Advertisement
Peristiwa Daerah

Lestarikan Budaya, Prodi PGSD STKIP PGRI Pacitan Gelar Pentas Seni Panembromo

Demi melestarikan budaya, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP PGRI Pacitan, Jawa Timur menggelar Pentas Seni Panembromo. ... ...

TIMES Indonesia,
Lestarikan Budaya, Prodi PGSD STKIP PGRI Pacitan Gelar Pentas Seni Panembromo
Pentas Seni Panembromo yang digelar oleh Prodi PGSD STKIP PGRI Pacitan memukau penonton. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Demi melestarikan budaya, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP PGRI Pacitan, Jawa Timur menggelar Pentas Seni Panembromo. 

Pagelaran seni bertajuk 'Nggugah Rasa Lestari Marang Budaya Jawi' ini digelar di halaman kampus. Sejak pukul 08.00 WIB para penampil mulai menabuh gamelan mengiringi langgam Jawa secara apik dan penuh penghayatan. 

Advertisement

Tak hanya itu, beragam seni tari juga turut ditampilkan diiringi dengan merdunya alunan gamelan. Suasana benar-benar seperti Jawa tempo dulu, utuh dan sangat natural. Corak pakaian adat yang dikenakan para penari menambah estetik tersendiri. Sesekali tepuk tangan riuh penonton membuat semakin semangat. 

Seni-Panembromo-STKIP-PGRI.jpg
Seni Panembromo STKIP PGRI Pacitan diiringi dengan gamelan lengkap. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia) 

Menurut Kaprodi PGSD STKIP PGRI Pacitan, Mega Isvandiana, tujuan pagelaran seni oleh para mahasiswa semester 1 dan 3 ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa ada budaya yang harus tetap dilestarikan dan perlu dimunculkan kembali. 

"Acara ini merupakan keluaran produk dari mata kuliah Bahasa Jawa. Karena anak-anak muda jaman sekarang terhadap kalimat panembromo itu masih banyak yang asing," katanya, Kamis (12/1/2023). 

Mega menilai, mahasiswa tidak cukup dibekali materi atau teori yang ada di dalam kelas, namun justru mereka diminta lebih berkreasi di luar ruangan supaya memiliki kesiapan menghadapi dunia nyata saat berbaur bersama masyarakat. 

Advertisement

Mahasiswa.jpg
Mahasiswa yang menjadi sinden melantunkan langgam jawa dengan penuh penghayatan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia) 

"Intinya mempersiapkan para mahasiswa agar mampu bersaing dengan jurusan yang lain dan saat di lapangan, khususnya lewat bidang kesenian," terangnya. 

Senada dikatakan Dosen PGSD, Ari Nugroho, Pentas Seni Panembromo lebih difokuskan pada pengenalan kepada genre musik tradisional. Terlebih mengingat minat generasi muda semakin tergerus dengan budaya asing. 

"Generasi sekarang memang sangat awam dengan lagu Jawa, apalagi mereka lebih suka budaya asing, misalnya K-Pop. Ke depan kami akan berinovasi lebih dari ini," ucapnya. 

Mengenal Seni Panembromo

Ari menjelaskan, Seni Panembromo memiliki kesamaan kriteria dengan musik pentatonis maupun diatonis yang dimainkan secara seiring, semacam paduan suara, namun dibalut dengan model budaya Jawa. 

Panembromo sendiri dalam Bahasa Indonesia semacam bernyanyi bersama dan dilakukan secara berkelompok. Boleh diiringi musik boleh tidak, sedangkan di pentatonis bisa disebut sebagai akapela yang didalamnya terdapat sinden, suluk dan ritme gamelan sesuai pakem. 

"Bedanya, seluruh isi langgamnya bercerita tentang adat, tradisi dan keindahan alam khususnya Pacitan. Nah ini dalam rangka nguri-nguri warisan budaya," jelasnya kepada TIMES Indonesia. 

Sementara itu, untuk bisa tampil dalam sebuah pagelaran, dibutuhkan proses latihan yang cukup panjang dan bertahap. Para mahasiswa dibutuhkan ketelatenan dan keseriusan dalam memainkan seluruh unsur Seni Panembromo tersebut. 

"Mulai pengenalan apa itu musik, apa itu panembromo, bagaimana cara nyinden dengan baik, tata bahasanya, menabuh alat gamelan, dan lainnya, sehingga dijadikan satu menjadi sebuah pagelaran," papar Ari Nugroho. 

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa Prodi PGSD yang tidak ikut menampilkan kesenian, mereka memiliki tempat tersendiri untuk memasarkan produk UMKM lewat bazar gebyar inovasi. Ini merupakan salah satu output mata kuliah kewirausahaan. 

Berbagai macam handmade mulai makanan ringan, jajanan milenial dan pernak-pernik turut dipamerkan. Ratusan mahasiswa tampak berkerumun tawar-menawar layaknya pasar. 

Baik pagelaran pentas Seni Panembromo maupun bazar UMKM Prodi PGSD STKIP PGRI Pacitan berjalan cukup meriah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia