Peristiwa Daerah

PT BSI Puas, Acara Perusahaan Beri Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

Rabu, 23 November 2022 - 22:52 | 21.74k
Kegiatan Closing Ceremony IFRC ke-19 PT Bumi Suksesindo, di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan, Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)
Kegiatan Closing Ceremony IFRC ke-19 PT Bumi Suksesindo, di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan, Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Perusahaan tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI) menunjukkan komitmen dan dukungannya terhadap pengembangan ekonomi masyarakat lingkar tambang dan Banyuwangi pada umumnya. Dukungan keekonomian ini juga tampak dari pelaksanaan Indonesian Fire and Rescue Challenge (IFRC) Ke-19, di mana PT BSI menjadi tuan rumah.

Ketua Local Committee IFRC Ke-19 yang juga Deputy General of Operations PT BSI, Roelly Fransza, menyampaikan dampak berganda dari event nasional tersebut dalam acara Closing Ceremony IFRC Ke-19 di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan, Banyuwangi, Selasa, 22 November 2022.

Advertisement

“Rangkaian kegiatan selama kurang lebih sepuluh hari ini mampu membawa dampak cukup signifikan terhadap sektor-sektor lain, seperti wisata, UMKM, seni, dan budaya lokal,” cetusnya, Rabu (23/11/2022).

Sejak IFRC digelar, okupansi homestay dan hotel-hotel di Pulau Merah dan Banyuwangi meningkat drastis. Pasalnya, para peserta menempati 800 lebih kamar homestay dan hotel-hotel yang ada di Banyuwangi sejak acara berlangsung mulai 13 November 2022.
Selain okupansi homestay dan hotel yang meningkat, lanjut Roelly, pelaksanaan IFRC Ke-19 juga melibatkan pelaku UMKM dan ratusan warga sekitar perusahaan. Selama event, omzet usaha mereka meningkat. Permintaan jasa laundry pun naik. Masyarakat yang lain juga dilibatkan untuk mendukung event, seperti penampilan kesenian dan menjadi life victims saat challenge.

“Kami sangat bersyukur atas dampak positif dari event IFRC tersebut,” katanya.

Lebih jauh, Roelly menambahkan bahwa keterlibatan PT BSI dalam IFRC ini merupakan bukti komitmen Perusahaan terhadap keselamatan dan ketanggapdaruratan. Oleh karena itu, segera setelah event IFRC Ke-19 usai, Perusahaan memberangkatkan ERT-nya untuk menjalankan misi kemanusiaan ke Cianjur, Jawa Barat pada Rabu, 23 November 2022.

“ERT kita akan bergabung dengan tim tanggap bencana di bawah koordinasi ESDM,” tuturnya.

PT-BSI-2.jpgKegiatan Closing Ceremony IFRC ke-19 PT Bumi Suksesindo, di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan, Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)

Misi kemanusiaan ke lokasi bencana bukan hal baru bagi PT Bumi Suksesindo. Sejak berdiri pada 2012, PT BSI berkali-kali mengirimkan misi kemanusiaan ke pusat-pusat bencana, antara lain tsunami Aceh 2016, banjir Alasmalang, Banyuwangi 2018, gempa Lombok 2018, gempa Palu 2018, tsunami Banten 2018, gempa Malang dan Lumajang 2021, dan erupsi Gunung Merapi Lumajang 2021.

Sementara itu, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Sunindyo Suryo Herdadi, juga turut menyampaikan selamat kepada tuan rumah atas suksesnya pelaksanaan IFRC Ke-19 di Banyuwangi. Di depan para rescuer dan tamu undangan yang memadati Gesibu Banyuwangi, Sunindyo mengingatkan kembali akan tanggung jawab tim tanggap darurat terhadap kemanusiaan, khususnya saat terjadi bencana. Sampai akhirnya, dia pun menyinggung gempa Cianjur, Jawa Barat yang terjadi beberapa hari lalu.

“Setelah ini kita harus segera turun ke sana (Cianjur),” katanya tegas.

Sebagai informasi, para peserta IFRC Ke-19 ini merupakan tim tanggap darurat yang biasa turun ke daerah bencana di tanah air. Mereka biasa berjibaku di area bencana untuk menyelamatkan korban dan memulihkan wilayah yang tertimpa bencana.

Dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut, tim-tim tanggap darurat berada di bawah koordinasi Kementerian ESDM. 

“Tidak kurang dari 120 perusahaan yang tergabung dalam tim siaga bencana di bawah Kementerian ESDM,” ujarnya.

Dalam event yang digawangi Pengurus Perhimpunan Profesi Penyelamat Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo), selaku reorganisasi dari BOD IFRC, 24 tim rescue yang menjadi peserta diwajibkan menyelesaikan delapan Challenge, yaitu Structural Firefighting (SFF), Road Accident Rescue & Mass Casualty Response (RAR & MCR), High Angel Rescue (HAR), Hazmat Spill Response (HSR), Confined Space Rescue (CSR), Firefighter Competency Test (FCT), Water Rescue (WTR), dan Firefighter Fitness Drill (FFD). 

Untuk venue atau lokasi perlombaan, PT BSI yang merupakan anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk memilih empat tempat ikonik Banyuwangi, meliputi site PT BSI, destinasi Pantai Pulau Merah, Pantai Marina Boom Banyuwangi dan Gedung Wanita. Hal itu sengaja dilakukan sebagai bukti sinergi dan dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Khususnya dalam mendorong tumbuh kembang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES