Peristiwa Daerah

Warga Bantul Olah Limbah Popok Sekali Pakai Jadi Produk Kerajinan

Rabu, 18 Januari 2023 - 21:12 | 24.06k
Pengolahan limbah pampers sebelum menjadi bahan baku produk kerajinan. (Foto: Humas Pemkab Bantul)
Pengolahan limbah pampers sebelum menjadi bahan baku produk kerajinan. (Foto: Humas Pemkab Bantul)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTALimbah popok sekali pakai merupakan sampah yang paling mencemari sungai di Bantul. Selain dapat menurunkan kualitas air sungai. Sampah popok sekali pakai yang dibuang sembarangan akan mengganggu saluran irigasi. Mengingat sungai menjadi sumber irigasi untuk kegiatan pertanian.

Menyadari hal tersebut, Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah bertekad mengurangi limbah popok sekali pamai. Caranya dengan mengolah menjadi beragam kerajinan, seperti bantal, vas bunga, hingga gantungan kunci. Sehingga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.

Advertisement

Ketua KSM Pilah Berkah Yekti Murwani menjelaskan, gagasan untuk mendaur ulang limbah popok sekali pakai ini muncul dari anggota. Ide ini muncul saat melihat warga secara sembarangan membuang limbah popok di sungai Celeng.

Bertekad menjaga keindahan aliran sungai celeng, KSM Pilah Berkah mulai membersihkan limbah popok sekali pakai dari sungai. Karena jumlah limbah yang terkumpul semakin banyak, pengurus mulai mencari solusi untuk mengubah limbah menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Setelah mencoba berbagai solusi, akhirnya KSM Pilah Berkah memilih mengolah limbah popok sekali pakai menjadi produk kerajinan. Pilihan solusi ini memberikan keuntungan ganda. Selain mampu mengurangi pencemaran, juga memberikan penghasilan tambahan bagi anggota KSM Pilah Berkah.

Limbah-Popok-Sekali-Pakai-2.jpgContoh produk kerajinan dari limbah popok sekali pakai. (Foto: Humas Pemkab Bantul)

Meski menggunakan limbah popok sebagai bahan baku. Namun produk yang dihasilkan tetap steril dan aman untuk kesehatan. Sebab sebelum diolah menjadi produk kerajinan, dibersihkan dan dicuci menggunakan disinfektan. Kemudian dikeringkan dan digiling menjadi serpihan.

"Berdasarkan uji laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi DIY, angka bakteri pada produk kerajinan di bawah satu mili," tegas Yekti Murwani, di sekretariat KSM Pilah Berkah Tegal Paduresan Imigiri Bantul, Rabu (18/1/2023).

Sebagian besar produk kerajinan KSM Pilah Berkah, dipasarkan melalui media sosial. Selain lewat pameran yang digelar oleh pemerintah Kabupaten dan Kapanewon. Produk kerajinan ini dibanderol antara Rp10.000 hingga Rp75.000 per produk.

Giyanti, salah satu anggota KSM Pilah Berkah mengaku, mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini. Warga yang tinggal di bantaran Sungai Celeng ini merasakan, pencemaran sungai terus berkurang. Serta mendapat tambahan penghasilan dari usaha daur ulang limbah popok sekali pakai.

Dirinya tidak pernah menyangka, dari niat awal menjaga kebersihan sungai mendapat bonus tambahan dari usaha kerajinan daur ulang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Ari Budi Nugroho, memuji upaya KSM Pilah Berkah. Mengingat popok sekali pakai merupakan jenis limbah residu. Dengan sifat yang susah terurai oleh alam, selama ini limbah ini jadi masalah yang sulit diatasi.

Berbeda dengan limbah plastik, kaleng dan kaca yang dapat langsung dijual. Limbah popok sekali pakai harus diolah terlebih dahulu, agar laku dijual. Seperi langkah KSM Pilah Berkah yang mengolah menjadi produk kerajinan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES