Pedagang Pasar Atom Mulai Meraup Berkah Imlek
Pernak-pernik Imlek mulai menghiasi selasar Pasar Atom Surabaya. Sejumlah pedagang sibuk menata aksesoris agar tampak menarik pengunjung, Minggu (8/1/2023). ... ...

SURABAYA – Pernak-pernik Imlek mulai menghiasi selasar Pasar Atom Surabaya. Sejumlah pedagang sibuk menata aksesoris agar tampak menarik pengunjung, Minggu (8/1/2023).
Mereka berharap besar perayaan Imlek tahun 2023 lebih meriah setelah lepas dari pencabutan status PPKM oleh Presiden RI, Jokowi. Imlek sendiri akan berlangsung pada 22 Januari 2023 mendatang.
Betul saja, hilir mudik pembeli berburu beragam ornamen perlengkapan sembahyang hingga hiasan yang kental nuansa warna merah pekat dan emas. Seperti lampion, angpau, pohon bunga sakura, pohon jeruk kumkuat, barongsai, hiasan nanas dan sebagainya.
Kelinci Air Tahun, Imlek Penuh Harapan
Tahun ini merupakan Imlek 2574 Kongzili (penanggalan dalam kalender Lunar Tionghoa) dan shio bagi kelinci air.
Tahun kelinci diprediksi bakal menjadi tahun penuh harapan, meski menjadi tanda bintang keempat dalam siklus zodiak China dari 12 shio hewan lainnya.
Dalam budaya Tionghoa, lambang kelinci diyakini sebagai simbol kemakmuran, umur panjang, hingga kedamaian.
Maka tak salah, apabila tahun 2023 diprediksi menjadi tahun harapan, lantaran shio kelinci air dianggap mampu menghadirkan kedamaian dan harmoni, serta kerap dianggap sebagai mediator yang baik.

Salah satu pedagang Imlek di Pasar Atom Mal Surabaya, Sujani mengamini prediksi keberuntungan tersebut.
Menurut Sujani, banyak konsumen sudah mulai berburu ornamen atau aksesori kelinci sejak awal pekan.
"Tahun ini kan tahun kelinci, dari luar kota dan luar pulau sudah beli, mereka untuk dipakai sendiri, bukan dijual lagi," kata Sujani bercerita.
Meskipun berangsur ramai, Sujani menyebut para etnis Tionghoa di Surabaya masih belum terlihat berbondong-bondong membeli dagangannya. Justru, masih didominasi dari luar Surabaya dan luar pulau Jawa.
"Untuk Surabaya masih belum. Biasanya, kalau Surabaya ya beberapa hari mendekati Imlek," ujarnya.
Rata-rata pembeli berasal dari luar kota bahkan luar pulau. "Kalau luar kota hampir semua daerah, kalau luar pulau paling banyak Palu, Papua, dan Manado. Di sana kan ada banyak gereja juga ya, mereka beli untuk dipakai sendiri, bukan dikulak lagi," lanjutnya.
Bukan simbol kelinci saja yang diburu
Sujani mengatakan, para pelanggan kerap memburu pohon jeruk. Menurutnya, jeruk diyakini sebagai pengundang rezeki oleh masyarakat Tionghoa di Cina.
"Selain kelinci, yang masih ramai jeruk, karena keyakinannya di Cina kan setiap rumah selalu pakai pohon jeruk, dianggap membawa rejeki, setiap tahun selalu ada peminatnya. Lalu, untuk pasangannya kelinci ya lampion, itu yang paling utama, kemudian angpau juga paling diburu," katanya.
Ia juga bersyukur karena tahun ini penjualannya mulai merangkak naik. Meskipun jika dihitung masih belum meroket atau seramai sebelum pagebluk melanda.
"Sudah bagus, lumayan sudah ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya, sekitar 50% sampai 60% lah," tuturnya.
Hal senada disampaikan pekerja ornamen Imlek di Pasar Atom Mal, Asrofi. Menurutnya, ada beragam hiasan yang dijual di lapak juragannya tersebut.
"Macamnya banyak, mulai angpau, pohon, sampai mainan barongsai juga ada. Harganya paling murah angpau mulai Rp3.000 sampai Rp12 juta itu pohon sakura yang pakai lampu," kata dia.
Pria berusia 20 tahun asal Kalianak, Surabaya itu mengaku, masyarakat juga memburu lampion dengan gambar kelinci.
"Kayak gini misalnya (lampion akrilik), sudah banyak yang cari," sambungnya seraya memasang lampion berbahan akrilik, lengkap dengan kabel listrik di dalamnya.
Ia berharap, usai dicabutnya PPKM dan menurunnya angka Covid-19, semua aktivitas masyarakat normal lagi. Sehingga, seluruh umat beragama lainnya juga bisa merayakan hari raya keagamaan dengan semarak dan khidmat.
"Kalau tahun ini sudah ada peningkatan sekarang, semoga tahun depan jauh lebih bebas lagi seperti sebelum pandemi," imbuh Asrofi.
Baik Sujani maupun Asrofi merupakan pedagang pernak-pernik Imlek di Pasar Atom Surabaya. Mereka berharap besar perayaan Imlek tahun 2023 lebih meriah setelah lepas dari pencabutan status PPKM oleh Presiden RI, Jokowi. Imlek sendiri akan berlangsung pada 22 Januari 2023 mendatang.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


