Advertisement
Peristiwa Daerah

Setiap Pekan Dua Orang Meninggal Akibat Kecelakaan di Bondowoso

Berdasarkan catatan akhir tahun Satlantas Polres Bondowoso, ada dua orang meninggal dunia di Bumi Ki Ronggo setiap pekan, karena kecelakaan lalu lintas. ...

TIMES Indonesia,
Setiap Pekan Dua Orang Meninggal Akibat Kecelakaan di Bondowoso
Ilustrasi - Kecelakaan Lalu Lintas (FOTO: Valentine Sarte/pexels.com)
A-AA+

BONDOWOSO Berdasarkan catatan akhir tahun Satlantas Polres Bondowoso, ada dua orang meninggal dunia di Bumi Ki Ronggo setiap pekan, karena kecelakaan lalu lintas.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Wimboko, dalam acara refleksi akhir tahun, di pendapa Raden Bagus Asra, Kamis (22/12/2022).

Advertisement

Berdasarkan data dihimpun TIMES Indonesia, pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Bondowoso selama Tahun 2022 didominasi oleh usia produktif, milenial atau pelajar.

"Jadi rentan usianya sekitar 16 sampai 21 tahun," kata Wimboko saat memberikan keterangan.

Berdasarkan urutan usia. Yakni usia di bawah 16 tahun sebanyak 111 pelanggar; usia 16-21 sebanyak 1785 pelanggar; usia 22-30 sebanyak 1622 pelanggaran; usia 31-40 sebanyak 791 pelanggar; usia 41-50 ada 518 pelanggar; dan usia di atas 50 tahun sebanyak 12 pelanggaran.

Atas pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara. Petugas melakukan dua tindakan.

Pertama yakni penindakan dengan teguran sebanyak 18.110; dan tindakan tilang sebanyak 4.839.

Advertisement

Menurutnya, berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan pelanggaran dan angka kecelakaan di Bumi Ki Ronggo.

Diantaranya yakni diantaranya memberikan sosialisasi tertib lalu lintas, di sekolah-sekolah.

"Juga memberikan pemahaman tentang menjaga keselamatan dalam berlalu lintas," kata dia.

Sementara angka kecelakaan selama Januari hingga Desember 2022 yakni 332 kejadian, dengan korban meninggal 104 orang dan luka ringan 520.

Menurut Kapolres, dari angka kematian itu berarti dalam sebulan ada 8-9 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

"Kalau dihitung per pekan, berarti ada 2 sampai 3 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas," jelas dia.

Sementara kasus menonjol dalam kecelakaan yang paling menonjol adalah kecelakaan tunggal mobil pikap. 

Pikap tersebut terbalik saat mengangkut orang. TKP di jalan Desa Tapen. Akibat kecelakaan itu, 7 orang yang merupakan buruh di Kecamatan Ijen meninggal dunia, dan 21 orang lainnya luka-luka.

Adapun salah satu upaya yang dilakukan Satlantas Polres setempat, yaitu memasang papan peringatan di daerah black spot atau rawan kecelakaan.

"Serta melakukan patroli saat jam-jam rawan kecelakaan di area black spot," jelas Kapolres Wimboko. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia