Peristiwa Daerah

Kinerja Dana Bergulir Tanpa Bunga Tanpa Agunan dari Bupati Bandung Dinyatakan Sehat

Jumat, 25 November 2022 - 17:05 | 24.85k
Kinerja Dana Bergulir Tanpa Bunga Tanpa Agunan dari Bupati Bandung Dinyatakan Sehat
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat peluncuran program kredit bergulir tanpa bunga tanpa agunan di Soreang. (Foto: Iwa/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNGBupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan program pinjaman modal atau dana bergulir tanpa bunga tanpa agunan yang disalurkan melalui BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung dan Bank bjb, sudah berjalan dengan sehat.

Karena itu dirinya makin menambah dana penyertaan modal non permanen untuk program ini di APBD 2023 sebesar Rp30 miliar. Ia berharap dengan penambahan ini akan lebih mempercepat pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya masyarakat Kabupaten Bandung bisa sejahtera.

Bupati Bandung mengungkapkan, berdasar hasil evaluasi penyaluran kredit tanpa bunga tanpa agunan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerjanya berjalan dengan lancar dan cukup sehat.

Pada pencairan tahap pertama tahun 2022, sebut bupati, sudah terealisasi 100 persen oleh BPR Kerta Raharja, dan sebagian dana bergulir sudah kembali. Bahkan dana penyertaan modal kredit bergulir tahap kedua sudah disalurkan oleh BPR Kerta Raharja.

"Kinerjanya dinyatakan sehat oleh OJK. Persentase Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalahnya karena menunggak lebih 90 hari, dinilai rendah hanya 0,28 persen dengan nominal Rp35 juta dari total dana bergulir yang terserap sebesar Rp20 miliar di BPR Kerta Raharja," sebut bupati kepada TIMES Indonesia, Jumat (25/11/2022).

Bupati-Bandung-Dadang-Supriatna-1.jpg

Sementara bagi Bank bjb yang dinilai kinerjanya rendah dalam program kredit bergulir, Pemkab Bandung memberikan waktu hingga akhir Maret 2023 untuk dapat terserap 50 persen.

"Kalau dengan Bank bjb kita akan buatkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang baru karena adanya adendum. Kita berikan waktu nantinya sampai Maret 2023, kredit bergulir di Bank Bjb harus sudah terserap minimal 50 persen. Jika tidak tercapai ya, Pemkab Bandung akan memberikan sanksi sesuai PKS," ungkap Kang DS, sapaan Dadang Supriatna.

Ada pun sanksinya, dana penyertaan modal kredit bergulir di Bank Bjb akan ditarik dan dialihkan ke BPR Kerta Raharja. Kang DS mengatakan kesepakatan bersama Bank Bjb tersebut sudah dikordinasikan dengan pihak OJK.

Bupati Bandung juga mengaku kecewa dengan Bank bjb yang hingga saat ini baru terserap di bawah 20 persen dana Program Pinjaman Modal Bergulir.

“Saya jujur kecewa dengan progres Bank bjb dalam Program Penjaman Modal Bergulir ini, yang dalam pelayannnya juga tidak maksimal,” beber bupati.

Padahal, tukas Kang DS, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui program dana bergulir ini hasilnya akan lebih baik.

“Oke, kita tahu ada Sistem Layanan Informasi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK) yang dijadikan alasan kendala. Tapi carilah solusnya bagimana. Mungkin saya, Pemkab Bandung, akan mengundang OJK lah bagaimana untuk mencari solusi untuk jangan sampai terjadi permasalahan dalam SLIK OJK dalam penyaluran Program Dana Bergulir ini,” tutur bupati.

Dalam Perda No 11/2021 Pasal 2 disebutkan, pemberian pinjaman dana bergulir dikategorikan dengan karakteristik disalurkan atau dipinjamkan kepada penerima dana bergulir, ditagih kembali dan digulirkan kembali kepada penerima dana bergulir lainnya.

Bupati Bandung menyatakan, melalui program kredit bergulir tanpa bunga tanpa agunan ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto Regional (PDRB).

Bahkan lebih dari itu berpengaruh terhadap turunnya angka pengangguran di Kabupaten Bandung.Berdasarkan data BPS, kata Kang DS, tahun ini angka pengangguran sudah turun menjadi 6,69 persen dari tahun sebelumnya 2021 yang sebesar 8,32 persen.

"Mudah-mudahan dengan penambahan dana penyertaan modal kredit bergulir Rp 30 miliar lagi tahun depan, ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya masyarakat Kabupaten Bandung akan sejahtera,” ucap Bupati Bandung. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES