433 Lapak Ludes Akibat Kebakaran Pasar Kesamben Blitar
433 Lapak Ludes Akibat Kebakaran Pasar Kesamben Kabupaten Blitar ... ...

BLITAR – Sebanyak 433 lapak hangus ludes akibat kebakaran di pasar Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Minggu (27/11/2022) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun kerugian material sangat besar. Karena api melalap hampir 95 persen lapak di pasar Kesamben.
Pantauan di lapangan, api telah meratakan hampir seluruh kios atau lapak pasar Kesamben. Yang tersisa hanya beberapa kios bagian depan. Kios bagian depan ini memang dibangun dengan batu bata yang kuat. Sedangkan, kios yang hangus terbakar kebanyakan masih berdiri dengan kayu.

"Jumlah total ada 433 lapak yang terbakar. Dengan rincian 49 kios permanen, 334 kios los dan 50 kios swadaya. Kita akan segera berkoordinasi dengan paguyuban pedagang untuk segera merelokasi," kata Eka Purwanta, Kepala Dinas Perdagangan dan perindustrian Kabupaten Blitar
Kebakaran yang terjadi pada pukul 19.30 WIB tadi malam itu tidak menyisakan barang di lapak Pasar Kesamben. Semua barang dagangan hangus beserta bangunan. Para pemilik lapak nampak mencari sisa sisa dari kebakaran Pasar Kesamben. Mereka mencari barang berharga yang mungkin masih bisa diselamatkan.
"Pemerintah menyediakan anggaran untuk relokasi. Nanti penempatannya akan berkoordinasi dengan paguyuban pedagang," ujar Eka.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blitar, Rustin mengatakan, kebakaran di Pasar Kesamben dapat dipadamkan, Senin (28/11/2022) pukul 04.30 WIB. Api dapat dipadamkan setelah petugas berjibaku selama kurang lebih 8 jam. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di Pasar Kesamben.
"Kebakaran mulai jam 8 malam malam. Kita kerahkan 11 mobil pemadam dari Kabupaten Blitar Kediri, Tulungagung, dan Kabupaten Malang. Kita juga kerahkan 6 armada suplai tangki dari BPBD, PDAM dan DLH," ujarnya.
Menurut Rustin, Api Kebakaran pasar Kesamben cepat membesar karena dagangan di lapak pedagang adalah barang mudah terbakar. Seperti, pakaian, sepatu, tas dan barang dari plastik lainnya.
Tidak hanya itu, bangunan lapak yang sebagian besar terbuat daru kayu juga mempersulit petugas memadamkan kobaran api.
"Untuk penyebab kebakaran kita masih belum bisa menyimpulkan karena masih diselidiki oleh pihak kepolisian," ujarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


