diminta Waspada Peningkatan Kasus Covid-19 

Rabu, 23 November 2022 - 21:03 | 11.55k
Anosmia Bukan Lagi Gejala Spesifik, Masyarakat Diminta Waspada Peningkatan Kasus Covid-19 
Ilustrasi tes untuk pemeriksaan covid-19.

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Masyarakat Kabupaten Kediri dihimbau selalu waspada terhadap covid-19. Pasalnya belakangan penyebaran covid-19 kembali meningkat.

Jika sebelumnya hanya satu digit setiap harinya, kini peningkatan kasus sudah mencapai dua digit setiap harinya. Peningkatan itu sendiri terjadi ketika memasuki bulan November ini.   

Sampai awal pekan ini, tercatat ada 111 warga Kabupaten Kediri terpapar covid-19. Dari jumlah itu 49 orang menjalani isolasi mandiri, dan sisanya 52 orang dirawat di rumah sakit. Untuk gejala sendiri,  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Bambang Triyono Putro melalui Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Agus Sulistyorini mengungkapkan kebanyakan bergejala ringan. 

111 kasus itu diketahui dari hasil testing, melakukan pemeriksaan mandiri, penelusuran kontak erat, skrining, dan memang ada kasus gejala sedang sehingga harus mengalami perawatan RS.

Untuk mereka yang terpaksa dirawat karena gejala sedang kebanyakan karena memiliki komorbid atau penyakit penyerta.  

"Memang mulai November mulai meningkat biasanya hanya 2 atau 5, sekarang sudah di atas 20 kasus per hari," tuturnya. 

Gejala ringan yang kebanyakan diderita adalah batuk, pilek, nyeri telan dan demam. Varian covid-19 yang menginfeksi masih tergolong jenis omicron, namun untuk varian baru atau bukan diperlukan penelitian lebih lebih lanjut.

Sedangkan untuk kasus yang ditemukan di rumah sakit, terungkap saat skrining awal sebelum melakukan tindakan operasi.  "Awalnya tidak bergejala setelah ada skrining  akhirnya diketahui terpapar covid," tambah Agus Sulistyorini 

Masih terkait gejala, Agus Sulistyorini menuturkan kehilangan indra penciuman atau anosmia bukan lagi menjadi ciri khas jadi covid-19. Meski tidak mengalami anosmia, tetap bisa jadi telah terpapar covid-19. "Gejala sekarang lebih ke ringan. Anosmia  bukan lagi gejala spesifik," tutur Agus Sulistyorini.

Dengan peningkatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya waspada. Tapi juga tetap disiplin protokol kesehatan termasuk memakai masker, dan segera melakukan vaksin booster, bagi yang sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan.

Saat ini capaian vaksin dosis pertama di Kabupaten Kediri adalah 81,46 persen, kemudian dosis kedua 67,69 persen dan dosis ketiga atau booster di angka 28,72 persen. Sementara vaksin booster untuk nakes 65,73 persen. "Untuk stok vaksin yang ada sekarang pfizer,bisa didapat di Puskesmas," tambah Agus Sulistyorini.

Sebelumnya sendiri, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Bambang Triyono Putro menuturkan antuasiasme masyarakat untuk mengikuti vaksinasi memang menurun.

Tanpa dorongan atau event tertentu, banyak masyarakat enggan untuk melakukan vaksin.  Karena itu dr Bambang berharap ada dukungan lintas sektor untuk mendorong vaksinasi ini. Semisal di kecamatan melalui Camat dan Kepala Desa bisa mendorong warganya yang belum vaksin, terutama vaksin booster untuk segera vaksin.

Padahal, dijelaskan dr Bambang,  vaksin adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan untuk meminimalisir tertularnya covid ini karena itu masyarakat diharap bisa segera melakukan vaksin.  "Vaksin booster untuk menjaga level antibodi di tubuh kita. Selain itu tetap disiplin prokes," tukasnya.

Ia menambahkan menurut penelitian, level antibodi dalam tubuh usai vaksin kedua menurun setelah enam bulan sehingga perlu untuk mendapatkan booster. Harapannya dengan vaksin booster ini, level antibodi tetap cukup untuk melindungi tubuh terhadap paparan covid-19.  

"Vaksin sendiri sudah fleksibel. Bisa datang ke Puskesmas, dosis satu, dosis duanya apa, dosis tiganya untuk menyesuaikan. Semua Puskesmas dan fasilitas kesehatan, " tambah dr Bambang.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES