Peristiwa Daerah

Viral Buang Sampah di Sungai Brantas, Ini Tanggapan PJT I Malang

Minggu, 25 Desember 2022 - 13:56 | 75.53k
Sungai Brantas yang melintas di kawasan Wisata Kampung Warna Warni Jodipan Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Sungai Brantas yang melintas di kawasan Wisata Kampung Warna Warni Jodipan Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Rekaman video yang memperlihat salah seorang warga di Kampung Warna Warni Jodipan Malang membuang sampah ke Sungai Brantas disorot Internasional. Rekaman video tersebut sempat viral saat diposting oleh akun organisasi amal internasional @karmagawa. 

Sejumlah aktivis pun juga menyorot perilaku tersebut. Mereka menganggap pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) hingga Perum Jasa Tirta (PJT) I Malang gagal dalam menjaga sungai Brantas.

Advertisement

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan menanggapi peristiwa tersebut. Ia menyebut bahwa sebenarnya persoalan sampah yang dibuat oleh masyarakat Malang ke sungai telah menjadi concern mereka sejak lama. Ia pun juga sempat memposting video viral buang sampah di Sungai Brantas tersebut melalui akun twitter pribadinya, yakni @raymond_valiant.

"Tentu dengan kekhawatiran akan perilaku masyarakat perkotaan Malang yang kami anggap mentalitasnya dalam mengelola sampah sangat minim," ujar Raymond, Minggu (25/12/2022).

Disisi lain, PJT I sejak lama kerap kali melakukan berbagai studi untuk mencoba mengetuk kesadaran instansi hingga para pemangku kepentingan.

Seperti studi yang dilakukan pada tahun 2004 silam, dimana kenaikan produksi sampah per hari mencapai 13,63 ton. Dari belasan ton tersebut, sebagian besar sampah itu milik warga perkotaan Malang.

"Saat ini diperkirakan angka itu (produksi sampah) naik menjadi 15 sampai 16 ton per hari," ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia juga mendorong kesadaran pemerintah daerah untuk bisa membantu menyadarkan masyarakat tentang sampah melalui sosialisasi, edukasi bahkan jika diperlukan adanya kebijakan buang sampah dan kelola sampah.

"Karena sampah perkotaan itu key performance indicator dari pemerintah daerah. Kami hanya menerima akses saja," tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES