Mengenal Lebih Dekat Seni Atraksi Kuda Pencak Majalengka

TIMESINDONESIA, MAJALENGKA – Sekilas nampak seperti Kuda Renggong, tapi begitu hentakan ritme kendang dan alunan suara terompet pencak silat berbunyi, kuda itu seketika langsung merespon dengan gerakan menari-nari dan beratraksi seolah sedang bertarung dengan pawangnya. Ya, inilah Kuda Pencak, kesenian tradisional dari Kabupaten Majalengka.
Aksesoris Kuda Pencak nyaris serupa dengan Kuda Renggong, yakni sama-sama memakai aksesoris dan pelana yang gemerlap, dalam pagelarannya biasa memakai iringan musik jaipong atau musik pencak silat. Istimewanya, Kuda Pencak selain piawai menari juga bisa atraksi bersama pelatihnya melakukan gerakan pencak silat.
Advertisement
Di Majalengka sendiri, Kuda Pencak termasuk salah satu kesenian tradisional yang paling diunggulkan lantaran dalam aksinya kerap diselingi atraksi yang menegangkan, tergantung dari kepiawaian atau kehandalan sang pelatih Kuda Pencak itu sendiri.
Pada tahun 2015 sebanyak 24 Kuda Pencak berlaga di sebuah festival yang diselenggarakan oleh Paguyuban Kuda Pencak Kabupaten Majalengka. Festival yang digelar di lapangan Pujasera itu merupakan serangkaian acara dalam rangka memeriahkan HUT ke-525 Majalengka.
Selain memeriahkan ulang tahun kabupaten, juga sebagai upaya pelestarian terhadap salah satu kekayaan kesenian tradisional yang dimiliki Kabupaten Majalengka, serta memperkenalkan kepada generasi muda agar ke depan kearifan lokal ini tetap terpelihara dan dikembangkan keberadaannya.
Sebab pada waktu itu, nyaris tak pernah ada lagi masyarakat yang menggelar hajatan dengan hiburan kuda renggong maupun Kuda Pencak. Kalaupun ada, hanya orang-orang tertentu di pinggiran. Itu pun dalam jumlah terbatas.
Setelah itu, kemudian Pemkab Majalengka memfasilitasi kembali pertunjukkan Kuda Pencak dalam event Napak Tilas Jagat Pasundan, sebuah acara syukuran warga Majalengka atas dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi-Tarsono D Mardiana yang waktunya bertepatan dengan pergantian tahun 2018.
Acaranya digelar di Alun-alun Majalengka. Warga pun antusias menyaksikan atraksi-atraksi yang ditampilkan para Kuda Pencak terbaik. Selain itu, masyarakat pun menikmati seni budaya lainnya yang disuguhkan 25 sanggar seni se-Kabupaten Majalengka hingga menjelang detik-detik pergantian tahun baru 2019.
Selanjutnya pada tahun 2022, semua warga yang menyaksikan dibuat takjub ketika melihat atraksi Kuda Pencak turut ambil bagian menyemarakkan Parade Kirab Budaya dalam rangka HUT ke-532 Majalengka.
Saking unik dan menariknya, seni atraksi Kuda Pencak asal Kabupaten Majalengka ini beberapa tahun yang lalu sempat mendapat undangan dalam Konfrensi Asia Afrika di Bandung. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ronny Wicaksono |
Publisher | : Rizal Dani |