Peristiwa Daerah

Baru 9 Persen Pekerja Industri Konstruksi di Indonesia yang Tersertifikasi

Kamis, 24 November 2022 - 12:03 | 22.75k
Baru 9 Persen Pekerja Industri Konstruksi di Indonesia yang Tersertifikasi
Pembukaan pelatihan bagi para pekerja di industri konstruksi di Hotel Prime Park Bandung. (Foto: Upi for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Dinas Ketenagakerjaan atau Disnaker Kota Bandung bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Lembaga Pelatihan Kerja Teknik Indonesia (LPKTI) menyelenggarakan program pelatihan dan sertifikasi keterampilan kerja bangunan atau konstruksi.

Pelatihan bagi para tukang bangunan dan para lulusan SMK Bangunan/Konstruksi tersebut berlangsung selama lima hari, dilanjutkan proses assesment sertifikasi selama tiga hari oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Bina Konstruksi Nusantara.

Pelaksanaan kegiatan pelatihan bagi para pekerja di industri konstruksi ini merupakan bagian dari hilirisasi hasil penelitian Unggulan UPI yang diketuai Dr. Lilis Widaningsih, SPd.,MT., dalam peningkatan keterampilan vokasional pekerja bangunan berorientasi sertifikasi keterampilan.

Ketua Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur, Lilis Widaningsih menjelaskan, pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masih besarnya kesenjangan antara tuntutan kualitas pekerja dan  sertifikasi keterampilan sebagaimana diatur dalam UU No 2 Tahun 2017 dengan kenyataan di lapangan.

"Sebab data pekerja di industri konstruksi kurang lebih 8,4 juta, dan yang baru tersertifikasi tidak lebih dari 800 ribu orang (9 persen)  saja," ungkap Lilis Widaningsih di sela pelatihan di Hotel Prime Park Bandung, Kamis (24/11/22).

pelatihan-pekerja-2.jpg

Hal ini tentu saja membutuhkan kerjasama semua pihak untuk bisa bersinergis dalam melakukan percepatan target dan program pemerintah khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR), untuk meningkatkan kualitas pekerja konstruksi yang tersertifikasi.

"Pemerintah daerah memiliki andil besar untuk bisa memprogramkan kegiatan pelatihan bagi para pekerja ini, mengingat pekerja bangunan merupakan kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses program untuk peningkatan kualitas kerjanya," kata Lilis.

Lilis juga menyampaikan pentingnya peningkatan keterampilan bagi para pekerja bangunan untuk merespons perkembangan teknologi dan material baru di bidang konstruksi yang terus berkembang, di samping peluang dan tantangan yang semakin terbuka dan kompetitif. 

"Di sisi lain, penguatan karakter dan budaya kerja yang masih lemah di kalangan pekerja bangunan menjadi prioritas yang perlu ditekankan dalam materi pelatihan," terang Lilis.

Pembukaan pelatihan dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung H. Andri Darusman, pimpinan Lembaga Pelatihan Keterampilan Teknik Indonesia Drs. Tia Sugiri, S.T., M.Pd., Ketua Umum ASTTI, H. Dedi Adhiyaksa.

Sementara dari Universitas Pendidikan Indonesia dihadiri Dr. Lilis Widaningsih, SPd.,MT., yang saat ini mengemban tugas sebagai Ketua Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur dan Sekretaris CoE TVET RC UPI. 

Kegiatan yang diikuti oleh 120 orang peserta yang sepenuhnya didanai dari dana APBD Kota Bandung tahun 2022.

pelatihan-pekerja-3.jpg

Kepala Disnaker Kota Bandung Andri Darusman, memberikan penekanan perlunya setiap lembaga untuk berkolaborasi agar akses terhadap pendidikan dan pelatihan, terlebih dengan sertifikasi kompetensi/keterampilan semakin terbuka bagi para pekerja.

"Disnaker Kota Bandung telah banyak memprogramkan berbagai kegiatan pelatihan bagi masyarakat untuk bisa mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam berbagai bidang, mengurangi angka pengangguran dan membukakan peluang wirausaha," kata Andri.

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari dilaksanakan di Kampus Sangga Buana dengan kurikulum pelatihan 32 JPL terdiri dari teori dan praktek lapangan. 

Instruktur pelatihan berasal dari dosen UPI dan LPKTI yang sudah bersertifikat instruktur dalam bidang konstruksi. Proses assesment dilakukan selama tiga hari oleh lima orang assesor dan LSP Bina Konstruksi Nusantara yang bersertifikat asesor BNSP.

"Program dan kegiatan pelatihan bagi tenaga kerja konstruksi ini selanjutnya akan menjadi program rutin di Disnaker Kota Bandung yang secara bertahap akan semakin meningkatkan peran serta pemerintah daerah dalam peningkatan kualitas pekerja di sektor konstruksi," kata Andri. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES