Peristiwa Daerah

Peduli Korban Gempa Cianjur, PT BSI Kerahkan Tim Kemanusiaan

Kamis, 24 November 2022 - 13:38 | 18.86k
Peduli Korban Gempa Cianjur, PT BSI Kerahkan Tim Kemanusiaan
Pemberangkatan tim tanggap darurat PT Bumi Suksesindo dan Merdeka untuk membantu korban gempa Cianjur, Jawa Barat. (Foto: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk, memberangkatkan tim tanggap darurat yang terdiri atas rescuer, dokter, dan paramedis untuk evakuasi dan penanganan gempa Cianjur, Jawa Barat.

"Perusahaan mengirimkan 12 anggota Emergency Response Team. Tim ini akan bergabung dengan tim siaga bencana di bawah koordinasi Kementerian ESDM,” ujar Deputy General of Operations PT BSI, Roelly Fransza, Kamis (24/11/2022).

PT BSI juga mengirimkan bantuan logistik untuk para korban gempa seperti selimut, alat penerangan, popok bayi, makanan dan susu bayi, perlengkapan bayi, dan sembako.

Misi kemanusiaan ke lokasi bencana bukan hal baru bagi PT Bumi Suksesindo. Perusahaan selalu hadir dalam penanganan bencana yang terjadi di area lingkar tambang, wilayah Kecamatan Pesanggaran, juga bencana di Kabupaten Banyuwangi, seperti Songgon, Alasmalang, dan Kalibaru.

PT BSI juga turut andil dalam penanganan bencana di tingkat nasional, PT BSI berkali-kali mengirimkan misi kemanusiaan ke pusat-pusat bencana, antara lain gempa di Pidie, Aceh 2016, banjir Alasmalang, Banyuwangi 2018, gempa Lombok 2018, gempa Palu 2018, tsunami Banten 2018, gempa Malang dan Lumajang 2021, dan erupsi Gunung Merapi Lumajang 2021.

“Bukan hanya investasi, BSI juga hadir untuk kemanusiaan. Semoga Tuhan memudahkan urusan kita,” tuturnya.

Gempa dengan magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur 21 November 2022 lalu. Ada 97 desa di 15 kecamatan terdampak gempa ini. BNPB mencatat 56 ribu lebih rumah rusak. Selain mengakibatkan rusaknya infrastruktur, guncangan itu juga mengakibatkan 271 orang meninggal dunia, 2.000 lebih orang luka-luka, dan 40 orang dinyatakan hilang. Dan saat ini terdapat 61 ribu lebih masyarakat yang harus mengungsi.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES