Peristiwa Daerah

Makam Aulia Sono Buduran Bakal Jadi Kawasan Wisata Religi Paling Luas di Sidoarjo

Kamis, 24 November 2022 - 17:19 | 16.89k
Makam Aulia Sono Buduran Bakal Jadi Kawasan Wisata Religi Paling Luas di Sidoarjo
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor saat meninjau pembangunan fasilitas di kawasan makam aulia sono di kawasan Buduran, Sidoarjo. (foto: Rudi Mulya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SIDOARJOBupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor menegaskan jika Kabupaten Sidoarjo akan memiliki kawasan Wisata Religi paling luas yang ada di Kota Delta. Hal itu diungkapkan Gus Muhdlor saat meninjau proses pembangunan rehabilitasi kawasan Makam Aulia Sono yang berlokasi di dalam komplek Guspujat Optronik II Puspalad di Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Kamis (24/11/2022).

"Dibangun di atas lahan seluas 3.956 m2, Makam Aulia Sono Buduran bakal menjadi kawasan wisata religi paling luas dan paling megah di Sidoarjo. Selain tempat parkirnya yang sengaja dibuat luas, di sebelah sisi barat makam utama dibangun pendopo megah. Pendopo tersebut nantinya difungsikan untuk para pengunjung yang datang berziarah," Kata Gus Muhdlor, Kamis (24/11/2022).

Gus Muhdlor melanjutkan jika dikawasan makam Aulia Sono ini terdapat lima makam utama yang dihormati warga Sidoarjo. Kelima makam itu yakni pendiri Pondok Pesantren Sono, Buduran KH. Muhayyin, Hj. Asfiyah (Istri KH. Muhayyin), KH. Abu Mansur (putra), KH. Zarkasyi (putra), KH. Said (Cucu), KH. Maksum (cicit).

Ahmad-Muhdlor-2.jpg

"Ketokohan kelima ulama sepuh Sidoarjo membuat sejumlah ulama besar seperti KH. Hasyim Ashari Jombang Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Abdul Karim Lirboyo Kediri, KH. Usman Jazuli Ploso Kediri, KH. Wachid Hasyim dan banyak ulama besar launnya yang menimba ilmu di Pondok Pesantren Sono Buduran," ungkapnya

"Sekarang makam itu sedang dipugar dan direvitalisasi total. Atas izin dari KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman sejumlah rumah dinas yang berada di dekat makam dibongkar untuk akses para peziarah. Komplek makam Aulia Sono itu dibangun dua pendopo sebagai akses pintu masuk dan keluar para peziarah," sambungnya.

Putra pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Lebo KH. Agoes Ali Masyhuri itu menjelaskan jika sejarah dan perjuangan tokoh pendidikan pesantren sekaligus pendiri Pondok Sono KH. Muhayyin beserta para dzurriyah (keturunan) itu tidak banyak yang diketahui masyarakat. Menurut Gus Muhdlor sosok KH. Muhayyin, KH. Abu Mansur, dan KH. Zarkasyi adalah para ulama zuhud yang hidupnya dihabiskan untuk mengajar dan mendidik ilmu agama. Bahkan, pondok Salaf itu dulu pernah menjadi kiblatnya ngaji Tashsrifan.

"Di pesantren Sono inilah diajarkan ngaji Tashsrifan, dimana saat itu masih sangat jarang ada yang mengajar Tashrifan," jelasnya.

Gus Muhdlor berharap dengan direvitalisasinya makam Aulia Sono Buduran dan dibuka untuk umum, nantinya masyarakat, khususnya warga Sidoarjo bisa mengambil pelajaran dari sejarah hidup orang-orang mulia tersebut. Kegigihannya dalam mengajar dan menyebarkan ilmu agama serta keistiqomahannya dalam berdakwah dan berjuang membela negara bisa memompa semangat kita semua untuk mengikuti jejaknnya.

Ahmad-Muhdlor-3.jpg

"Generasi muda harus mengetahui sejarah orang-orang besar, sejarah para tokoh, termasuk sejarah ulama besar seperti KH. Muhayyin dan dzyrriyahnya. Waliyullah Mbah Ud (KH. Ali Mas'ud) yang makamnya berada di Desa Pagerwojo juga salah satu dzurrriyah dari KH. Muhayyin," tutur Gus Muhdlor.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman  Dinas PU Cipta Karya Slamet Budiarto menyampaikan, progres revitalisasi makam yang ditarget selesai akhir Desember 2022 itu sudah mencapai 80 persen untuk renovasi lima makam utama. 

"Progres pembangunan dua Gapura untuk akses masuk dan pintu keluar makam Aulia Sono sudah mencapai 10 persen, kemudian untuk bangunan pendopo yang berada disisi barat makam sudah 95 persen. Sedangkan rumah dinas sebagai pengganti yang dibongkar progresnya sudah 36 persen," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES